Antrean Penukaran Uang di Siring Nol Km Banjarmasin
Di Siring Nol Km Banjarmasin, seorang pria tua bernama Jarwo dengan sabar menunggu antrean penukaran uang pada Selasa (3/3/2026). Ia menunggu dengan ketenangan karena setiap tahun ia melakukan hal yang sama, bahkan sejak 36 tahun lalu. Jarwo, warga Banjarmasin yang usianya sudah lebih dari setengah abad ini, menukarkan uang untuk dibagikan saat Idulfitri 1447 H nanti.
“Setiap tahun sejak 1990, saya dan istri membiasakan berbagi dengan anak-anak sekitar. Mereka yang pintar mengaji, pintar baca doa, akan berbeda uang yang didapat,” ungkapnya.
Jarwo antre sejak pukul 12.45 Wita untuk mendapat nomor antrean dan ia mendapatkan nomor urut 179, kemudian pukul 14.00 mobil keliling Bank Indonesia membuka pelayanan penukaran uang.
Kiki, warga Puntik Km4, Batola, menukarkan uang untuk hari raya sebesar Rp2,8 juta. Sama halnya dengan masyarakat yang lain ia juga harus mengantre sejak pukul 12.00 Wita.
“Kita serahkan KTP, kemudian dapat nomor antrean. Nomor antrean itu diperlihatkan saat tiba giliran kita,” seloroh Kiki.
Harapan Kiki, informasi penukaran uang ini agar nantinya diperluas dan diperpanjang durasinya. Apalagi kuota hanya 200 orang.
Rahmad Muazin, warga Pekapuran Raya, Banjarmasin, mengatakan, ia menukarkan uang dengan tujuan membayar zakat mal.
“Saran saya, kalau bisa antreannya lebih teratur, kasihan orangtua dan lanjut usia, nunggunya lama, saya tidak tega,” ungkapnya.
Program Serambi 2026 oleh Bank Indonesia
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026, melakukan penukaran rupiah sebagai bagian dari komitmen pemenuhan kebutuhan uang Rupiah masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A Donanto H W, menyampaikan bahwa Serambi merupakan langkah strategis Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai, khususnya pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang secara historis mengalami peningkatan permintaan uang tunai.
Secara nasional, lanjut Donanto, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun. “Di Kalimantan Selatan, kebutuhan uang kartal pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 diperkirakan mencapai Rp3,06 triliun, meningkat 36,1 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp2,24 triliun,” jelasnya.
Peningkatan ini sejalan dengan proyeksi aktivitas ekonomi dan kebutuhan transaksi masyarakat yang lebih tinggi.
Layanan Penukaran Uang yang Lebih Terencana
Mendukung kelancaran layanan penukaran uang, KPwBI Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan setiap paket penukaran sebesar Rp5.300.000 guna memastikan pemerataan layanan dan kesempatan yang adil bagi masyarakat dalam memperoleh uang Rupiah pecahan sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan Serambi 2026 turut diperkuat melalui kerjasama dengan 21 bank yang tersebar di 120 titik layanan pada 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Bank Indonesia juga menggandeng 5 mitra layanan pada 25 titik tambahan untuk semakin memperluas jangkauan layanan penukaran uang kepada masyarakat di berbagai wilayah.
Untuk memastikan proses penukaran berjalan tertib dan terencana, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemesanan penukaran uang, tetapi juga menjadi media edukasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah serta mendorong perilaku belanja yang bijak selama Ramadhan dan Idulfitri.
Rangkaian Program SERAMBI 2026
Rangkaian program SERAMBI 2026 di Kalimantan Selatan meliputi: BERKAH (Bersama Perbankan Layanan Kas & Penukaran Rupiah), MITRA RAMAH (Mitra Layanan Penukaran Rupiah Ramadhan), SILATURAHMI (Stakeholders & Mitra Kerja untuk Penukaran Ramadhan & Idul Fitri), Kas Keliling BAIMAN (Kas Keliling Baimbai Perbankan), LAKASI (Layanan Kas Keliling Susur Sungai), Kas Keliling Pasar Wadai Ramadhan, Kas Keliling Peduli Mudik (Bandara–Pelabuhan), serta Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, menggunakan Rupiah dengan penuh tanggung jawab, serta memastikan keaslian uang Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Tema Serambi tahun ini adalah Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah dengan tagline KPwBI Provinsi Kalimantan Selatan, Rupiah Bamakna, Banua Bamartabat di Bulan Babarkat.
Pembayaran Non-Tunai yang Lebih Bijak
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan transaksi selama Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia turut mendorong pemanfaatan pembayaran non-tunai secara bijak dan aman. Selain penggunaan uang tunai untuk kebutuhan tertentu, pembayaran zakat, infak, sedekah, serta Tunjangan Hari Raya (THR) dapat dilakukan melalui kanal digital seperti QRIS yang telah tersedia secara luas.
Optimalisasi sistem pembayaran digital ini diharapkan mampu mendukung kelancaran transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi selama periode HBKN.
Melalui pelaksanaan Serambi 2026, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menjaga kelancaran sistem pembayaran, baik tunai maupun non-tunai, sekaligus memastikan ketersediaan uang Rupiah yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di momen penuh berkah ini.












