Daerah  

Niat Batal, Ayah Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar Langsung Pulang dari Jakarta

Kabar Mengejutkan Datang Saat Tiba di Jakarta

Didik Prasetyo mengalami kaget berat saat menerima kabar bahwa putranya, Faiz Khourun Nizam (8 tahun), hilang dan diduga tenggelam. Peristiwa ini terjadi saat ia baru saja tiba di Jakarta dalam perjalanan kembali bekerja ke Lampung. Tanpa memikirkan panjang, Didik langsung membatalkan rencana perjalanan dan pulang ke Solo dengan pesawat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026). Didik yang sebelumnya sudah berangkat menuju tempat kerjanya di Lampung, harus membatalkan perjalanan setelah menerima informasi bahwa anaknya hilang. Ketua RT 2 RW 11 Dukuh Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Muslih (43) membenarkan hal itu. Ia menyebutkan bahwa Didik sebelumnya memang dalam perjalanan kembali bekerja.

Saat itu, ayah Suvirvor sudah dalam perjalanan balik ke tempat kerjannya di Lampung. Namun situasi berubah drastis ketika Didik menerima kabar kehilangan anaknya pada waktu subuh. Saat itu, ia diketahui sudah sampai di Jakarta. Muslih menjelaskan, tanpa menunggu lama, Didik langsung memutuskan untuk pulang ke Karanganyar. “Sampai Jakarta, dia terima kabar anaknya hilang, lantas langsung putuskan kembali ke sini dengan pesawat pagi dan sampai sini Minggu Siang,” kata dia.

Hingga kini, peristiwa hilangnya bocah 8 tahun tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sementara proses pencarian dan penelusuran terus dilakukan.

Anak Berkebutuhan Khusus

Seorang bocah berusia 8 tahun, Faiz Khourun Nizam, yang berkebutuhan khusus (ABK), hilang diduga tenggelam di Sungai DAM Colo, Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Karanganyar, Minggu (29/3/2026). Keberadaan terakhirnya sempat dilihat oleh seorang warga, namun warga itu ketakutan karena mengira Faiz adalah hantu.

“Saat itu survivor terlihat di kamera CCTV pukul 02.00 WIB, dan ada warga yang melihat, tapi ketakutan karena mengira survivor hantu. Hingga perjalanan sampai rumah dengan motor warga itu ketakutan sampai rumah, sempat mengintip dan melihat survivor itu melintasi rumahnya,” ujar Ketua RT 2, RW 11, Dukuh Tasgunting, Muslih (43), Senin (30/3/2026).

Faiz dikenal sebagai anak yang sangat menyukai air. Muslih menambahkan, Faiz tinggal bersama ibu dan neneknya, sementara ayahnya merantau sebagai pegawai CPNS di Lampung. Pengawasan di rumah selalu ketat. “Anaknya berkebutuhan khusus (ABK), sangat aktif sekali dan yang paling disukai itu air,” jelas Muslih.

Detik-Detik Terakhir dan Pencarian

Selain terlihat di CCTV, keberadaan Faiz juga sempat disaksikan warga, meski ketakutan. Peristiwa ini memicu kepedulian warga sekitar, yang kini turut membantu pencarian dengan harapan bocah itu segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Tinggal di sini dengan ibu dan nenek, sedangkan ayah merantau di Lampung sebagai pegawai CPNS, dan pengawasan survivor di rumah selalu terjaga dan ketat,” tambah Muslih.

Berdasarkan informasi, Faiz hilang sekitar pukul 01.00 WIB saat berada di rumah. Saat itu, neneknya, Suratmi, menyuruh Faiz tidur. Namun satu jam kemudian, pukul 02.00 WIB, neneknya mengecek kamar dan tidak menemukan Faiz. Kondisi pintu rumah terbuka dan gembok hilang.

Hingga Senin pagi, upaya pencarian masih berlangsung. Pihak BPBD berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menurunkan debit air sungai agar pencarian bisa lebih maksimal dengan metode susur sungai.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *