Momentum Awal Tahun 2026 untuk Pembiayaan Perbankan
Jakarta – Awal tahun 2026 menjadi momen penting bagi sejumlah emiten dalam memperkuat posisi keuangan mereka melalui pemenuhan fasilitas pendanaan dari kredit perbankan. Langkah ini diambil di tengah stabilnya suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) yang tetap berada di level 4,75%. Pada bulan Februari 2026, setidaknya tiga emiten mengumumkan penandatanganan perjanjian kredit perbankan.
Emiten Pertama: ELPI
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) mendapatkan kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 24 Februari 2026. Fasilitas kredit yang diperoleh mencakup kredit investasi IX senilai Rp280 miliar dan kredit investasi X senilai Rp115,2 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp395,2 miliar.
Fasilitas kredit investasi IX digunakan untuk pengadaan 6 unit kapal, termasuk Offshore Support Vessel/Offshore Supply Barge (OSV/OSB), Harbour Tug, Crew Boat, dan Pilot Boat. Pengadaan kapal ini khusus untuk kontrak PT Layar Nusantara Gas. Sementara itu, fasilitas kredit investasi X digunakan untuk pengadaan 4 unit kapal baru jenis Offshore Support Vessel (OSV) dan/atau Crew Boat. Kedua fasilitas kredit ini telah mendapatkan kontrak selama 18 tahun untuk Floating Liquid Natural Gas (FLNG) di Teluk Bintuni Papua Barat.
Emiten Kedua: MEDC
Di sektor energi, Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) meraih pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia senilai Rp800 miliar. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan. Perseroan menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank ICBC Indonesia pada tanggal 4 Februari 2026. Nilai pokok pinjaman adalah Rp800 miliar dengan jatuh tempo 60 bulan dari tanggal pencairan pertama.
Emiten Ketiga: NPGF
Sementara itu, emiten pupuk NPGF juga mengumumkan telah meraih fasilitas pinjaman dari PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM) dengan total nilai mencapai Rp54,02 miliar. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan sebagai opsi pembiayaan modal kerja perseroan. Direktur NPGF Prim Galawira A. menyampaikan bahwa pinjaman tersebut terdiri atas demand loan (uncommitted revolving) dengan plafon Rp45 miliar dan suku bunga 9,75% per tahun hingga 16 Oktober 2026. Selain itu, ada fasilitas PRK (committed revolving) dengan plafon Rp9 miliar dan suku bunga 9,75% per tahun hingga 16 Oktober 2026. Perseroan juga memperoleh fasilitas corporate credit card dengan plafon Rp20 juta, suku bunga 21% per tahun, dan jangka waktu hingga 30 Juni 2029.
Anak Usaha INPP
Di level anak usaha, PT Indonesia Paradise Property Tbk. (INPP) mengumumkan bahwa PT Mitra Gemilang Mahacipta (MGM) telah meraih fasilitas kredit senilai total Rp265 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Dalam keterbukaan informasi di BEI, Sekretaris Perusahaan INPP Ispandiati Makmur mengungkapkan bahwa fasilitas kredit dari BCA tersebut diperoleh PT Mitra Gemilang Mahacipta (MGM), yang merupakan entitas anak INPP pada 13 Februari 2026.
Fasilitas kredit dari BCA yang diperoleh entitas INPP tersebut terdiri atas fasilitas kredit investasi sebesar Rp255 miliar dan fasilitas kredit lokal sebesar Rp10 miliar. Agunan atas fasilitas itu berupa corporate guarantee dan gadai saham INPP di MGM sebanyak 13.888 lembar saham. Pemberian fasilitas kredit kepada MGM akan membantu pengembangan usaha bagi MGM.












