Kebakaran Gudang Kembang Api di Sleman, Tidak Ada Korban Jiwa
Kebakaran hebat terjadi di sebuah rumah yang digunakan sebagai gudang kembang api di Padukuhan Blimbing Sari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kebakaran ini diperkirakan disebabkan oleh dugaan korsleting listrik, yang akhirnya memicu ledakan beruntun dalam waktu yang cukup lama.
Lokasi yang Sulit Diakses
Lokasi kejadian berada di permukiman padat penduduk, sehingga membuat upaya pemadaman api menjadi lebih sulit. Akses jalan sempit dan kurangnya infrastruktur pendukung menyulitkan pergerakan alat pemadam kebakaran. Warga setempat bersama tim pemadam kebakaran dari UGM dan Pemkab Sleman segera menerjunkan lima armada untuk menjinakkan api. Proses pemadaman membutuhkan hampir satu jam dan tiga tangki air.
Kerugian Material Besar
Meskipun tidak ada korban jiwa karena rumah dalam kondisi kosong, kerugian materi sangat besar. Seluruh bangunan serta isinya hangus terbakar, termasuk dua kendaraan bermotor. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan dari kobaran api.
Penyebab Diduga Korsleting Listrik
Menurut keterangan petugas Damkar Sleman, penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Namun, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti. Dugaan awal juga mengarah pada adanya kembang api yang tersimpan di dalam rumah, yang kemungkinan memperparah ledakan.
Respons Warga dan Petugas
Warga setempat langsung merespons kejadian dengan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api semakin membesar. Akhirnya, warga meminta bantuan dari Damkar UGM dan Pemkab Sleman. Dua unit mobil damkar dari UGM serta tiga mobil damkar dari Sleman segera tiba di lokasi kejadian.
Pengakuan Warga Setempat
Dukuh Blimbing Sari, Robet Purnomo, mengatakan bahwa kebakaran diketahui saat suara ledakan kembang api terdengar secara beruntun. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.00 pagi. “Saya mendekat dan melihat ada ledakan-ledakan terus-menerus,” katanya.
Robet juga menambahkan bahwa rumah dalam keadaan kosong dan pemiliknya, Daniel, tidak ada di lokasi saat kejadian. Menurut informasi, Daniel biasanya berjualan kembang api di depan Pasar Terban. Namun, ia tidak pernah membawa barang-barang tersebut pulang. “Kami menegaskan bahwa warga tidak diperbolehkan menjual kembang api di wilayah ini,” ujarnya.
Pengalaman Petugas Damkar
Petugas Damkar Sleman, David Iqbal, menjelaskan bahwa proses pemadaman memakan waktu hampir satu jam. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material sangat besar,” ujarnya. Menurut David, kesulitan utama adalah akses jalan yang sempit dan kurangnya pasokan air.
Investigasi Lanjutan
Kasi Operasional dan Investigasi Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, menyatakan bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. “Penyebab kebakaran arus pendek, korsleting listrik,” katanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











