Remaja 14 Tahun Meninggal Diduga Dianiaya Anggota Brimob: Tiba-Tiba Lompat dan Pukul Adik dengan Helm

Peristiwa Mencengangkan: Bocah 14 Tahun Meninggal Dianiaya Anggota Brimob

Pada hari Kamis (19/2/2026), sebuah kejadian tragis terjadi di Kota Tual, Maluku. Seorang bocah berusia 14 tahun meninggal dunia setelah dianiaya oleh seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) menggunakan helm. Kejadian ini mengejutkan masyarakat dan memicu sorotan besar dari berbagai pihak.

Latar Belakang Korps Brimob

Korps Brimob merupakan bagian penting dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Satuan ini memiliki tugas khusus dalam menangani situasi yang berisiko tinggi dan mengancam stabilitas keamanan. Berbeda dengan polisi reguler, Brimob memiliki kemampuan tempur, taktis, serta kemampuan dalam menangani ancaman seperti terorisme, kerusuhan, hingga konflik bersenjata.

Brimob terbagi menjadi dua unit utama, yaitu Gegana dan Pelopor. Unit Gegana fokus pada penjinakan bom, penanganan bahan peledak, operasi anti-terorisme, serta intelijen dan negosiasi dalam situasi penyanderaan. Sementara itu, unit Pelopor bertugas dalam penanganan huru-hara, operasi tempur ringan, pengamanan wilayah rawan konflik, dan pengamanan objek vital nasional.

Secara administratif, Brimob dibagi menjadi Korps Brimob Polri (pusat), Satbrimob Polda (Provinsi), Detasemen dan Kompi Brimob (Kabupaten/Kota). Korps Brimob dipimpin oleh seorang komandan yang berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol). Saat ini, Komjen Pol Imam Widodo menjabat sebagai Komandan Korps Brimob.

Tugas Utama Brimob

Sebagai pasukan khusus, Brimob memiliki tugas-tugas yang tidak dilakukan oleh polisi reguler. Beberapa tugas utama Brimob antara lain:

  • Penanggulangan huru hara dan konflik sosial
  • Operasi kontra terorisme
  • Penjinakan bom
  • Pengamanan objek vital nasional
  • Evaluasi dan penanganan bencana

Dalam kasus ini, kejadian yang melibatkan anggota Brimob menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh satuan tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi di ruas Jalan RSUD Maren Hi Noho Renuat, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Maluku. Korban bernama Arianto Tawakal (14 tahun), siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Maluku Tenggara, sedang berboncengan sepeda motor bersama kakaknya, Nasri Karim (15 tahun), siswa kelas X MAN Maluku Tenggara.

Menurut keterangan saksi, insiden bermula ketika kedua bersaudara itu melintas di jalan sekitar RSUD Maren usai salat subuh. Tiba-tiba, terduga pelaku, yang diketahui sebagai anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku, berinisial M.S. (Bripda Masias Siahaya), menghentikan mereka dan langsung memukul korban menggunakan helm hingga terjatuh dari sepeda motor.

Nasri Karim mengungkapkan bahwa oknum Brimob tersebut melompat dan memukul adiknya dengan helm. Akibatnya, korban terjatuh dengan posisi menyamping dan terseret beberapa meter di atas aspal. “Adik saya masih sempat sadar, tetapi mengalami pendarahan dari mulut dan hidung serta benturan di bagian belakang kepala,” ujar Nasri.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sekitar pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia. Nasri sendiri mengalami patah tangan dan masih menjalani perawatan.

Respons dari Pihak Berwajib

Kasat Reskrim Polres Tual, IPTU Aji Prakoso Trisaputra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, juga membenarkan bahwa anggota tersebut telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Irfan Marpaung, belum memberikan keterangan rinci dan menyatakan bahwa proses penyampaian informasi berada di bawah kewenangan Polres Tual.

Tanggapan Keluarga Korban

Ayah korban, Rijik Tawakal, meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan guna mencegah kejadian serupa terulang. “Saya minta ini diusut secara transparan. Segeralah diusut,” katanya.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif di balik insiden yang menyita perhatian masyarakat tersebut.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *