Informasi Terkini tentang Sumatera Barat dalam 24 Jam Terakhir
Berikut adalah informasi terkini seputar Sumatera Barat yang menarik perhatian masyarakat dalam 24 jam terakhir:
1. Kondisi Rumah Warga yang Rusak Akibat Banjir Bandang di Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 353 rumah terdampak banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Ratusan rumah tersebut terdiri dari kategori rusak berat, sedang, hingga ringan.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan data tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati dan langsung diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan lebih lanjut.
“Setelah kami masukkan surat, SK Bupati dikeluarkan sebanyak 353 rumah. Itu ada rusak berat, sedang, dan ringan. Setelah SK keluar, langsung kami usulkan ke BNPB terkait penanganannya,” ujar Eka Putra saat diwawancarai di rumah dinasnya, Kamis (19/2/2026) malam.
Untuk rumah dengan kategori rusak berat, Pemkab Tanah Datar menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) melalui dua skema, yakni mandiri dan terpadu. Pada skema terpadu, pemerintah daerah menyurati Danantara guna membantu pembangunan huntap.
Respons pun datang cepat. Di atas lahan seluas 1,8 hektare, sebanyak 80 unit huntap mulai dibangun dan telah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Alhamdulillah Danantara merespons langsung atas arahan Bapak Presiden. Di lahan 1,8 hektare akan dibangun 80 unit huntap,” katanya.
Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) diperkirakan menjadi penerima tahap awal pembangunan tersebut. Namun, kebutuhan huntap secara keseluruhan masih akan disesuaikan melalui komunikasi lanjutan antara pemerintah daerah dan warga terdampak.
“Kami masih punya sisa lahan. Kami komunikasikan lagi dengan warga, mana yang mau mandiri dan mana yang mau terpadu. Sekarang diperkirakan 80 KK butuh, jadi kita bangun 80 unit dulu,” jelasnya.
Sementara menunggu pembangunan huntap rampung, sebagian warga menempati hunian sementara (huntara). Tercatat 28 unit huntara bantuan dari Danantara dan 23 unit dari BNPB telah dihuni seluruhnya.
Adapun warga lainnya tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat yang tersebar di Padang Panjang, Bukittinggi, dan sekitar Batusangkar.
Bagi warga yang menumpang tersebut, pemerintah menyiapkan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang kini tengah dalam proses pencairan oleh BNPB.
Eka Putra menyebut, rumah rusak berat paling banyak berada di tiga kecamatan, yakni Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto. Ia juga menegaskan rumah yang berada di zona merah atau kawasan rawan tidak diperbolehkan dibangun kembali.
“Tentu tidak boleh. Itu daerah rawan, zona merah. Nanti ada kajian dari Badan Geologi,” tegasnya.
Di sisi lain, proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terus berjalan. Normalisasi sungai telah dilakukan dan ditangani oleh Adhi Karya. Sejumlah ruas jalan yang terdampak juga mulai diperbaiki, termasuk pemasangan jembatan Aramco di kawasan Malalo. Bantuan untuk sektor pertanian pun telah mulai disalurkan.
“Kami terus mengusulkan, dan mana yang sudah turun bantuannya langsung kita berikan untuk percepatan pemulihan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan rumah, Pemkab Tanah Datar juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga yang akan menempati huntap. Pemerintah membentuk kelompok usaha seperti kelompok penjahit dan kelompok tani.
Kelompok penjahit akan mendapatkan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Datar serta bantuan mesin jahit bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Sementara kelompok tani akan memanfaatkan lahan yang masih tersedia untuk menanam jagung, mengingat kebutuhan jagung di Tanah Datar cukup tinggi.
“Bibit kita siapkan dari Pemda. Jadi masyarakat yang tinggal di huntap nanti tidak hanya punya rumah, tapi juga punya penghasilan,” katanya.
Ia menegaskan, pemulihan ekonomi menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.
“Rumah dibangun, tapi ekonomi juga harus bangkit. Itu yang sedang kita upayakan,” tutupnya.
2. Truk Mitsubishi Rebah Kuda di Panyalaian Tanah Datar
Sebuah truk Mitshubishi kecelakaan di tunggal di Jalan Raya Bukittinggi – Padang Panjang, Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar dekat Simpang MTSN Kota Padang Panjang, Jumat (20/2/2026) pukul 16:30 WIB.
Video kecelakaan tersebut beredar di beberapa media sosial Instagram, salah satunya di akun @sumbarheadline.
Terlihat di dalam video, truk Mitsubishi berwarna oren rebah kuda dan masyarakat juga ramai di lokasi menyaksikan kecelakaan.
Saat dikonfirmasi ke Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot membenarkan terkait kecelakaan tersebut.
“Benar terjadi kecelakaan tunggal sebuah truk di Panyalaian Jumat sore tadi,” ungkapnya saat memberikan keterangan.
Ia menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika truk Mitsubishi fuso dengan Nopol BK 8183 NA yang dikendarai Suanta datang dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang.
Sesampainya di tempat kejadian, truk hilang kendali sehingga kendaraan tersebut jatuh ke sisi kiri jalan dari arah Bukittinggi.
Akibat kejadian tersebut, truk Mitsubishi fuso Nopol BK 8381 NA mengalami kerusakan.
“Jadi, truk ini datang dari Bukittinggi ke Padang Panjang, lalu hilang kendali, sehingga terjadi kecelakaan,” pungkasnya.
Kata AKP Pifzen, tidak ada korban jiwa dari kecelakaan tunggal tersebut, sementara kerugian ditaksir hanya Rp3.000.000.
“Tidak ada korban jiwa, sopir juga selamat, hanya truk yang rusak,” tambahnya.
Kecelakaan Sebelumnya
Wilayah Panyalaian merupakan kawasan rawan kecelakaan, lokasi ini sudah berulang terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Kecelakaan lalu lintas beruntun di lokasi yang sama beberapa waktu lalu juga terjadi.
Peristiwa itu melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepatnya di kawasan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/1/2026) pagi.
Insiden ini sempat menghebohkan pengguna jalan dan warga sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi, foto, serta video yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan bertonase besar seperti truk, satu unit mobil box ekspedisi, serta beberapa sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.
Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar di media sosial, terlihat sebuah truk melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang diduga mengalami rem blong saat melewati jalur menurun di kawasan Panyalaian.
Kondisi jalan yang menurun dan padat kendaraan diduga membuat truk tidak dapat dikendalikan.
Truk tersebut kemudian menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya, termasuk mobil box ekspedisi dan beberapa sepeda motor.
Benturan keras tidak terhindarkan, menyebabkan kendaraan-kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan foto-foto yang beredar, terlihat truk dan mobil box dalam kondisi terbalik di badan jalan.
Bahkan, kendaraan tersebut dilaporkan sempat menghantam beberapa bangunan yang berada di pinggir jalan.
Sementara itu, sejumlah sepeda motor tampak tergeletak di sekitar kendaraan besar, dengan beberapa di antaranya mengalami kerusakan cukup serius.

Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi sempat mengalami gangguan.
Sejumlah kendaraan terlihat mengantre dari kedua arah, sementara warga dan pengguna jalan berusaha memberikan pertolongan awal kepada para korban sebelum petugas tiba di lokasi.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pfizen Finot, membenarkan terjadinya kecelakaan beruntun tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.
“Benar, pada hari ini Senin (26/1/2026) sekitar pukul 08.45 WIB telah terjadi kecelakaan beruntun di pendakian Panyalaian, tepatnya di dekat Pesantren Nurul Ikhlas,” ujar Finot melalui keterangan resminya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian bersama tim terkait masih melakukan proses evakuasi terhadap korban maupun kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Untuk perkembangan lebih lanjut, termasuk jumlah korban dan kondisi terkini, akan kami laporkan kemudian,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban luka maupun korban jiwa akibat kecelakaan beruntun tersebut.
Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
3. Bupati Tanah Datar Pastikan Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam Saat Mudik Lebaran 2026
Kabar baik bagi para pemudik yang melintasi Sumatera Barat. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memastikan ruas Jalan Lembah Anai akan dibuka penuh selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kepastian itu disampaikan Eka Putra saat diwawancarai di rumah dinasnya, Kamis (19/2/2026).
Ia mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Ketika Pak Menteri PU datang, beliau menyampaikan kepada kami bahwa pada H-7 dan H+7 pekerja jalan di kawasan itu diliburkan. Jalur tersebut dibebaskan untuk para pemudik,” ujar Eka Putra.
Selama ini, ruas Jalan Lembah Anai hanya dibuka secara terbatas karena masih dalam tahap penanganan pascabencana. Namun khusus periode Lebaran, akses akan difungsikan selama 24 jam penuh.
“Jadi jalur itu bisa dilewati H-7 sampai H+7. Kita berharap ini sangat membantu masyarakat, khususnya pemudik,” katanya.
Faktor Cuaca Jadi Perhatian

Meski akses dibuka penuh, Eka Putra mengakui faktor cuaca tetap menjadi perhatian utama. Pasalnya, kawasan Lembah Anai sebelumnya terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.
Namun ia memastikan sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan untuk mengurangi risiko.
“Aliran air yang besar sudah dibuatkan jalurnya dan sungai sudah diperdalam. Insya Allah aman, mudah-mudahan cuaca juga mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menyebutkan bahwa Jalan Lembah Anai sudah bisa dilalui secara fungsional sejak 16 Desember 2025, meski dengan jam operasional terbatas.
“Sudah fungsional sejak 16 Desember 2025, tapi memang dengan jam terbatas,” kata Dody usai meninjau lokasi, Rabu (28/1/2026).
Saat ini, jalan tersebut hanya dibuka pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Namun untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Dody telah menginstruksikan agar ruas tersebut dibuka penuh selama H-7 hingga H+7.
“Saya minta ruas Lembah Anai ini pada H-7 dan H+7 bisa berfungsi 24 jam,” tegasnya.
Ia menilai kebijakan tersebut penting mengingat Jalan Lembah Anai merupakan salah satu jalur utama penghubung Sumatera Barat menuju Riau.
Adapun pekerjaan konstruksi permanen ditargetkan rampung pada Juli 2026. Pemerintah mengakui tantangan terbesar dalam penyelesaian proyek tersebut adalah faktor cuaca.
Dengan kebijakan pembukaan 24 jam saat Lebaran, diharapkan arus kendaraan tetap lancar dan masyarakat dapat melintas dengan rasa aman melalui kawasan Lembah Anai.
Jadwal Buka Tutup Jalur Lembah Anai Awal Ramadan 2026
Masuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026, skema arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Agam, masih dijadwalkan seperti biasa.
Diketahui, usai bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu, jalan di Lembah Anai terputus.
Pasca putus hingga sekarang, pengerjaan di lokasi masih terus dikebut hingga dapat digunakan saat Idul Fitri 2026 nanti.
Untuk itu, arus lalu lintas tidak sepenuhnya dapat dilewati selama 24 jam. Hal ini dikarenakan pembangunan sedang berlangsung.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan arus lalu lintas masih ditetapkan seperti biasa.
Ditutup pada pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sementara itu, arus lalu lintas di Lembah Anai kembali dibuka pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya.
Saat waktu penutupan tersebut, kendaraan tidak dapat melintas sama sekali, hanya dibuka sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Masih seperti biasa jadwalnya pada Ramadan 2026, dibuka 17.00 WIB hingga 08.00 WIB,” ungkapnya saat dikonfirmasi .
Meski dibuka, jalur Lembah Anai hanya dapat dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Sementara untuk kendaraan roda enam, delapan, 10 dan ke atasnya tidak dapat melintas lantaran ada perbaikan jalan usai longsor di Kilometer 66.700.
“Untuk roda enam ke atasnya, belum kita perbolehkan melintas,” pungkasnya.
Di sisi lain, sejumlah personel Satlantas Polres Padang Panjang terus berjaga di lokasi hingga saat ini.
Para personel ditempatkan di beberapa titik di Lembah Anai, ditugaskan mengatur lalu lintas saat jalur dibuka atau hendak ditutup.
Seperti di Simpang Kampung Baru, SPBU Silaing, RM Mangguang, Cubadak Bungkuak dan Portal Atas sesudah jembatan kembar dari arah Padang ke Bukittinggi.
“Setiap harinya kita tempatkan 15 orang dari jajaran Sat Lantas Polres Padang Panjang,” tambahnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












