Penyelidikan Kecelakaan yang Melibatkan Truk TNI di Jakarta Barat
Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk milik TNI di Jalan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat kini sedang dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian dan Detasemen Polisi Militer (Denpom TNI). Kejadian ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) pagi dan saat ini masih dalam proses investigasi.
Menurut AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, pihaknya membenarkan adanya dugaan keterlibatan kendaraan dinas milik TNI dalam kecelakaan tersebut. Ia menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan bersama Denpom TNI, termasuk melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
“Informasinya demikian (ada keterlibatan truk TNI). Untuk memastikan, maka saat ini kami sedang melakukan penyelidikan bersama Denpom TNI, termasuk melakukan olah TKP bersama di lokasi kejadian,” ujar Ojo.
Saat ini, status perkara tersebut masih ditangani sebagai kecelakaan lalu lintas umum. Namun, jika nanti ditemukan bukti seperti keterangan saksi dan rekaman CCTV yang menunjukkan keterlibatan kendaraan dinas TNI, kasus akan segera dilimpahkan ke Den POM.
“Sementara ini statusnya masih laka lantas,” tambah Ojo.
Warga Menyaksikan Kecelakaan yang Terjadi
Dari informasi yang diperoleh, kecelakaan maut yang menewaskan seorang pemotor wanita di Jalan Utan Jati arah timur, dekat Pasar Segar, diduga disebabkan oleh iring-iringan truk TNI. Hal ini disampaikan oleh warga yang berada di lokasi kejadian.
Firman, seorang saksi mata, mengatakan bahwa kecelakaan terjadi ketika iring-iringan truk melaju dari arah Kompleks Citra 6 menuju Jalan Raya Utan Jati. Ia menyebut ada sekitar lima truk yang melintas dengan kecepatan tinggi.
“Awalnya saya lagi di pangkalan ojek, terus ada iring-iringan truk tentara, ada lima yang lewat,” kata Firman.
Ia menjelaskan bahwa truk pertama melintas tanpa masalah. Namun, saat truk kedua melintas, ia mendengar suara benturan keras. “Pas truk kedua lewat, saya dengar suara ‘bruk’, saya kaget, kayaknya itu suara motor yang baru keluar dari pasar.”
Saat itu, Firman melihat korban sudah terjatuh di jalan, sementara pengendara motor tampak panik meminta pertolongan. “Orang-orang langsung teriak, ‘jatuh, jatuh’. Saya langsung lari nyamperin.”
Firman menambahkan bahwa truk ketiga dan keempat tetap melaju meski korban sudah tergeletak di jalan. “Lumayan ngebut itu,” katanya.
Menurut Firman, truk kedua yang diduga menabrak sempat berhenti, begitu pula truk kelima di barisan belakang. Pasca-kejadian, sejumlah anggota kepolisian dan TNI mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan, termasuk mencari rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara.
Namun hingga Jumat siang, rekaman CCTV belum dapat diakses karena beberapa lokasi dalam kondisi tutup.
Informasi dari Petugas Lalu Lintas
AKP Joko Siswanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan sepeda motor bernomor polisi B 4833 BWM yang dikendarai Kartini (39), warga Kalideres, yang saat itu berboncengan dengan Ani Maryati (51).
Namun, Joko menyebut truk yang terlibat kecelakaannya identitasnya belum diketahui.
“Truk menabrak sepeda motor yang melaju searah di depannya,” ujar Joko dalam keterangannya.
Akibat kejadian tersebut, pengendara motor Kartini mengalami luka di bagian dahi dan kaki, serta telah dilarikan ke RSUD Kalideres. Sementara itu, Ani Maryati mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.











