Peristiwa Penembakan di Rumah Anggota DPRD Jateng Menggegerkan Warga Kedungwuni
Pada malam hari tanggal 14 Februari 2026, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Kampung Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal Hj Nur Fatwah, anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP, menjadi sasaran penembakan oleh seorang pria tak dikenal. Peristiwa ini mengundang perhatian masyarakat setempat dan membuat suasana kampung menjadi kacau.
Rumah tersebut adalah milik suami Hj Nur Fatwah, yaitu Ahmad Muzakhim alias Boim (56), yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat. Aksi penembakan terjadi sekira pukul 21.10, ketika Boim sedang duduk santai di teras rumah bersama dua rekannya. Saat itu, pelaku tiba dengan mengendarai motor matic berwarna hitam. Dengan ciri-ciri khusus seperti jaket kulit hitam, celana pendek hitam, helm hitam, serta masker abu-abu, pelaku langsung melepaskan satu tembakan ke arah teras rumah.
Beruntung, proyektil tidak mengenai korban. Peluru hanya menghantam bagian atas dinding dan plafon teras sebelum akhirnya ditemukan di area garasi rumah. “Saya tidak punya firasat apa-apa. Saya kira itu pengirim paket atau tamu,” ujar Boim kepada media setelah kejadian.
Proses Penyelidikan oleh Polisi
Setelah peristiwa tersebut, jajaran Polres Pekalongan langsung melakukan olah TKP dan menyita barang bukti berupa satu proyektil timah berwarna perak sepanjang sekitar satu sentimeter. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya serius menangani kasus tersebut. “Kami sudah mendatangi lokasi, memeriksa para saksi, dan mengamankan barang bukti. Saat ini tim sedang bekerja untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penembakan ini,” tegasnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur teror atau intimidasi dalam aksi tersebut. Selain itu, pelaku tercatat terekam dalam rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa ia datang dari arah utara dengan mengenakan jaket dan masker. Pelaku mengendarai motor dengan pelat nomor belakang yang diposisikan miring sehingga sulit terbaca.
Keterangan dari Korban
Boim menjelaskan bahwa sejak sore hari dirinya berada di luar rumah. Setelah salat asar, dia bersama dua rekannya pergi ke Kecamatan Talun untuk membeli telur sebanyak empat tong. Setelah itu, dia melanjutkan aktivitas dengan makan malam di Grogolan dan menyalurkan bantuan banjir ke Pesanggrahan dan Bebel. “Saya sampai rumah sekira pukul 20.30. Tidak lama kemudian ada dua tamu datang,” ujar Boim.
Situasi berubah mencekam ketika salah satu tamu keluar rumah untuk membeli rokok. Tak berselang lama, sebuah motor datang dari arah utara dan berhenti sejenak di depan rumah. Pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan sebelum melarikan diri. “Ada motor masuk, berhenti sebentar, lalu langsung menembak. Kejadiannya sekira pukul 22.00,” katanya.
Boim sempat berniat mengejar pelaku, tetapi mengurungkan niat karena khawatir pelaku masih membawa senjata api. “Saya mau mengejar, tapi takut malah ditembak,” tuturnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung
Menurut Boim, suara letusan terdengar sangat keras dan berbeda dari suara petasan atau benda jatuh biasa. Tembakan tersebut mengenai tembok dan proyektilnya jatuh di depan teras garasi. Polisi telah mengamankan proyektil sebagai barang bukti, namun selongsong peluru belum ditemukan di lokasi kejadian.
Boim langsung menghubungi aparat kepolisian sebanyak tiga kali, masing-masing ke Polda Jateng dan Polres Pekalongan. Sekira 30 menit kemudian, petugas dari Polsek Kedungwuni yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian tiba untuk melakukan olah TKP.
Saat ditanya terkait kemungkinan motif, Boim menegaskan tidak memiliki persoalan bisnis maupun konflik dengan pihak lain. “Kalau persoalan kompetitor, tidak ada,” tegasnya.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











