Ibu Ida di Pasuruan Marah Besar Lihat Pencuri Motor Dihajar Warga

Aksi Berani Ibu-ibu di Pasar Wonorejo

Seorang ibu-ibu teriak histeris ketika melihat perilaku pria yang mencuri motornya. Teriakan tersebut memicu reaksi cepat dari warga sekitar, sehingga pelaku pencurian motor bisa ditangkap dan dihajar oleh massa.

Kejadian ini berlangsung di Pasar Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Uliyatul Mustarsida, seorang pedagang asal Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, menunjukkan keberanian luar biasa dengan berteriak untuk meminta bantuan saat motornya dicuri.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB, saat pasar sedang ramai aktivitas jual beli. Uliyatul yang sedang sibuk mengantar dagangan telur, memarkirkan motornya tidak jauh dari lokasi berjualan. Pada saat itu, HS (45), seorang pria asal Kecamatan Grati, mencoba melakukan aksi pencurian.

Namun, HS tidak menyangka bahwa korban sangat hati-hati dalam meninggalkan motornya. Saat mencoba menyalakan dan membawa kabur motor bernopol N 4138 TDH, Uliyatul melihat gerak-gerik mencurigakan. Tanpa rasa takut, ia langsung berteriak untuk meminta bantuan.

Teriakan Uliyatul membuat warga sekitar tergerak. Mereka langsung menutup lorong pasar dan menghadang pelaku sebelum sempat melarikan diri lebih jauh. HS yang sudah terkepung tidak dapat berkutik, dan emosi para pengunjung pun tak bisa dibendung.

Penangkapan Pelaku

Beruntung, pihak kepolisian dari Polsek Wonorejo tiba di lokasi sehingga bisa meredam situasi. Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban yang sedang beraktivitas. Saat ini, pelaku sudah diamankan dan masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut oleh petugas.

Akibat perbuatannya, HS kini terancam dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Sementara itu, motor milik Uliyatul berhasil diselamatkan dan dijadikan barang bukti guna melengkapi berkas pemeriksaan.

Ricuhnya Pembagian Takjil di Ponorogo

Selain kejadian di Pasar Wonorejo, sebuah kegiatan pembagian takjil juga berujung ricuh di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Acara ini digelar oleh komunitas Paseduluran Tanpo Akhir.

Warga yang ingin mendapatkan takjil sudah antre sejak pukul 16.00 WIB. Bahkan mereka yang ingin mendapatkan takjil nyaris memakan separuh jalan. Namun, kesabaran mereka setipis tisu. Sekitar pukul 16.55 WIB, warga yang sudah antre meringsek ke depan dan memaksa panitia untuk membuka truk box yang berisi takjil.

Panitia kewalahan dan akhirnya membuka truk box tersebut. Namun kondisi semakin ricuh. Warga meringsek ke depan, berebut takjil yang dibagikan. Beberapa emak-emak yang membawa anak pun tidak mau kalah. Mereka bahkan ada yang tergencet karena mau merebut takjil namun tidak bisa.

Pengalaman Warga

Salah satu emak-emak yang ikut war takjil, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa niatnya memang untuk rebutan takjil. “Kita orang gak mampu ibaratnya ya ini rebutan takjil,” katanya. Ia kemudian memperlihatkan takjil yang didapatkannya, yang ternyata berupa nasi dengan lauk ayam krispy.

Warga lain, Luis Marcelino, mengatakan bahwa niatnya adalah untuk berebut takjil karena kegiatan ini dilakukan setahun sekali. “Tidak kondusif tadi. Saya menunggu dari setengah 5 sore ndak segera dibuka. Akhirnya langsung rebutan,” paparnya.

Kegiatan Tahunan Komunitas

Panitia pembagian takjil, Hariyadi, menjelaskan bahwa ini adalah kegiatan tahunan dari komunitas Paseduluran Tanpo Akhir. “Hari ini ada 1000 paket. Hari ini silaturahmi juga berbagi takjil. Kegiatan banyak. Untuk bagi takjil sejak 2017 kami lakukan,” terang Hariyadi.

Terkait rebutan takjil, dia mengaku mungkin kondisinya berbeda ketika berbagi takjil di kecamatan kota maupun di kecamatan pinggiran. “Dulu di pinggiran seperti di Sumoroto. Biasanya hanya di traffic light. Ketika lampu merah kami bagikan. Ini baru pertama di kota. Nanti kami perbaiki,” pungkasnya.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *