Isu Perjodohan Reza Arap dan Fuji, Tapi Ia Justru Bagikan Pesan Menyentuh untuk Kekasihnya yang Sudah Tiada
Nama Reza Arap kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Isu perjodohan dirinya dengan Fuji viral di media sosial, sehingga membuat banyak orang ikut meramaikan diskusi tersebut. Respons publik pun beragam, mulai dari dukungan hingga cemoohan. Banyak penggemar bahkan menciptakan julukan khusus untuk keduanya, yaitu FURAB yang merupakan singkatan dari nama mereka.
Namun di tengah isu tersebut, Reza Arap justru membagikan unggahan yang sangat berbeda. Ia mengungkapkan rasa kerinduan terhadap kekasihnya yang telah tiada, Lula Lahfah. Dalam tulisannya, ia menyampaikan perasaan yang selama ini ia pendam, sekaligus menyampaikan rasa kehilangan dan terima kasih atas kehadiran Lula dalam hidupnya.
“Hai… sudah lama ya. Maaf aku belum pernah menuliskan apa pun tentang kamu, yang sebenarnya mungkin juga tidak pernah kamu butuhkan atau minta,” tulisnya. “Tapi sekarang aku ingin melakukannya, karena aku ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kamu adalah salah satu jiwa paling tulus yang pernah aku temui dalam hidupku.”
Dalam curahan hatinya, Arap menggambarkan kesepian yang ia rasakan setelah ditinggal sosok yang dicintainya. Ia bahkan mengaku sering berbicara sendiri dengan hal-hal di sekitarnya. “Apa kabar kamu di sana? Di sini rasanya sangat ramai, tapi juga terasa sangat sepi. Aku menghabiskan hari-hari dengan berbicara sendiri, ke dinding, ke kelelawar, semut, burung, awan, bahkan bunga matahari.”
Orang-orang menertawakanku, mereka bilang aku gila. Bahkan anak-anak juga bilang mereka liat aku tuh udah orang yang gila wkwk.”
Dari pengalaman tersebut, Arap mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang hidup. Ia menyadari bahwa tidak semua hal berada dalam kendalinya. “Aku belajar banyak hal. Rasanya mahal sekali harganya dan sering terasa tidak adil jika dipikirkan. Kamu tahu, aku dulu selalu ingin dan merasa harus mengontrol segalanya. Tapi ada sesuatu di luar diriku sebagai manusia yang seolah menunjukkan jalan lain.”
Ia juga mengungkap bahwa kehilangan Lula menjadi salah satu momen terberat dalam hidupnya. Bahkan, ia sempat berada di titik terendah. “Aku sampai berlutut, menangis, memohon, menggaruk lantai dengan kuku, dan hal yang paling tidak disangka semua orang adalah… aku berdoa. Egoku hancur.”
Selain itu, Arap mengenang bagaimana sosok Lula memberikan pengaruh besar dalam hidupnya. Ia menyebut kehadiran sang kekasih mampu mengubah citra dirinya di mata banyak orang. “Dengan ‘image’ aku yang udah hancur bertahun-tahun, tanpa aku minta- kamu badanin, kamu tabrak lurus dengan tulus, nunjukin ke semua orang kamu balikin itu semua 180 derajat. Eh pas lagi planning mimpi kita bareng… kamu langsung pergi aja gitu. Dih, curang lu pendek. Gua kangen yapping lu tau.”
Dalam bagian lain, Arap juga menyampaikan rasa cinta dan terima kasihnya. Ia mengakui hubungan mereka tidak sempurna, namun sangat berarti baginya. “Sayang… Makasih, ya. Di luar hubungan kita yang tidak sempurna, tapi kita sama-sama pernah merasa mencintai dan dicintai secara ugal-ugalan. Maaf aku banyak kurangnya dan salahnya. That was the best that I could give to you.”
“Terima kasih untuk senyumanmu yang paling tulus, pelukanmu yang paling hangat, ciumanmu yang paling manis, dan kebaikan hatimu yang kamu berikan ke aku dan semua orang di sini.”
Arap juga menyinggung tanggung jawab yang masih ingin ia selesaikan. Ia berjanji akan menuntaskan hal tersebut dengan maksimal. “Tugas aku jagain kamu sudah selesai. Sisa 1 lagi. Film kamu. Film kita dan anak-anak. I did and I will do my best for it. Aku… Izin move on with my life ya, sayang.”
Sebagai penutup, Arap menyampaikan pesan yang begitu menyentuh sekaligus janji untuk menjalani hidup lebih baik ke depan. “Just like what you said ‘Mumpung masih di sini, make the most of it lah’. Aku udah janji akan kurangin ngeluh. Lu liat y dari sono noh jadi apa laki lu. I love you, Lula Lahfah. Oh iya, makasih udah kasih lihat aku segalanya.”












