Bisnis  

Kuatkan fokus bisnis, intip rekomendasi saham PGN



JAKARTA – Kinerja PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN diproyeksikan semakin positif seiring dengan strategi penguatan lini bisnis midstream (tengah) dan downstream (hilir). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan gas nasional ini mampu menjawab tantangan di tengah dinamika transisi energi yang terus berlangsung.

Analis Ajaib Sekuritas Rizal Rafly menilai bahwa PGN berhasil membuktikan relevansinya sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Sebagai operator dominan dalam transmisi dan distribusi gas di Indonesia, PGN memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan pasokan energi yang stabil.

“Gas bumi tetap menjadi bahan bakar transisi yang kritis di tengah percepatan penggunaan energi terbarukan (EBT). Dengan pasokan domestik yang semakin ketat, peran LNG menjadi semakin vital, diperkirakan naik menjadi 18%-20% dari bauran pasokan PGN pada 2026,” jelas Rizal dalam publikasi risetnya.

Menurut Rizal, PGN memiliki ketahanan margin yang cukup baik melalui mekanisme pencampuran gas (blending) antara gas pipa dan Liquefied Natural Gas (LNG). Hal ini memungkinkan PGN menjaga harga jual rata-rata (ASP) yang kompetitif bagi industri sekaligus mempertahankan profitabilitas perusahaan.

“Kinerja laba PGN bersifat defensif. Meskipun ada tantangan biaya dari porsi LNG yang lebih besar, volume transmisi dan trading yang tumbuh sebesar 4% akan menjadi penyeimbang. Kami melihat adanya upside valuasi yang didukung oleh peningkatan keamanan pasokan dan arus kas yang stabil,” papar Rizal.

Ajaib Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham PGAS dengan target harga di level Rp 2.500. Target ini didasarkan pada keyakinan bahwa PGN mampu mengelola transisi pasokan ini tanpa mengorbankan margin secara signifikan.

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Arandi Pradana dalam riset terbarunya menyatakan bahwa sebagai subholding gas Pertamina, PGN pada 2025 berhasil menjaga stabilitas volume niaga dan transmisi, meskipun menghadapi tantangan penurunan alami (natural decline) dari sumur-sumur gas pipa konvensional.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari inisiatif PGAS dalam mengamankan pasokan gas nasional melalui integrasi infrastruktur pipa dan LNG. Hal ini dinilai menjadi kunci ketahanan (resilience) bisnis di tengah dinamika transisi energi.

Terciptanya jaminan pasokan kepada seluruh sektor pelanggan tersebut menciptakan optimisme atas bisnis PGN pada 2026. Dia memproyeksikan volume distribusi gas PGN akan tumbuh sekitar 3% secara tahunan menjadi 875 BBTUD.

“Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan industri yang stabil serta penambahan pelanggan baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” papar Arandi.

Strategi PGN dalam mengamankan kargo LNG sebagai substitusi atas penurunan pasokan gas pipa, khususnya dari Blok Corridor, menurutnya merupakan langkah taktis. Dalam catatannya, PGN menargetkan penyaluran sekitar 22 kargo LNG pada tahun 2026, yang akan menyumbang sekitar 20% dari total volume distribusi.

“Yang menarik adalah tingkat kepastian pasokannya. Dari target 22 kargo tersebut, sebanyak 14 kargo atau mayoritasnya sudah berhasil diamankan (secured) kontraknya sejak awal. Ini memberikan visibilitas yang jelas terhadap kemampuan PGN memenuhi kebutuhan pelanggan,” imbuhnya.

Selain distribusi, segmen transmisi gas PGN yang diproyeksikan tumbuh 4% YoY mencapai 1,6 bscfpd, didukung oleh peningkatan volume trading dan pengaliran gas yang lebih terintegrasi antar-wilayah.

RHB Sekuritas menyematkan rekomendasi netral terhadap saham PGAS dengan target harga di level Rp 2.100, mencerminkan valuasi yang wajar dengan potensi yield dividen sekitar 6%.

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mendapat arahan dari Danantara untuk bergerak di bisnis midstream dan downstream. Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan BUMN akan diarahkan untuk mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program-program strategis. Tiga fokus utama tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia.

“BUMN akan mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program strategis. Di sektor energi seperti PGN akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” ujar Dony Oskaria akhir Januari 2026.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *