Bisnis  

Koperasi Merah Putih Jagabaya Bantu Rakyat Kecil Bandar Lampung

Koperasi Merah Putih: Simbol Gotong Royong Ekonomi di Bandar Lampung

Di sebuah sudut Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, berdiri Koperasi Merah Putih yang masih terbilang muda. Usianya baru hitungan lima bulan. Sejak beroperasi pada September 2025, koperasi ini perlahan menjadi tempat warga mencari kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Di balik aktivitasnya yang sederhana, tersimpan harapan besar: membantu masyarakat kecil mendapatkan bahan pokok murah sekaligus menjadi pusat distribusi kebutuhan warga. Sudah lebih dari 2.000 desa/kelurahan di Lampung telah mendirikan Koperasi Merah Putih. Namun, baru 27 koperasi yang sudah memiliki gedung sendiri.

Salah satu tujuan pendirian Koperasi Merah Putih adalah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni dengan menyalurkan bahan bakunya. Dengan begitu, diharapkan perekonomian di desa/kelurahan mendapatkan imbas yang positif.

Sution, pengelola Koperasi Merah Putih Jagabaya, menceritakan bahwa Koperasi Merah Putih awalnya berangkat dari penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Kalau aktivitas Koperasi Merah Putih ini mulai berjalan dari bulan September 2025. Awalnya kami fokus dari beras SPHP yang memang ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/2/2026).

Selain beras SPHP, koperasi tersebut juga mulai menyediakan kebutuhan lain seperti minyak goreng hingga air mineral. Air mineral tersebut bahkan bisa dipesan warga dengan sistem pembayaran yang lebih fleksibel. Sebagian bisa dibayar di awal, dan sisanya setelah kegiatan selesai.

Bagi warga sekitar, koperasi ini dikenal sebagai tempat belanja yang lebih murah dibandingkan toko biasa. Sution menyebut, harga beras SPHP di pasaran bisa mencapai Rp 62 ribu per sak, namun koperasi berupaya menekan harga agar tetap terjangkau. “Kita berusaha supaya masyarakat bisa belanja lebih murah. Kalau di pasaran bisa sampai Rp 62 ribu, kami usahakan di bawah Rp 60 ribu untuk pengecer,” katanya.

Meski membawa semangat membantu warga, perjalanan koperasi ini tidak selalu mudah. Tantangan datang dari berbagai sisi, mulai dari keterbatasan modal hingga berbagai isu yang berkembang di masyarakat soal pendanaan koperasi. Menurut Sution, hingga kini koperasi masih mencari sumber pendanaan tambahan, termasuk membuka peluang kerja sama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Di tengah keterbatasan tersebut, koperasi juga menyimpan harapan bisa berkolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penyediaan bahan kebutuhan dapur. Namun kerja sama itu belum berjalan maksimal karena sebagian dapur masih belum aktif. “Harapan kami ke depan bisa bekerja sama dengan SPPG. Kalau dapur-dapur itu aktif dan ambil bahan dari koperasi, tentu sangat membantu,” ujarnya.

Selain soal pasokan, persoalan lain yang dirasakan adalah keterbatasan armada distribusi. Karena itu, wacana bantuan kendaraan operasional disambut positif oleh pengelola koperasi. “Kalau memang ada bantuan armada tentu sangat membantu, karena koperasi butuh kendaraan untuk distribusi barang,” katanya.

Bagi Sution, koperasi ini bukan sekadar tempat jual beli. Lebih dari itu, koperasi menjadi simbol gotong royong ekonomi warga. Dengan rak-rak sederhana berisi beras dan kebutuhan pokok, Koperasi Merah Putih Jagabaya terus bertahan. Di tengah keterbatasan, mereka menyimpan harapan agar koperasi bisa tumbuh dan benar-benar menjadi sandaran ekonomi masyarakat sekitar.

Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kedamaian

Kondisi berbeda ditemui di Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian. Bangunan yang berada di kantor Kelurahan Kedamaian bentuknya mirip seperti pos jaga. Hanya terlihat ruangan berukuran sekitar 4 x 3 meter persegi yang dicat warna merah dan putih serta ada sedikit warna abu-abu.

Pada bagian luar ada tempat tunggu beratap baja ringan, tersedia bangku. Namun, tempat tunggu tersebut malah dipakai untuk parkir kendaraan. Ada banner bertuliskan Gerai Koperasi Merah Putih Kedamaian AHU-0010983.AH.01.29 Tahun 2025 Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung. Banner tersebut menegaskan bahwa lokasi itu menjadi tempat Koperasi Merah Putih kelurahan tersebut.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung memastikan sebanyak 62 Koperasi Merah Putih yang ada sudah beroperasi dan berbadan hukum. Sejauh ini, dari target 162 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Bandar Lampung, telah berdiri sebanyak 62 gerai. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung Riana Apriana mengungkapkan, jumlah Koperasi Merah Putih yang ada sesuai dengan jumlah kelurahan di Bandar Lampung.

“Sebanyak 162 Koperasi Merah Putih sesuai dengan jumlah kelurahan yang ada di Bandar Lampung. Semuanya sudah berbadan hukum,” ujar Riana, Kamis (26/2/2026). Dari jumlah itu, baru sekitar 62 koperasi yang sudah mempunyai gerai usaha dan beroperasi. Meski begitu, semua koperasi tersebut belum memiliki gedung sendiri. “Belum punya gedung. Ada yang di kelurahan. Ada yang pinjam gedung,” ucapnya.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *