Profesi Alexander Assad, Suami Clara Shinta yang Dikabarkan Tidak Pernah Beri Nafkah

Isu Perselingkuhan dan Kekurangan Nafkah dalam Rumah Tangga Clara Shinta

Rumah tangga selebgram Clara Shinta kembali menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan kemarahannya terhadap suaminya, Muhammad Alexander Assad. Peristiwa ini memicu perbincangan luas di media sosial dan membuat publik penasaran dengan kehidupan pribadi pasangan yang sebelumnya dikenal sebagai pasangan yang harmonis.

Clara Shinta, yang dikenal sebagai selebgram dengan pengikut yang cukup banyak, merasa tidak nyaman dengan sikap sang suami. Ia menuding Alexander Assad tidak menjalankan kewajibannya sebagai suami dengan tidak memberikan nafkah kepada istri. Selain itu, dugaan perselingkuhan juga muncul setelah Clara memergoki suaminya sedang melakukan video call bersama wanita lain.

Latar Belakang Pekerjaan Suami Clara Shinta

Muhammad Alexander Assad dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang bergerak di beberapa bidang bisnis. Salah satu usahanya adalah jasa rental mobil mewah, yang sering kali ia promosikan melalui media sosial. Selain itu, ia juga aktif dalam bisnis pertambangan, yang merupakan salah satu sumber pendapatan utamanya.

Meski memiliki bisnis yang cukup besar, Clara Shinta mengungkapkan bahwa ia merasa tidak diberi nafkah oleh suaminya. Dalam unggahan Instagram miliknya, ia menyebutkan bahwa suaminya tidak pernah membayar biaya listrik dan bahkan tidak memberikan makanan untuk dirinya sendiri.

“Kamu sadar nggak kamu nafkah aja nggak ngasih aku Pah. Kamu bisa-bisanya VCS sama orang dan aku nggak tahu tuh kamu ng**e sama orang atau nggak,” ujar Clara dengan nada tinggi. Ia juga menambahkan bahwa rumah dan listrik tidak pernah dibayarkan oleh Alexander.

Konflik Rumah Tangga yang Berlangsung Lama

Sebenarnya, konflik antara Clara Shinta dan Alexander Assad sudah terlihat sejak Oktober 2025. Saat itu, Clara sempat curhat tentang kesulitan dalam menjaga hubungan rumah tangganya. Namun, masalah tersebut tidak langsung mencuat ke publik hingga saat ini.

Dugaan perselingkuhan kembali muncul setelah Clara membagikan bukti melalui Instagram Story-nya. Dalam unggahan tersebut, ia menunjukkan tangkapan layar yang menunjukkan Alexander melakukan video call dengan perempuan lain. Kejadian ini terjadi saat keduanya sedang berlibur di Thailand.

Momen tersebut membuat Clara syok dan langsung menghampiri suaminya. Situasi memanas ketika Alexander mencoba merebut ponsel dari tangan Clara. Meski unggahan awal telah dihapus, jejak digitalnya tetap tersebar di berbagai platform.

Respons Clara Shinta Setelah Mengungkap Masalah

Setelah menghapus konten awal yang dinilai terlalu terbuka, Clara kini kembali membagikan bukti dugaan perselingkuhan tersebut di akun Instagram miliknya dengan beberapa bagian yang telah disensor. Dalam unggahan terbaru, ia juga menyematkan emoji hati serta menandai akun sang suami, @i_am_ixa.

Clara menyampaikan permintaan maaf karena telah membawa persoalan rumah tangganya ke ranah publik. Ia menegaskan bahwa tindakannya bukan untuk mencari perhatian, melainkan reaksi spontan atas kondisi yang ia alami saat itu. Ia juga mengungkapkan kondisi emosionalnya saat kejadian berlangsung.

“Aku minta maaf aku bukan oversharing, tapi kalian pasti tahu rasa gemetarnya kayak apa,” ujar Clara. Ia melanjutkan bahwa situasi tersebut semakin sulit karena terjadi saat dirinya berada di luar negeri.

Tindakan yang Diambil Oleh Clara Shinta

Setelah mengungkapkan kekesalannya, Clara Shinta mengaku tidak tahu harus bersikap seperti apa. “Aku nggak tahu aku harus ngapain dan gimana,” tulisnya. Ia merasa bingung dan tidak yakin dengan langkah selanjutnya.

Namun, ia tetap berusaha untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya. Dengan cara yang lebih tenang, ia kini berusaha untuk menyelesaikan masalah secara pribadi tanpa melibatkan media sosial lagi.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *