Kejuaraan Domino Pertama di Kotawaringin Timur Menandai Transformasi Olahraga Lokal
Pada Jumat (4/4/2026) malam, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyelenggarakan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino pertama. Acara ini menjadi momen penting dalam sejarah olahraga daerah, sekaligus menandai pergeseran domino dari permainan santai menjadi cabang olahraga kompetitif yang memadukan sportivitas dan strategi.
Banyak tim turut serta dalam ajang ini, dengan antusiasme yang terlihat jelas dari setiap peserta. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga merancang strategi secara serius, menggambarkan bahwa domino kini memiliki dimensi baru sebagai olahraga prestasi. Hal ini menunjukkan perkembangan positif dalam pengakuan masyarakat terhadap domino sebagai bentuk aktivitas fisik dan mental yang bermanfaat.
Peran Dispora Kotim dalam Pengembangan Olahraga Baru
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Ia menilai bahwa kehadiran Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) memberikan warna baru dalam dunia olahraga di Kotim. “Kami sangat mengapresiasi Kejurcab Domino ini karena ini yang pertama di Kotim. Kami dari Dispora menyambut baik keberadaan Orado yang kini telah membawa domino menjadi cabang olahraga resmi,” ujarnya.
Menurut Irfansyah, kejuaraan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet potensial. “Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, namun sarana menumbuhkan sportivitas, kejujuran, dan kerja sama. Diharapkan lahir atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kotim di tingkat nasional,” tambahnya.
Irfansyah juga menegaskan bahwa domino kini telah mengalami standarisasi sebagai olahraga, dengan penggunaan balok persegi panjang sebagai media permainan, menggantikan kartu seperti yang umum dikenal masyarakat. Dispora Kotim pun menyatakan dukungan penuh terhadap berkembangnya cabang olahraga baru ini, termasuk peluangnya untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Kalteng mendatang.
Munculnya Orado Kotim dan Antusiasme Masyarakat
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Orado Kotim, Endra Rosana, menjelaskan bahwa pembentukan organisasi ini berangkat dari tingginya minat masyarakat terhadap permainan domino. “Animo masyarakat di seluruh Indonesia sangat tinggi, bahkan sampai tingkat RT/RW sudah menyukai domino. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Orado di Kotim untuk menaungi hobi menjadi prestasi,” jelas Endra.
Sebelum Kejurcab ini, Orado Kotim telah menggelar eksibisi sebelum Idul Fitri guna mensosialisasikan aturan permainan. Hasilnya, jumlah peserta meningkat signifikan dalam waktu singkat. “Kami cukup terkejut, dari hanya 10 tim saat eksibisi, kini melonjak menjadi 34 tim, padahal persiapan hanya sekitar satu minggu,” ungkapnya.
Persiapan Menuju Kejuaraan Nasional
Kejurcab ini juga menjadi ajang seleksi cepat untuk menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Tengah yang akan digelar pada 13–14 April 2026. Nantinya, tim terbaik akan mewakili Kotim di tingkat provinsi. “Dari 34 tim yang bertanding hari ini, juaranya akan mewakili Kotim, terdiri dari dua tim dewasa dan dua tim junior,” tambah Endra.
Lebih jauh, tim pemenang di tingkat provinsi berpeluang melaju ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung di Bogor pada 24–26 April 2026.
Rencana Masa Depan Orado Kotim
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Orado Kotim berencana kembali menggelar Kejurcab kedua pada Agustus mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. “Kami targetkan bisa mencapai hingga 100 tim peserta. Momentum 17-an biasanya banyak perlombaan, jadi kami ingin ikut memeriahkan sekaligus mensosialisasikan bahwa domino kini sudah menjadi olahraga prestasi,” pungkasnya.












