Tertangkap Selingkuh, Rumah Dihancurkan Warga

Peristiwa Perselingkuhan dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Seorang pria bernama S alias Bujang menjadi sorotan setelah tertangkap basah melakukan perselingkuhan dengan seorang perempuan yang sudah memiliki suami. Kejadian ini memicu reaksi keras dari warga Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

Latar Belakang Kasus

Sementara itu, Bujang juga sempat menjadi perhatian publik karena menjadi pelapor dalam kasus guru honorer yang mencukur rambut siswa. Kasus tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk DPR RI dan Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang akhirnya menyelesaikan masalah melalui keadilan restoratif.

Kini, kembali menjadi sorotan setelah dugaan perselingkuhannya dengan perempuan berinisial D. Kejadian tersebut terjadi saat suami sah perempuan itu sedang bekerja di luar rumah. Informasi tentang dugaan perselingkuhan ini cepat menyebar melalui video yang viral di media sosial, sehingga memicu emosi warga.

Sidang Adat yang Tidak Hadir

Pada Rabu malam, 25 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, digelar sidang adat di Kantor Desa Pematang Raman untuk menyelesaikan dugaan kasus tersebut. Namun, S alias Bujang tidak hadir dalam sidang tersebut, yang membuat warga marah dan menganggapnya tidak menghormati hukum adat.

Akibatnya, warga berbondong-bondong mendatangi rumah S dan melakukan aksi penggerudukan. Rumah bagian depan, terutama kanopi, hancur dibabat oleh massa. Kerusakan ini menjadi bukti betapa marahnya warga terhadap kelakuan Bujang.

Dampak Psikologis Perselingkuhan

Menurut Iswan Saputro, S.Psi., M.Psi., psikolog klinis dewasa dan personality growth dari Universitas Islam Indonesia (UII), dampak perselingkuhan tidak bisa dianggap enteng. Ia menjelaskan bahwa perselingkuhan dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti depresi, krisis kepercayaan, gangguan pascatrauma, kurang percaya diri, rendah diri, menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berdaya, dan kecemasan.

Selain itu, jika perselingkuhan terjadi pada pasangan yang telah menikah dan memiliki anak, dampaknya juga akan terasa pada psikologis anak. Anak cenderung merasa kebingungan, cemas, abai, dan mengisolasi diri. Mereka juga mungkin sulit percaya kepada pasangannya di masa depan, memiliki perspektif negatif terhadap kesetiaan, serta cenderung meniru perilaku perselingkuhan.

Ciri-Ciri Pelaku Perselingkuhan

Iswan menjelaskan bahwa pelaku perselingkuhan biasanya merasa bersalah dan menyesal atas tindakannya. Berdasarkan data yang dikumpulkan, 30 persen pelaku mengakui ingin bertahan dalam hubungan tersebut, sementara 15,6 persen berusaha terus bertahan, dan 54,5 persen langsung memutus hubungan setelah pengakuan tersebut.

Faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk berselingkuh antara lain kurangnya rasa percaya dari pasangan, ingin merasa bebas, kurangnya rasa cinta, penolakan dari pasangan, rasa harga diri, komitmen rendah, pengaruh keinginan seksual, dan situasi yang memicu perselingkuhan.

Fase-Fase Perselingkuhan

Iswan juga menjelaskan fase-fase dalam hubungan perselingkuhan. Fase pertama adalah hubungan yang salah, di mana tidak ada keseimbangan antara dua pihak. Fase kedua adalah terjadinya tindakan perselingkuhan. Fase ketiga adalah rekonsiliasi, di mana pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf. Fase keempat adalah fase calm, di mana pasangan berusaha menerima dan menganggap semuanya tidak terjadi apa-apa.

Perilaku Manipulatif Pelaku

Iswan menekankan bahwa pelaku perselingkuhan sering kali bersikap manipulatif. Mereka membuat pasangannya merasa lemah dan tidak berdaya, sehingga mudah mengeksploitasi pasangannya. Mereka juga cenderung berbohong, membuat candaan yang membuat pasangan ragu, dan membuat pasangan merasa bersalah dengan pengolahan kalimat.

Kesimpulan

Iswan mengingatkan bahwa tindakan perselingkuhan bisa dicegah atau dihentikan, tetapi perubahan hanya bisa berasal dari keinginan masing-masing pasangan dalam suatu hubungan. “Your life does not get better by chance, it gets better by change,” ujarnya mengakhiri sesi penyampaian materi.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *