Dituduh Isu Satanik, Isyana Sarasvati Sebut Soal Cahaya dan Ujian Suami

Isyana Sarasvati Dikaitkan dengan Sekte Satanik, Ini Penjelasan dan Responsnya

Isyana Sarasvati, penyanyi ternama Indonesia, kembali menjadi perbincangan setelah muncul tudingan bahwa ia dianggap sebagai pengikut sekte satanik. Tudingan ini muncul setelah dirinya merilis video musik terbaru berjudul Abadhi. Video tersebut memicu berbagai interpretasi dari warganet, terutama mengenai visual yang digunakan, seperti simbol mata satu yang dikaitkan dengan makna tertentu.

Spekulasi tentang Isyana semakin ramai dibahas di media sosial. Banyak netizen menyoroti beberapa elemen dalam video musik tersebut, termasuk simbol-simbol yang dianggap memiliki makna tertentu. Meskipun tidak memberikan bantahan langsung atau panjang lebar, Isyana menyampaikan respons melalui unggahan di media sosialnya. Dalam unggahan itu, ia membagikan lirik dari lagu Passing Through oleh Kina Grannis, yang dianggap sebagai respons simbolis terhadap spekulasi yang berkembang.

Simbol Mata Satu dalam Video Musik Abadhi

Dalam video musik Abadhi, terdapat visual mata satu yang menjadi perhatian utama para penggemar dan netizen. Simbol ini sering dikaitkan dengan konsep satanisme, meski tidak selalu memiliki makna negatif. Beberapa pihak menganggap bahwa simbol tersebut bisa mewakili kekuatan spiritual atau makna filosofis lainnya. Namun, karena konteksnya yang ambigu, banyak orang mengambil kesimpulan sendiri.

Tanggapan Suami Isyana Sarasvati

Suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, juga ikut merespons tudingan tersebut. Melalui akun Threads miliknya, Rayhan menyatakan bahwa tudingan-tudingan miring adalah ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru dimaknai secara berbeda oleh publik. Ia menegaskan bahwa asumsi sering kali datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami.

Rayhan juga berharap agar semua pihak dapat menjauhkan diri dari fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan. Ia percaya bahwa setiap karya seni harus diterima dengan hati terbuka dan tanpa prasangka.

Proyek Musik Terbaru Isyana: Album Eklektiko

Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana Sarasvati yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko. Album ini merupakan proyek ambisius yang dirilis secara bertahap sejak 2025 hingga awal 2026. Era musik baru Isyana sebelumnya dibuka dengan single “Babel” yang dirilis pada Februari 2026 dengan genre symphonic metal yang memadukan unsur orkestra megah.

Proyek ini mencakup empat bab atau chapter, yaitu Lunora, Mamiu, Cecilia, dan Abadhi. Setiap bab membawa konsep yang berbeda, mencerminkan perjalanan kreatif Isyana dalam menciptakan karya yang lebih kompleks dan penuh makna.

Latar Belakang Isyana Sarasvati

Lahir di Bandung pada 2 Mei 1993, Isyana Sarasvati tumbuh dalam lingkungan akademik dan musikal yang kental. Ayahnya, Sapta Dwikardana, adalah seorang doktor sekaligus analis perilaku, sedangkan ibunya, Luana Marpanda, adalah guru musik yang turut menanamkan kecintaan mendalam terhadap dunia nada. Sang kakak, Rara Sekar, juga menempuh jalur serupa sebagai musisi, menjadikan keluarga ini nyaris seperti orkestra mini.

Pengalaman lintas benua membuat perspektif Isyana semakin kaya. Ia sempat tinggal di Belgia saat sang ayah menempuh studi lanjutan. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya sebelum kembali ke Bandung di usia tujuh tahun.

Sejak kecil, Isyana menunjukkan kecemerlangan dalam musik klasik. Ia kerap mengikuti berbagai kompetisi, bahkan menjalani masa karantina demi persiapan pertunjukan. Pada usia sembilan tahun, ia telah mencatatkan prestasi sebagai juara regional Jawa Barat dalam Electone Festival serta menjadi finalis tingkat nasional dalam Kompetisi Piano Yamaha.

Bakat luar biasanya membawa beasiswa penuh dari pemerintah Singapura saat ia duduk di kelas dua. Ia pun menempuh pendidikan musik di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), di mana ia menyabet gelar Diploma di bidang Music Performance pada 2013. Dua tahun kemudian, ia meraih gelar Bachelor of Music dari Royal College of Music, Inggris, dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Transformasi musikal Isyana terjadi saat ia merambah industri pop. Bergabung dengan Sony Music Indonesia pada 2014, ia meluncurkan debut single “Keep Being You”. Namun, namanya benar-benar melambung lewat lagu “Tetap Dalam Jiwa” yang dirilis tahun berikutnya, lagu yang dengan cepat menancapkan pengaruhnya di blantika musik Tanah Air.

Tidak hanya sebagai penyanyi, Isyana membuktikan dirinya sebagai perempuan independen dalam industri. Pada Oktober 2020, ia mendirikan label musik sendiri, REDROSE RECORDS, sebuah langkah artistik yang memberinya kebebasan kreatif lebih besar.

Di balik sorotan lampu panggung, kisah asmara Isyana tidak banyak diketahui publik hingga ia menggelar pertunangan secara mengejutkan pada 29 Desember 2019. Calon suaminya, Rayhan Maditra, adalah seorang dokter yang telah menjadi pasangan Isyana selama lebih dari satu dekade, namun hubungan mereka nyaris tidak pernah terekspos. Pasangan ini resmi menikah pada 2 Februari 2020 di Bandung.

Rayhan sendiri bukan sosok asing dari dunia musik. Ia pernah tampil bersama Isyana dalam sejumlah cover lagu yang diunggah ke YouTube, memperlihatkan kekompakan mereka tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga secara musikal.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *