Perjalanan Desi Impiyani dalam Mengembangkan Usaha Tapis Citra
Desi Impiyani, pemilik dari House Tapis Citra, telah membuktikan bahwa kreativitas dan ketekunan dapat mengubah impian menjadi nyata. Dari awal yang sederhana, ia kini memimpin sebuah rumah produksi tapis yang mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Berbagai produk yang dihasilkannya mencakup hijab, kain tapis bernilai jutaan rupiah, serta berbagai souvenir dan dekorasi rumah.
Proses Produksi yang Membutuhkan Ketelitian
Di Galeri House Tapis Citra, Desi dan timnya bekerja dengan penuh fokus. Mereka mulai dengan menggambar pola di atas kain sebelum melakukan sulam usus. Setiap proses membutuhkan ketelitian tinggi, terutama untuk motif klasik seperti “mata kibau” yang memakan waktu hingga tiga sampai empat bulan. Sulam usus sendiri bisa diselesaikan dalam dua hari, tetapi tapis memerlukan kesabaran dan keahlian khusus.
Ketika pandemi melanda, pesanan menurun drastis. Namun, Desi tidak menyerah. Ia mengalihkan produksi ke pembuatan masker kain bordir agar arus kas tetap lancar. Strategi ini membantunya menjaga kelangsungan usaha selama masa sulit.
Produk yang Dijual dan Pasar yang Menyebar
House Tapis Citra tidak hanya memproduksi kain tapis tradisional, tetapi juga mengembangkan tapis modern dan berbagai produk turunan. Beberapa contoh produk yang ditawarkan antara lain:
- Souvenir (gantungan kunci mulai dari Rp10 ribu, pouch Rp50 ribu)
- Home décor (hiasan dinding, sarung bantal, dekorasi interior)
- Busana by request
- Sulam usus sesuai pesanan
Untuk kain tapis eksklusif, harga bisa mencapai Rp 12 juta per lembar, terutama untuk pesanan khusus dengan desain personal. Dalam sehari, timnya mampu memproduksi sekitar 20 produk souvenir. Namun, untuk kain tapis, prosesnya jauh lebih lama.
Pengembangan Bisnis dan Pelatihan
Desi sering diundang untuk pelatihan membuat tapis di lapas ataupun di dinas lainnya. Ia mengatakan bahwa sulam usus bisa dipelajari dalam dua hari, sedangkan tapis membutuhkan waktu seminggu karena teknik tusukannya lebih rumit. Ia juga pernah menerima tantangan besar saat menerima pesanan 97 busana dari desainer Jakarta dalam waktu dua bulan. Meski awalnya ragu, akhirnya ia menerima tantangan tersebut dan berhasil menyelesaikan pesanan dengan detail sempurna.
Omzet dan Pasar yang Luas
Dalam kondisi sepi, House Tapis Citra mencatat omzet sekitar Rp.20 juta per bulan. Saat ramai pembeli dan pameran atau pelatihan, omzet bisa melonjak hingga Rp.80–100 juta. Pasarnya tidak hanya di Lampung, tetapi juga di Medan, Bali, hingga Sulawesi Selatan yang kini menjadi pelanggan tetap. Penjualan dilakukan melalui Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Kepedulian terhadap Budaya dan Komunitas
Lebih dari sekadar bisnis, House of Citra juga aktif melatih ibu-ibu rumah tangga hingga warga binaan lembaga pemasyarakatan setiap tahunnya. Baginya, tapis bukan hanya kain, tetapi warisan budaya sekaligus sumber penghidupan. Meski kerap harus menolak pesanan yang terlalu mendesak, Desi tetap berkomitmen menjaga kualitas.
Kesimpulan
Perjalanan Desi Impiyani dalam mengembangkan House Tapis Citra adalah bukti bahwa ketekunan dan kreativitas dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna. Dengan menggabungkan seni tradisional dan inovasi modern, ia berhasil menciptakan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan budaya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












