Bisnis  

Kesaksian Selebgram Tresnany Saat Dubai Diserang Rudal Iran, Panik Dengar Ledakan: Gak Bisa Tidur

Pengalaman Tresnany Moonlight Saat Serangan Rudal Iran di Dubai

Selebgram dan pakar Law of Attraction, Tresnany Moonlight, baru-baru ini membagikan pengalamannya saat Dubai menjadi sasaran serangan rudal Iran. Dalam unggahannya, ia menggambarkan suasana mencekam yang terjadi di kota tersebut setelah serangan besar-besaran yang melibatkan ratusan roket dan drone.

Kondisi Terkini Dubai Pasca Serangan

Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, langit Dubai tiba-tiba dipenuhi suara ledakan akibat serangan yang dilakukan oleh Iran. Tresnany mengungkapkan bahwa situasi sangat genting, dengan banyaknya rudal yang ditembakkan ke arah kota. Meski begitu, ia memberikan kabar baik bahwa sistem pertahanan udara UEA berhasil menangkal sebagian besar ancaman tersebut.

Tidak ada hantaman langsung yang fatal, hanya puing-puing rudal yang jatuh di kawasan elit Palm Jumeirah. Ia menulis, “Pecahan rudal tadi jatuh ke hotel area Palm Jumeirah. Ini aja cuma pecahannya, gimana kalau masih utuh.” Selain itu, ia juga menyebut bahwa negara Timur Tengah sedang dikepung tentara Amerika.

Ketegangan di Jantung Dubai

Dalam unggahan lainnya, Tresnany membagikan rekaman suara ledakan hebat yang menggema di kawasan tersebut. Situasi ini memicu gelombang kepanikan luar biasa, tidak hanya bagi warga setempat tetapi juga para turis yang berada di sana.

Di tengah situasi genting, Tresnany menerima pesan singkat resmi yang mengimbau warga untuk tetap waspada. Ia mengungkapkan bahwa instruksi darurat tersebut diterimanya saat ia baru saja hendak beristirahat dan bersiap untuk tidur. “Kita semua dapat sms alarm karena barusan ada suara ledakan banyak. Mana posisinya aku udah pakai baju tidur lagi,” tulisnya.

Detik-Detik Penyelamatan Diri

Merespons situasi yang kian genting, Tresnany segera memutuskan untuk meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju lift. Di dalam lift, ia bertemu dengan kerumunan penghuni lain yang berniat turun ke area lobi. Di tengah kekalutan tersebut, ia mendapatkan arahan krusial untuk selalu membawa paspor ke mana pun ia melangkah sebagai langkah antisipasi evakuasi darurat.

Selama masa mencekam tersebut, Tresnany menyebut bahwa warga diminta untuk menjauhi jendela saat berada di dalam kamar. Ia mengaku merasa sangat resah dan khawatir, bahkan tidak bisa tidur hingga pagi hari. Ponselnya terus berdenting menerima rentetan SMS darurat yang menginstruksikan warga untuk tetap dalam status siaga.

Skala Serangan yang Masif

Berdasarkan penjelasan Tresnany, skala serangan pada Sabtu malam waktu setempat tersebut sangat masif. Tercatat sebanyak 137 roket asal Iran terdeteksi membelah langit Uni Emirat Arab (UEA). Namun, berkat kesigapan sistem pertahanan udara setempat, seluruh ancaman roket tersebut berhasil ditepis sebelum menyentuh target.

Serangan ini juga melibatkan 209 drone, namun 195 drone telah dihancurkan di udara, sementara 14 drone sisanya dilaporkan jatuh di laut. “Pantes dari tadi dengar suara ledakan,” tulis Tresnany. “Aku enggak bisa tidur sampai jam 6 pagi soalnya daritadi suara pesawat lewat lewat di langi.”

Ledakan Kembali Terdengar

Meskipun situasi mulai reda, pada hari ini kembali terdengar ledakan di Dubai. Tresnany mengungkapkan bahwa kasur tempat tidurnya berada di dekat jendela besar, sehingga ia tidak bisa tidur hingga jam 6 pagi. Bahkan, ia bangun pada jam 10 pagi karena mendengar suara ledakan lagi, meskipun suaranya agak jauh.

Terbaru, ia mengunggah pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat masih terdengar ledakan di area Dubai. “Tuh suaranya tuh kaya petir petir gitu ledakannya,” jelasnya.

Alasan Serangan Iran

Sebagai informasi, serangan Iran di sejumlah negara yang menyasar fasilitas militer AS merupakan tindakan balasan. Sebab, sebelumnya AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *