DPD Organda Aceh Pastikan Stabilitas Harga Tiket Angkutan Umum Saat Mudik Lebaran
DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh telah memastikan bahwa harga tiket angkutan umum untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik.
Ketua DPD Organda Aceh, Ramli, menegaskan bahwa jika ada pihak yang menemukan adanya kenaikan harga tiket di lapangan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak Organda agar dapat ditindaklanjuti. Ia menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga tiket sama sekali, dan pihaknya akan menjamin stabilitas tersebut.
“Tidak ada kenaikan harga tiket, nggak ada. Nah, itu kami jamin itu. Kalau memang masyarakat ada menemukan kenaikan harga laporkan kepada Organda,” ujar Ramli.
Sistem Tarif Batas Bawah dan Atas
Pihak Organda menerapkan sistem tarif batas bawah dan batas atas dalam penentuan harga tiket angkutan. Tarif batas bawah biasanya berlaku pada hari-hari biasa, sedangkan tarif batas atas dapat diterapkan pada momen tertentu seperti libur tahun baru atau Lebaran.
Namun demikian, ia tidak bisa merincikan terkait besaran tarif batas bawah hingga batas atas. Hal itu lantaran setiap daerah di Aceh memiliki jarak tempuh dan tarif yang berbeda.
“Perbedaan antara tarif batas bawah dan tarif batas atas sekitar 20 % perbandingannya. Kalau misal harga batas bahwa Rp 100 ribu, berarti harga batas atas bisa sekitar Rp 120 ribu. Tetapi tiap-tiap daerah beda tarifnya, misalnya ke Tamiang beda, ke wilayah barat selatan beda lagi,” ujarnya.
Persiapan Armada Angkutan yang Cukup Besar
Ramli juga mengungkap bahwa pihaknya telah mempersiapkan armada angkutan jauh-jauh hari guna memastikan kelancaran arus mudik masyarakat di Aceh. Ia menekankan bahwa fokus utama Organda saat ini adalah memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar layak jalan demi keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan tiket menjelang Lebaran. Menurutnya, jumlah armada yang tersedia dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
“Kita armada cukup banyaklah. Jadi nggak usah khawatir, kepada masyarakat kita mengimbau jangan khawatir tiket habis. Apalagi nanti dari Pemerintah Aceh juga kita laksanakan mudik gratis. Ini juga terbantu masyarakat. Kita sudah cek semua,” jelasnya.
Berdasarkan data Organda Aceh, jumlah armada angkutan yang siap melayani pemudik tahun ini cukup besar. Tercatat terdapat lebih dari 600 unit bus serta sekitar 3.000 unit kendaraan jenis KIA dan Hiace yang beroperasi di berbagai trayek.
“Kalau bus hampir 600 lebih, kalau Hiace hampir 3.000 lebih. Jadi tidak ada kendala apa pun,” ujarnya.
Distribusi Barang Selama Ramadhan dan Lebaran
Selain angkutan penumpang, Ramli juga memastikan distribusi angkutan barang selama Ramadhan dan menjelang Lebaran berjalan normal tanpa kendala berarti. Hingga saat ini, pihaknya tidak menerima keluhan terkait distribusi logistik maupun ketersediaan barang di pasar.
Meski demikian, Ramli mengakui terdapat sedikit kendala lalu lintas di kawasan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, yang kerap mengalami antrean kendaraan.
“Kendala sedikit di jembatan Kutablang. Di situ ada agak antre, tetapi nanti mungkin kita antisipasi dan pemerintah juga akan turun tangan,” ujarnya.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Sementara itu, Ramli menambahkan bahwa puncak arus mudik Lebaran di Aceh diperkirakan terjadi tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Biasanya puncak mudik itu H-3 Lebaran, sekitar tanggal 17, 18, dan 19 Maret,” pungkasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












