Kekalahan Telak Bali United dari Persis Solo
Pertandingan antara Bali United dan Persis Solo dalam laga lanjutan BRI Super League 2025-26 berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah. Laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, pada Kamis 12 Maret 2026 malam menjadi momen pahit bagi Serdadu Tridatu setelah gagal mempertahankan performa positif mereka sebelumnya.
Bali United datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan atas Arema FC, namun hasil yang diraih justru mengecewakan. Performa buruk di babak pertama menjadi faktor utama kekalahan tim asuhan Johnny Jansen. Pemain-pemain tidak mampu menunjukkan ketangguhan yang diharapkan, sehingga harus pulang dengan tangan hampa.
Gol-gol yang Mengubah Kondisi Pertandingan
Pesta gol tuan rumah dimulai pada menit ke-32 ketika Dejan Tumbas mencetak gol pembuka yang membawa Persis Solo unggul 1-0. Momentum tersebut terus berlanjut sebelum turun minum, tepatnya pada menit ke-41, saat Bruno Gomes de Oliveira Conceicao menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Di babak kedua, Bali United mencoba bangkit dan menekan, tetapi justru kembali kebobolan di masa injury time (90+9′) oleh Bruno Gomes yang mencetak gol keduanya. Dengan gol ini, Persis Solo memastikan kemenangan mutlak dengan skor akhir 3-0.
Kritik dari Pelatih dan Pemain
Setelah laga, pelatih kepala Johnny Jansen menyampaikan kekecewaannya, terutama terkait mentalitas pemain. Ia menilai kekalahan ini bukan hanya soal taktik, tetapi lebih pada kurangnya semangat memenangkan pertandingan. Jansen menyoroti bagaimana persiapan yang baik di tempat latihan tidak terlihat saat para pemain berada di lapangan.
“Kami melakukannya dengan baik di tempat latihan, tetapi hari ini kami tidak menunjukkannya di lapangan,” ujar Jansen. Ia juga menyentil kelemahan dalam transisi bertahan dan kesalahan dalam penguasaan bola yang berujung pada gol-gol lawan.
Jansen menilai bahwa Bali United terlalu mudah kehilangan bola dan memberikan ruang yang terlalu lebar bagi Persis Solo. “Kami harus lebih baik saat menguasai bola dan lebih sigap dalam rest defense. Jika melihat bagaimana proses gol yang bersarang ke gawang kami, itu terjadi karena kami tidak dalam posisi siap,” tambahnya.
Penilaian dari Pemain
Gelandang Bali United, Tim Receveur, juga menyampaikan rasa frustrasinya terhadap performa timnya. Ia merasa bahwa tim telah melakukan kesalahan konyol karena sebenarnya sudah mengantisipasi rencana permainan Persis Solo melalui sesi latihan sepanjang minggu.
“Saya setuju dengan pelatih. Di babak pertama, kami tahu persis apa rencana mereka karena kami sudah melatihnya sepanjang minggu, jadi tidak ada kejutan. Namun, kami tetap membiarkan diri kami dikejutkan karena kami memberikan terlalu banyak peluang,” kata Receveur.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi bagi Bali United jika ingin bersaing di papan atas klasemen. “Kami harus bercermin karena kami harus konsisten. Minggu lalu kami menang 4-3 melawan Arema, dan sekarang bermain seperti ini di babak pertama saat kami punya kesempatan naik lagi di klasemen,” pungkasnya.
Kesimpulan
Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi Bali United. Meskipun babak kedua menunjukkan peningkatan, babak pertama yang sangat buruk menjadi faktor utama kekalahan. Jansen dan para pemain sepakat bahwa mentalitas dan konsistensi harus diperbaiki agar bisa bersaing di kompetisi tinggi.












