Identitas Korban Mutilasi di Pantai Ketewel Terungkap
Teka-teki mengenai identitas korban mutilasi yang ditemukan di Pantai Ketewel, Gianyar, akhirnya terungkap. Penemuan potongan tubuh yang viral di media sosial, mulai dari kepala hingga kaki, menjadi perhatian besar bagi masyarakat dan pihak kepolisian.
Untuk mengungkap pemilik potongan tubuh tersebut, Polda Bali dan Polres Gianyar segera melakukan penyelidikan di lokasi penemuan jasad. Seluruh potongan tubuh yang ditemukan dievakuasi ke Rumah Sakit Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar. Di sana, tim DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor bekerja keras untuk mengambil sampel DNA guna kepentingan autopsi dan pencocokan data.
Pihak kepolisian juga memperhatikan kemiripan ciri fisik, khususnya adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. Meskipun ada dugaan kuat bahwa tato tersebut mirip dengan korban penculikan, polisi tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.
Upaya terakhir untuk mengungkap identitas jenazah potongan tubuh itu adalah pengiriman sampel jenazah ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri di Jakarta. Hasil dari Puslabfor Bareskrim menunjukkan bahwa pemilik potongan tubuh tersebut adalah WN Ukraina bernama Igor Komarov (28).
Motif Pembunuhan Diduga Berkaitan dengan Uang
Kasus pembunuhan dan mutilasi ini diduga memiliki motif keuangan. Kepolisian Daerah (Polda) Bali terus melakukan pendalaman intensif terkait kasus penculikan yang menimpa Igor Komarov (28) di Bali.
Berdasarkan hasil penyelidikan terkini, pihak kepolisian mensinyalir bahwa motif utama di balik aksi kriminal tersebut berkaitan erat dengan persoalan keuangan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyatakan bahwa kesimpulan sementara ini merujuk pada bukti-bukti lapangan serta dokumentasi video yang telah dikantongi oleh tim penyidik.
“Motifnya kalau berdasarkan video yang viral, motif sementara diduga kuat berkaitan dengan uang, namun kami tetap menunggu hasil penangkapan para tersangka,” ujar Kombes Pol Ariasandy saat memberikan keterangan di Mapolda Bali.
Meskipun indikasi motif sudah mulai mengerucut, ia menegaskan bahwa kepolisian tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan menunggu hasil pemeriksaan langsung terhadap para pelaku utama untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut secara utuh.
Pelaku Keji dan Kondisi Jasad
Kekejaman pelaku dalam kasus ini terlihat dari kondisi potongan tubuh yang ditemukan. Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam.
Ia menyebutkan bahwa cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis. “Kalau nampak nyata memang potongan tubuh ya, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar,” ungkapnya menggambarkan kondisi tragis jasad tersebut.
Polisi menduga potongan tubuh tersebut sengaja dibuang ke air dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut. Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.
Video Viral Menghebohkan Media Sosial
Jagat media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan beredarnya rekaman video dari seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina berinisial IK (28) yang mengaku sedang diculik. Dalam video tersebut, IK yang tampak mengalami luka serius mengaku telah diculik di wilayah Kuta Selatan dan memohon bantuan keluarganya untuk membayar tebusan fantastis senilai US$10 juta atau setara dengan Rp157 miliar.
Menanggapi situasi yang meresahkan masyarakat tersebut, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait hilangnya warga Ukraina tersebut.
Kini tim gabungan dari Polsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar, dengan bantuan penuh dari Polda Bali sedang bekerja intensif di lapangan. Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh Polsek Kuta Selatan pada Minggu 15 Februari 2026 malam.
Dalam video itu, IK sempat berucap bahwa penculikan tersebut dipicu oleh masalah uang yang melibatkan orang tuanya, namun polisi tetap fokus pada penyelidikan tindak pidananya. Mengenai latar belakang korban yang disebut-sebut sebagai anak dari bos kriminal di Dnipro, Ukraina, Kombes Pol Ariasandy menyatakan bahwa sejauh ini status korban dalam dokumen resmi kenegaraan hanyalah sebagai wisatawan.
Pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi mengenai keterlibatan mafia atau motif tertentu sebelum pelaku berhasil diamankan. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan mengidentifikasi para pelaku melalui berbagai petunjuk yang ada.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa kurang lebih 10 orang saksi untuk mengumpulkan informasi yang valid. Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV di sekitar jalur Jimbaran guna memetakan pergerakan pelaku.











