Nasib Raihan Usai Bacok Farra dengan Kapak, Dibuang ke Sel Khusus, Sendirian di Penjara

Penanganan Kasus Pembacokan di Kampus

Rehan Mujafar resmi menjadi tersangka dalam kasus pembacokan yang terjadi di kampus. Ia terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara berdasarkan Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kejadian ini menimpa korban, Farradhila Ayu Pramesti, yang saat itu sedang duduk bersiap mengikuti ujian akhir.

Kasus ini awalnya ditangani oleh Polsek Bina Widya, namun kemudian dinaikkan ke tingkat Polresta Pekanbaru untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menjelaskan bahwa seluruh proses hukum akan berada di bawah kendali pihaknya.

Tersangka Diisolasi di Sel Khusus

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses penyidikan, Rehan Mujafar ditempatkan di sel khusus secara terpisah dari tahanan lain. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari perlakuan khusus terhadap tersangka selama masa penahanan.

Selain itu, polisi telah melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasilnya menunjukkan bahwa ia tidak terpengaruh zat terlarang. Meski begitu, pemeriksaan psikologis akan dilakukan untuk mengungkap kondisi mental pelaku sebelum dan sesudah aksi kekerasan terjadi.

Pengakuan Pelaku dan Motif Pembacokan

Dalam pemeriksaan, Rehan mengakui bahwa ia memiliki niat untuk melakukan penganiayaan sejak November 2025. Ia menyatakan bahwa aksi tersebut bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil dari rencana yang matang. Bahkan, penyidik menduga pelaku memiliki keinginan untuk menghabisi nyawa korban.

Pelaku membawa senjata tajam berupa parang dan kapak dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar. Ia juga sempat mengasah sajam tersebut sebelum berangkat ke UIN Suska Riau. Aksi tragis itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Video Mesra dan Hubungan Tersembunyi

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, diketahui bahwa Rehan dan Fara memiliki hubungan khusus. Salah satu video memperlihatkan keduanya bermain gim PlayStation dengan suasana ruangan bercahaya redup. Mereka tampak saling mencium dan merasa nyaman.

Namun, Fara disebut diam-diam menjalin hubungan dengan pacarnya, Ferdi. Video mesra antara Fara dan Rehan membuat Ferdi terkejut, namun ia tetap memberikan dukungan kepada sang kekasih. Ferdi bahkan membagikan momen kebersamaan mereka dan menulis caption romantis untuk menyemangati Fara agar cepat pulih.

Dukungan dari Pacar Korban

Ferdi, yang telah menjalin hubungan dengan Fara selama 2 tahun, menunjukkan dukungan penuh meskipun mengetahui adanya video mesra antara Fara dan Rehan. Ia membagikan rencana perjalanan liburan ke Batam setelah Lebaran dan membelikan tiket agar Fara bisa pulang kampung.

Ia juga menyampaikan pesan-pesan romantis untuk Fara, termasuk menyebutkan bahwa ia telah membeli baju Lebaran secara berpasangan. Ferdi meminta Fara fokus pada pemulihan kesehatannya dan tidak memikirkan hal lain.

Motif Asmara di Balik Kekerasan

Penyelidikan mengungkap bahwa latar belakang penyerangan ini berkaitan dengan masalah asmara. Pelaku diduga tidak mampu menerima penolakan dari korban. Kapolsek Bina Widya, Nusirwan, menjelaskan bahwa sakit hati menjadi pemicu utama tindakan tersebut. Pelaku merasa tidak terima karena korban ingin memutus hubungan asmara karena sudah punya pacar.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *