Bisnis  

Ganti Server, ATM dan M-Banking Bank Jambi Siap Digunakan dalam 2 Hari, Perlu Ganti PIN?

Pemulihan Layanan Bank Jambi Diperkirakan Dalam Dua Hari

Dalam dua hari ke depan, layanan ATM dan M-banking Bank Jambi diharapkan bisa kembali beroperasi normal. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jambi, Al Haris, pada Kamis (12/3/2026). Sebelumnya, layanan tersebut mengalami gangguan sejak lebih dari dua minggu lalu, yaitu sejak 22 Februari 2026, dan hingga saat ini belum dapat digunakan.

Selama masa gangguan tersebut, sekitar 6.000 rekening nasabah Bank Jambi mengalami kehilangan saldo dengan total kerugian mencapai Rp143 miliar. Menurut Gubernur Al Haris, layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi telah memasuki tahap pengujian. Pihak Bank Jambi telah melakukan pergantian server sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI).

Setelah menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Sosialisasi Program Prioritas Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi Tahun 2026 di Hotel Aston Jambi, Al Haris menjelaskan bahwa pergantian server menjadi salah satu syarat utama yang harus dipenuhi Bank Jambi untuk memastikan keamanan sistem dan stabilitas layanan perbankan.

“Bank Jambi sudah mengikuti seluruh syarat dari Bank Indonesia, salah satunya pergantian server. Sekarang sudah masuk tahap uji coba,” ujar Al Haris.

Pemulihan sistem dilakukan oleh pihak vendor sejak terjadinya gangguan layanan. Hingga Rabu (11/3/2026) malam, pihak vendor telah melakukan serangkaian pengujian teknis. “Semalam kita sudah melihat langsung pola-pola pengetesannya,” katanya.

Setelah tahapan uji coba, Al Haris berharap layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi dapat kembali digunakan secara normal dalam waktu dekat. “Yang pasti sudah mulai dites. Mudah-mudahan tidak ada kendala, dan dalam dua hari ke depan layanan bisa kembali digunakan masyarakat,” pungkasnya.

Isu Penggantian PIN ATM dan M-Banking

Ada kabar yang beredar bahwa nasabah Bank Jambi mungkin harus melakukan penggantian PIN ATM maupun m-banking. Jika memang harus ada penggantian PIN, maka kantor Bank Jambi akan kembali dipenuhi antrean nasabah. Sebabnya, pengaktifan m-banking dan PIN ATM dilakukan lewat customer service (CS) di kantor bank.

Dana Nasabah Mengalir ke Kripto

Keberadaan dana sebesar Rp19 miliar dari total kerugian Rp143 miliar milik nasabah Bank Jambi terdeteksi mengalir ke mata uang kripto. Selain itu, sebagian dana juga terdeteksi berada di Bank Permata dan Sampoerna. Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan hal ini saat diwawancarai wartawan, Senin (9/3/2026) malam.

Pemerintah Provinsi Jambi telah meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar segera melakukan upaya penarikan kembali dana tersebut agar kerugian nasabah dapat diminimalisasi.

Penyelidikan Kasus Peretasan

Sementara itu, hingga kini Polda Jambi terus melakukan pendalaman atas kasus peretasan yang telah menguras saldo lebih dari 6.000 rekening nasabah. Total uang yang hilang dari 6.000 rekening itu mencapai Rp143 miliar. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Dalam tahap komunikasi dengan Bareskrim Polri,” kata Taufik.

Masih Ada Kendala di Teller

Dua pekan setelah sistem Bank Jambi mengalami gangguan, hingga hari ini, Selasa (10/3/2026), sistem layanan ATM dan m-banking masih belum diaktifkan lagi. Nasabah Bank Jambi yang didominasi aparatur sipil negara (ASN) di 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi, masih harus antri di teller untuk melakukan transaksi seperti penarikan.

Gaji ASN di Jambi mayoritas menggunakan layanan Bank Jambi. Ditambah lagi, saat ini sudah mendekati hari raya Idulfitri. Nasabah Bank Jambi mencurahkan isi hatinya di media sosial, terutama yang berada di wilayah kabupaten kota yang memiliki sedikit kantor cabang Bank Jambi.

Di media sosial, nasabah bernama Wilda Oktafia mengaku tidak sanggup lagi untuk mengantri. “ATM & M.Banking BANK JAMBI, hingga hari ini masih belum bisa di Akses.. Yook Bank JAMBI, mohon dipercepat,,!! kami dak telok (tidak sanggup, red) lagi nak ngantri di Teller sampai sekarang belum ada konfirmasi yang pasti dari pihak BANK JAMBI..!! sampai kapan ini akan berlalu,” tulis alun Wilda Oktafia di grup Facebook Rakyat Jambi.

Hal serupa juga diungkapkan akun Facebook Arni Safitra. “Lambatnya proses perbaikan akses BANK 9 JAMBI. Sampai hari ini ATM dan MBaking belum bisa diakses. Yuk bank Jambi, mohon di percepat kami dak sanggup ngantri lagi di teller,” tulisnya.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *