Rencana Vidi Aldiano untuk Berhaji
Sebelum meninggal, Vidi Aldiano ternyata memiliki rencana untuk menunaikan ibadah haji. Persiapan yang dilakukannya bahkan sudah sangat matang, termasuk pengurusan visa yang telah selesai. Namun, rencana tersebut tidak bisa terwujud karena ajal lebih dulu menjemputnya pada 7 Maret 2026 lalu.
Vidi Aldiano, yang merupakan suami dari Sheila Dara Aisha, mengidap penyakit kanker ginjal sejak tahun 2019. Awalnya, kondisinya sempat membaik, tetapi pada tahun 2023, sel kanker kembali aktif dan menyebar ke berbagai bagian tubuhnya. Meski begitu, Vidi tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Ia terus berjuang dan memberikan energi positif bagi orang-orang di sekitarnya. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Selama hidupnya, Vidi memiliki keinginan kuat untuk melakukan ibadah haji. Bahkan, visa untuk pergi ke Tanah Suci sudah dikeluarkan. Sayangnya, kondisi kesehatannya yang semakin memburuk membuat rencananya harus ditunda. Hal ini akhirnya membawa keluarga untuk mencari solusi agar niat Vidi tetap terwujud.
Kepergian Vidi Aldiano dan Perjuangan Keluarga
Kepergian Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 lalu masih segar dalam ingatan. Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker ginjal yang telah menyerang tubuhnya sejak beberapa tahun lalu. Selama masa sakitnya, Vidi tetap menunjukkan keteguhan dan semangat yang luar biasa. Ia tetap aktif berkarya meskipun kondisi kesehatannya semakin menurun.
Ayah Vidi, Harry Kiss, mengungkapkan bahwa sang putra memang ingin menunaikan ibadah haji sebelum berpulang. Semua persiapan administratif, termasuk visa haji, sudah selesai diproses. Menurut Harry, Vidi tidak hanya berangan-angan, tetapi benar-benar mempersiapkan segalanya dengan matang. Dokumen perjalanannya pun sudah siap digunakan.
“Vidi itu mau naik haji, sudah diurus semua, visanya pun sebenarnya sudah keluar,” ujar Harry saat ditemui media di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/3/2026).

Badal Haji sebagai Solusi
Meski visa sudah keluar, kondisi fisik Vidi tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Oleh karena itu, pihak keluarga memutuskan untuk melakukan badal haji. Badal haji adalah praktik dalam Islam di mana seseorang melaksanakan ibadah haji atas nama orang lain yang tidak mampu secara fisik atau telah tiada.
Ibu Vidi, yang merupakan pelaku utama dalam badal haji ini, mengambil alih tugas tersebut. Ia menyebutkan bahwa semua biaya haji telah dibayarkan oleh keluarga. “Karena orangnya tidak memungkinkan, ya sudah akhirnya dibadalkan. Ibunya yang jalan, sudah dibayar semua oleh ibunya,” tambah Harry.
Dukungan dari Keluarga dan Fans
Keputusan untuk melakukan badal haji bukan hanya bentuk kasih sayang, tetapi juga harapan bahwa doa-doa yang dipanjatkan di tanah suci akan sampai kepada Vidi. Keluarga berharap, meskipun Vidi tidak hadir secara fisik, esensi ibadah tersebut tetap memberikan manfaat baginya.
Harry juga mengungkapkan bahwa dukungan dari para fans Vidi, yang dikenal sebagai Vidis, sangat penting bagi keluarga. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi Vidi dalam menghadapi kondisinya. “Vidi itu anak yang kuat, dia tetap semangat. Kami dari keluarga hanya bisa terus mengupayakan yang terbaik, baik dari sisi pengobatan maupun sisi spiritual seperti (badal) haji ini,” kata Harry.
Perjalanan Panjang Vidi Aldiano
Vidi Aldiano didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 3 pada akhir tahun 2019. Ia harus menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura. Setelah sempat pulih, ia kembali menghadapi masalah kesehatan pada akhir 2023. Sel kankernya kembali aktif dan menyebar ke berbagai bagian tubuhnya.
Pada November 2025, Vidi mengumumkan hiatus dari dunia hiburan. Tujuannya adalah untuk fokus pada pengobatannya. Selama hidupnya, Vidi dikenal sebagai sosok pejuang yang sangat tegar. Ia tetap aktif berkarya hingga kondisi kesehatannya menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












