Penangkapan Bupati Cilacap oleh KPK
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap oleh tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (13/3/2026). Tidak hanya Syamsul, sebanyak 26 pejabat Pemkab Cilacap dan pihak lainnya juga dibawa ke kantor KPK dalam operasi tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa puluhan orang yang diamankan terdiri dari kepala daerah, aparatur sipil negara (ASN), hingga pihak swasta yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.
“Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat. Menurut Budi, operasi senyap tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang oleh bupati yang diduga terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
“Terkait kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Cilacap, diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” katanya. Dalam operasi tersebut, penyidik KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai. Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkapkan secara rinci nominal uang yang diamankan.
“Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya dalam bentuk uang tunai. Jumlahnya nanti akan kami sampaikan kembali,” kata Budi.
Transportasi dan Pemeriksaan Awal
Setelah diamankan, Syamsul Auliya bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Banyumas. Bupati Cilacap tiba di lokasi pemeriksaan menggunakan bus sekitar pukul 16.15 WIB bersama beberapa pejabat daerah. Seorang sumber di kepolisian setempat menyebutkan rombongan yang datang bersama bupati berjumlah cukup banyak.
“Ada banyak orang di bus,” ujar sumber tersebut. Selain bus yang membawa rombongan pejabat, tim KPK juga terlihat datang menggunakan sejumlah kendaraan lainnya. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap juga terlihat menjalani pemeriksaan. Beberapa di antaranya adalah Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Buddy Haryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Heru Kurniawan, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Oktrivianto Subekti, serta Kepala Dinas Sosial dr Ichlas Riyanto.
Di sisi lain, penyidik KPK juga memasang segel pada sejumlah ruangan di kompleks perkantoran Pemkab Cilacap. Salah satunya ruang kerja Sekretaris Daerah yang berada di area kantor bupati. KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Setelah pemeriksaan awal, para pihak yang terjaring OTT akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Profil Bupati Cilacap
Nama Syamsul Auliya Rachman sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Pria kelahiran 30 November 1985 ini merupakan putra asli Cilacap. Saat ini Syamsul menjabat Bupati Cilacap periode 2025-2030. Pasangan wakil bupatinya adalah Ammy Amalia Fatma Surya. Keduanya terpilih pada Pilkada serentak Cilacap 2024.
Syamsul menyelesaikan studi S2 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan meraih gelar doktoral dari IPDN Jakarta. Syamsul memiliki gelar akademik Dr., S.STP., M.Si. Dengan latar belakang pendidikannya itu Syamsul mengisi berbagai posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Ia pernah menjadi ajudan mantan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. Syamsul juga pernah Kasi Trantibum Kecamatam Kedungreja pada 2012. Setahun kemudian pada 2013 ia menjabat Kasubag Otonomi Daerah dan Kerjasama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Sebelum menjabat bupati, Syamsul menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022 lalu. Syamsul menjabat Wakil Bupati Cilacap mendampingi Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Ceritanya, jelang Pilkada 2017, Tatto menggandeng ajudannya sendiri sebagai calon wakil bupati. Pasangan itu pun memenangkan kontestasi, sehingga Syamsul menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022. Selanjutnya, Syamsul pun memutuskan mencalonkan diri sebagai calon bupati di Pilkada 2024, dan menggandeng Ammy Amalia. Syamsul juga belakangan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa. Ia menjabat sebagai Ketua DPC PKB Cilacap untuk periode 2021-2026.











