MI, Pria 56 Tahun di Cianjur Tewas Diduga Dianiaya Karena Curigai Labu Siam untuk Buka Puasa

Kehidupan yang Penuh Kesulitan dan Tragedi

MI (56), seorang pria paruh baya asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh pemilik kebun labu siam. Insiden ini berawal dari aksi nekat MI yang mencuri dua labu siam milik UA (41) untuk berbuka puasa dan memberi makan ibunya di rumah.

MI diketahui telah bercerai dan memilih tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia dan hampir berumur satu abad. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sehari sebelum meninggal, MI sempat mendatangi rumah adiknya, Tita (43), untuk meminta beras. Saat itu, wajahnya terlihat murung dan setengah ditutupi kain kupluk.

Tita mengungkapkan bahwa kakaknya tidak memiliki uang dan ingin memberi makan ibu mereka. “Labu itu untuk makan emak, emak ingin makan sama sayur,” kata Tita. MI membawa dua biji labu siam dan berniat memasaknya untuk berbuka puasa. Namun, pelaku UA tiba-tiba datang ke rumah dan menyerang MI secara fisik.

Korban Sempat Pingsan di Jalan

Setelah korban berpamitan, seseorang memberitahu Tita bahwa ada seorang pria terjatuh di jalan depan rumah dan diduga pingsan. Tita langsung pergi ke jalan dan melihat kakaknya sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Pengendara motor membantu membawa MI ke rumah ibunya.

Keesokan harinya, MI meninggal dunia. Tita melihat wajah kakaknya dengan bekas luka lebam. Awalnya, ia mengira lukanya akibat jatuh ketika pingsan di dekat rumah. Namun, setelah insiden tersebut, kondisi kesehatan MI terus menurun drastis. Ia sering mengeluh pusing hebat dan mengalami muntah-muntah hingga akhirnya pingsan.

Korban Merawat Ibu yang Jompo

Tita menyampaikan bahwa kakaknya selama ini merawat ibu mereka yang sudah lanjut usia. Setelah peristiwa tersebut, Tita akan mengambil alih tanggung jawab merawat ibu mereka. Namun, rencananya sang ibu akan dibawa ke Bogor untuk tinggal bersama saudara tertua mereka.

MI juga dikenal sebagai penerima bantuan sosial, termasuk BLT, BPJS, dan bantuan pangan beras. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan keprihatinan atas kejadian ini. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak lepas dari faktor kemiskinan dan keterbatasan ekonomi korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban dan harus bertanggung jawab untuk mencegah kejadian serupa.

Wahyu meminta jajarannya memperketat pendataan dan pengawasan terhadap warga tidak mampu dan kelompok rentan ekonomi. Ia juga berharap, pemerintah kecamatan, desa, serta perangkat RT dan RW memiliki kepekaan terhadap kondisi warga yang tidak mampu dan memiliki kerentanan ekonomi. Untuk ibunya yang sudah jompo, mulai saat ini akan diurus oleh pemda.

Pelaku Diamankan

Kepala Polsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku berinisial UA (41) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Insiden bermula ketika UA memergoki MI mengambil labu siam di kebunnya. Pelaku kemudian mengejar korban hingga ke depan rumah MI.

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku UA melakukan aksi kekerasan fisik secara bertubi-tubi. Korban dipukul menggunakan tangan kosong dan ditendang berulang kali hingga mengalami luka fisik yang cukup parah di berbagai bagian tubuh. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar dan lecet di bahu dan lengan. Korban juga mengalami hidung berdarah, pusing, muntah-muntah, serta benjolan di bagian belakang kepala.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *