Persiapan Lelang Tol Geta Dijalankan Secara Teknis
Pemerintah sedang mempersiapkan lelang proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya (Tol Geta) secara maksimal dari sisi teknis pada bulan ini sebelum ditawarkan ke investor. Proses persiapan ini dilakukan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan, yang telah melakukan berbagai langkah untuk menyiapkan segala perlengkapan persyaratan lelang.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menyatakan bahwa proses krusial tersebut akan dijalankan mulai kuartal II/2026. Pihaknya akan memastikan dokumen teknis dan finansial proyek lebih matang sebelum kembali ditawarkan kepada investor.
Lelang Tol Geta akan dilaksanakan tahun depan, hal ini terungkap saat seorang kepala daerah di Priangan Timur bertemu dengan Menteri PUPR belum lama ini. Proyek tol ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan berlanjut ke tahap lelang tahun depan.
Daftar Desa dan Kecamatan yang Terdampak
Di Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 17 desa di lima kecamatan rencananya akan terkena dampak pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya (Tol Geta). Proyek pembebasan lahan baru dilakukan di Kabupaten Bandung dan Garut.
Berikut adalah daftar desa dan kecamatan yang akan terdampak pembangunan Tol Geta di Kabupaten Tasikmalaya:
- Kecamatan Padakembang
- Desa Cilampunghilir
- Kecamatan Leuwisari
- Desa Arjasari
- Kecamatan Salawu
- Desa Sukahurip
- Desa Neglasari
- Kecamatan Cigalontang
- Desa Kersamaju
- Desa Lengkongjaya
- Desa Nanggerang
- Desa Nangtang
- Desa Pusparaja
- Desa Sirnagalih
- Desa Sukamanah
- Desa Tanjungkarang
- Desa Tenjonagara
- Kecamatan Singaparna
- Desa Cikadongdong
- Desa Sukaherang
- Desa Cintaraja
- Desa Cikunir
Proyek Tol Geta sebagai PSN
Tol Geta telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Permenko Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022. Target penyelesaian ruas Gedebage–Tasikmalaya ditetapkan pada 2024. Adapun trase Tol Geta dibagi menjadi dua seksi:
- Seksi 1: Junction Gedebage–Garut Utara (45,20 km)
- Seksi 2: Garut Utara–Tasikmalaya (50,32 km)
Rincian 19 Proyek Tol KPBU yang Akan Dilelang
Pada 2026 mendatang, sebanyak 19 proyek tol KPBU akan dilelang. Berikut rinciannya:
Proyek Prakarsa Pemerintah (Solicited)
- Tol Bandung Intra Urban (BIUTR)
- Tol Pejagan-Cilacap
- Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik
- Tol Malang-Kepanjen
- Tol Gedebage-Tasikmalaya (Geta)
- Tol Gilimanuk-Mengwi
- Tol Bandara Supadio-Pelabuhan Kijing
Proyek Non-Prakarsa Pemerintah (Unsolicited)
- Tol Pluit-Bandara Soekarno Hatta (Tol Tomang-Pluit-Bandara Elevated)
- Tol Cikunir-Karawaci Elevated
- Tol Semanan-Balaraja
- Tol Pelabuhan (Harbour Toll) Semarang
- Tol Bitung-Serpong
- Tol Caringin-Cisarua (Tol Puncak)
- Tol Akses Patimban Extend
Proyek Penugasan Pemerintah
- Tol Rantau Prapat-Kisaran
- Tol Dumai-Simpang Sigandai-Rantau Prapat
- Tol Pelabuhan Panjang-Lematang
- Tol Rengat-JC Pekanbaru
- Tol Jambi-Rengat
Anggaran untuk Persiapan Lelang
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rachman Arief, menyebutkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 27,55 miliar guna mendukung persiapan hingga pelaksanaan lelang. Dari jumlah tersebut, Rp 23,33 miliar dialokasikan khusus untuk tahap penyiapan proyek tol, termasuk Tol Geta.
“Untuk kegiatan tahap penyiapan 19 proyek tol KPBU dialokasi sebesar Rp 23,33 miliar dan estimasi biaya investasi sebesar Rp 408,68 triliun,” ujar Rachman Arief dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta.
Proses lelang kembali diulang setelah dua kali dilakukan dan belum ada pemenang. Rencana proyek Tol Geta sudah berjalan dalam tahap pembebasan tanah.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












