Daerah  

143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Banten Jadi Fokus Utama

Prediksi Perjalanan Lebaran 2026 dan Strategi Pengendalian Arus Mudik

Sebanyak 143,9 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran Idul Fitri 2026. Angka ini berasal dari survei angkutan lebaran yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), yang menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan strategi pengendalian arus mudik dan balik tahun ini.

Proyeksi tersebut sedikit lebih rendah dibanding hasil survei 2025, yang mencatat potensi sekitar 146 juta pergerakan. Namun realisasi di lapangan pada tahun lalu mencapai 154 juta orang. Dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan kebijakan flexible working arrangement (FWA), pemerintah memperkirakan bahwa periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua pekan.

Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, prediksi jumlah pergerakan masyarakat pada 2026 diperkirakan kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin. Meskipun terjadi penurunan sekitar 1,7 persen, pemerintah tetap bersiap dengan skenario lonjakan yang lebih tinggi.

Dudy mengimbau masyarakat menyusun rencana perjalanan sejak dini dan memanfaatkan fleksibilitas waktu kerja untuk menghindari hari-hari puncak. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA)

Kebijakan FWA dianggap cukup efektif dalam menekan potensi lonjakan pergerakan pada puncak arus mudik. Pengaturan kerja yang lebih fleksibel memungkinkan masyarakat mengatur waktu perjalanan sehingga tidak menumpuk pada hari-hari tertentu.

Pemerintah telah menyepakati penerapan FWA bagi Aparatur Sipil Negara dan sebagian pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Dengan adanya FWA, pergerakan pemudik diperkirakan lebih menyebar ke rentang H-6 hingga H-8 sebelum Lebaran. Pola serupa juga diprediksi terjadi saat arus balik.

Survei menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi meredam lonjakan pada H-4 sampai H+6 setelah Lebaran, karena sebagian masyarakat memilih kembali di luar periode puncak.

Banten Jadi Perhatian Utama

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa pemerintah akan mengoperasikan empat pelabuhan utama di Provinsi Banten secara simultan guna mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik. Empat pelabuhan tersebut adalah:

  • Pelabuhan Ciwandan – diperuntukkan bagi kendaraan roda dua atau sepeda motor.

    Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) Cabang Banten atau dikenal sebagai Pelabuhan Umum Ciwandan terletak di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

  • Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera – difungsikan sebagai pelabuhan alternatif untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan.

    Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port) berlokasi di Jl. May.Jend. S. Parman KM 13, Cigading, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.

  • Pelabuhan Merak – dikhususkan bagi kendaraan pribadi dan bus penumpang.

    Pelabuhan Merak terletak di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

  • Pelabuhan Bandar Bakau Jaya – akan melayani kendaraan logistik dan truk.

    Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) atau Pelabuhan Bojonegara terletak di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten.

Skema pembagian ini dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan yang selama ini bertumpu di Pelabuhan Merak. Dengan distribusi berbasis jenis kendaraan, diharapkan antrean panjang yang kerap terjadi pada musim mudik dapat ditekan secara signifikan.

Kesiapan Infrastruktur dan Manajemen Lalu Lintas

Banten menjadi wilayah krusial dalam konektivitas Pulau Jawa dan Sumatera, khususnya melalui jalur penyeberangan Merak–Bakauheni. Setiap musim Lebaran, jutaan penumpang dan ratusan ribu kendaraan melintas melalui jalur ini, sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas dan manajemen pelabuhan yang terintegrasi.

Dalam rakor tersebut, Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah juga membahas kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari akses jalan menuju pelabuhan, area buffer zone atau kantong parkir, sistem tiket elektronik, hingga pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di jalur arteri maupun tol.

Menhub menekankan pentingnya sinergi lintas instansi, termasuk kepolisian, operator pelabuhan, serta pemerintah daerah. Menurutnya, pengalaman mudik tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pelayanan tahun ini.

Pemprov Banten menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Pemerintah daerah akan memastikan kesiapan akses jalan provinsi serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna mendukung kelancaran arus mudik.

Dengan pengoperasian empat pelabuhan secara bersamaan, pemerintah berharap pergerakan kendaraan lebih terdistribusi, waktu tunggu penumpang berkurang, dan potensi kemacetan panjang di kawasan Merak dan sekitarnya dapat diminimalisir.

Persiapan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah menghadapi tradisi mudik Lebaran yang setiap tahun menunjukkan tren peningkatan mobilitas masyarakat. Pemerintah menargetkan angkutan Lebaran 2026 berjalan lebih tertib, aman, dan lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *