Harga Emas Global Terpuruk Akibat Ketegangan Geopolitik dan Faktor Ekonomi
Harga emas global mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir, meskipun konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran seharusnya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai. Penurunan ini mencatatkan angka terbesar dalam lebih dari 14 tahun, menunjukkan bagaimana faktor-faktor makroekonomi dan kebijakan moneter turut memengaruhi pergerakan harga emas.
Penurunan Tajam Harga Emas
Menurut data dari Marketwatch, kontrak emas paling aktif di Comex untuk pengiriman April 2026 ditutup melemah sebesar 0,7 persen atau turun 30,80 dollar AS ke level 4.574,90 dollar AS per ounce pada Jumat (20/3/2026). Secara mingguan, harga emas anjlok hingga 9,5 persen, yang menjadi penurunan terbesar sejak 23 September 2011. Penurunan ini menunjukkan bahwa guncangan pasar akibat konflik Iran tidak cukup untuk mengimbangi tekanan ekonomi yang lebih luas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga emas antara lain:
- Kenaikan suku bunga: Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
- Penguatan dollar AS: Penguatan dolar membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga membatasi permintaan global.
- Potensi kenaikan suku bunga oleh The Fed: Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS telah memicu aksi ambil untung dan penggunaan emas sebagai sumber likuiditas.
- Volatilitas pasar: Tekanan pasar akibat volatilitas tinggi menyebabkan investor melikuidasi posisi yang menguntungkan untuk menutup kerugian di aset lain.
Perak Turut Terpuruk
Tidak hanya emas, logam mulia lain seperti perak juga mengalami penurunan tajam. Kontrak perak pengiriman Mei 2026 turun lebih dari 14 persen dalam sepekan dan ditutup di level 69,66 dollar AS per ounce pada Jumat. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan kebutuhan likuiditas investor dibandingkan fungsi tradisional logam mulia sebagai aset pelindung nilai.
Harga Emas Antam Hari Ini
Harga emas Antam hari ini, Sabtu (21/3/2026), terpantau stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data di laman resmi Logam Mulia, harga emas hari ini untuk ukuran 1 gram masih berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.610.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Sabtu (21/3/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.496.500
- 1 gram: Rp 2.893.000
- 2 gram: Rp 5.726.000
- 3 gram: Rp 8.564.000
- 5 gram: Rp 14.240.000
- 10 gram: Rp 28.425.000
- 25 gram: Rp 70.937.000
- 50 gram: Rp 141.795.000
- 100 gram: Rp 283.512.000
- 250 gram: Rp 708.515.000
- 500 gram: Rp 1.416.820.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.833.600.000
Ketentuan Pajak Pembelian
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian maupun buyback emas batangan Antam dikenakan pajak. Untuk pembelian emas, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.
Sementara itu, untuk penjualan kembali atau buyback emas ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi lebih dari Rp 10 juta, berlaku tarif:
- 1,5 persen bagi pemilik NPWP
- 3 persen bagi non-NPWP












