Latar Belakang Pekerjaan Pelaku
Rashad Fouad Tareq Jameel, yang dikenal dengan nama Fuad, awalnya bekerja di bidang perdagangan parfum. Ia pernah tinggal di kawasan Puncak, Bogor, dan setelah pindah ke Mangga Dua, Jakarta Utara, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut. Meski begitu, kondisi ekonomi Fuad semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Fuad tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Jam kerjanya tidak menentu, sehingga sering kali ia mengandalkan bantuan finansial dari kerabatnya di Irak untuk bertahan hidup. Keluarga korban, Dwintha Anggary (Anggi), menyebut bahwa Fuad jarang terlihat bekerja secara rutin seperti orang biasa. Bahkan, meskipun ia mengatakan sedang bekerja, jam kerjanya sering kali tidak jelas.
Kehidupan Rumah Tangga yang Tidak Stabil
Masalah pekerjaan ini menjadi salah satu faktor utama dalam konflik rumah tangga antara Fuad dan Anggi. Saat Anggi mulai meniti kemandirian ekonomi, ia diterima bekerja sebagai tenaga pengelola di program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemajuan karier Anggi justru memicu gesekan dengan Fuad, yang memiliki prinsip budaya bahwa istri tidak boleh memegang uang sendiri. Hal ini membuat Fuad merasa terancam dengan lingkungan baru Anggi yang kini lebih aktif dan memiliki banyak rekan kerja.
Perilaku Fuad yang Menyimpang
Ketua RT setempat, Nurgiyanto, mengungkapkan bahwa Fuad dikenal sebagai pribadi tertutup di lingkungan tempat tinggalnya di Cipayung, Jakarta Timur. Kendala bahasa juga turut memengaruhi interaksi sosialnya dengan warga sekitar. Meski demikian, Fuad sempat terlibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Anggi. Nurgiyanto bahkan pernah turun tangan untuk memediasi permasalahan tersebut.
Beberapa bulan sebelum kejadian pembunuhan, Fuad disebut mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Aksi tersebut diduga dipicu karena tidak terima saat Anggi mengajukan permintaan cerai. Fuad melukai dirinya sendiri dengan senjata tajam, sehingga keluarga korban merasa ketakutan. Akibatnya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Peristiwa Pembunuhan yang Mencengangkan
Dwintha Anggary, cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, ditemukan tewas di kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya. Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah meninggal. Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
Menurut keterangan keluarga, Fuad sempat beberapa kali terlihat di sekitar lokasi rumah korban sehari sebelum kejadian. Nurgiyanto mengaku tidak menyangka pertemuan terakhirnya dengan Fuad menjadi momen sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Sehari sebelumnya, Fuad masih sempat menyapa, namun tidak ada yang menyangka akan terjadi kejadian seperti ini.











