Mengungkap Alasan Riyan Ardiansyah Tidak Dapat Restu Debut Bersama Persebaya Surabaya

Alasan Riyan Ardiansyah Tidak Segera Debut Bersama Persebaya Surabaya

Pemain sayap Persebaya Surabaya, Riyan Ardiansyah, akhirnya mengungkap alasan mengapa ia belum bisa melakukan debut bersama klub barunya. Meskipun telah resmi bergabung dengan Persebaya setelah dibajak dari Malut United, kondisi fisiknya masih belum dalam keadaan ideal.

Kondisi Fisik yang Masih Belum Optimal

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menjelaskan bahwa Riyan Ardiansyah belum sepenuhnya siap untuk tampil di lapangan. Ia baru saja melewati masa tidak aktif dan belum kembali bermain secara rutin. Hal ini menyebabkan stamina dan level kebugarannya belum mencapai standar kompetisi.

“Kami juga mendatangkan pemain yang memiliki lebih banyak pengalaman. Namun Rian baru saja melewati masa musim tidak aktif dan tidak bermain untuk Malut, jadi kondisinya stamina belum terlalu baik,” ujar Bernardo Tavares.

Langkah Bertahap untuk Persiapan Maksimal

Tim pelatih memilih untuk melatih Riyan secara bertahap agar ia dapat tampil maksimal saat benar-benar siap. Proses persiapan ini juga sejalan dengan kebutuhan jangka panjang tim. Persebaya Surabaya tidak hanya membutuhkan pemain pelapis, tetapi juga sosok berpengalaman yang mampu memberi dampak langsung.

Rekam Jejak yang Mengesankan

Secara rekam jejak, kualitas Riyan Ardiansyah memang tak perlu diragukan. Bersama PSIS Semarang, ia mencatat 119 pertandingan dengan torehan 12 gol dan 6 assist. Selain itu, ia juga mencatat 6.144 menit bermain selama memperkuat PSIS. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi serta kepercayaan yang pernah diberikan kepadanya.

Dari sisi disiplin, Riyan mengoleksi 17 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah saat membela PSIS. Statistik itu menggambarkan karakter bermainnya yang agresif namun tetap kompetitif.

Pengalaman Bermain di Level Tertinggi

Sementara bersama Malut United FC, ia hanya mencatat lima pertandingan dengan total 61 menit bermain. Minimnya jam terbang di klub terakhir inilah yang berdampak langsung pada kondisi fisiknya saat ini.

Tak heran jika adaptasi menjadi tantangan awal bagi Riyan Ardiansyah di Persebaya Surabaya. Ia tak hanya harus menyesuaikan diri dengan taktik Bernardo Tavares, tetapi juga mengejar ketertinggalan stamina.

Pentingnya Keberadaan Riyan di Skuad

Bernardo Tavares menegaskan proses pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas. Tim pelatih akan menggenjot latihan agar sang winger bisa segera mencapai performa terbaiknya.

Di sisi lain, kehadiran Riyan tetap dinilai penting untuk komposisi skuad. Pengalaman bermain di level tertinggi membuatnya bisa menjadi panutan bagi para pemain muda Persebaya Surabaya.

Apalagi Persebaya Surabaya musim ini banyak dihuni talenta muda. Kombinasi energi muda dan pengalaman senior menjadi formula yang coba diramu Bernardo Tavares.

Fleksibilitas Pemain

Riyan juga dikenal sebagai pemain yang mampu bermain di lebih dari satu posisi. Fleksibilitas tersebut memberi opsi tambahan bagi pelatih dalam meracik strategi.

Persiapan yang Krusial

Dengan persaingan ketat di Super League 2025/2026, setiap detail persiapan menjadi krusial. Persebaya Surabaya tak ingin terburu-buru menurunkan pemain yang belum sepenuhnya siap secara fisik.

Keputusan menunda debut Riyan Ardiansyah bukan tanpa alasan. Tim pelatih ingin memastikan ia berada di level kebugaran optimal sebelum benar-benar dilepas ke lapangan.

Bagi Riyan sendiri, situasi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi. Ia memiliki kesempatan membuktikan diri setelah minim kontribusi di Malut United.

Publik Surabaya tentu menantikan momen debutnya. Sosok berpengalaman seperti Riyan diharapkan mampu menjadi solusi di lini serang yang membutuhkan variasi serangan.

Kini semuanya bergantung pada proses latihan yang sedang dijalani. Jika kondisi fisiknya sudah kembali prima, bukan tak mungkin Riyan Ardiansyah segera mencatatkan debut bersama Persebaya Surabaya.

Untuk sementara, alasan di balik belum turunnya Riyan Ardiansyah sudah jelas. Stamina yang belum maksimal menjadi faktor utama, bukan persoalan teknis atau nonteknis lain.

Persebaya Surabaya memilih bersabar demi hasil terbaik. Dan saat waktunya tiba, Riyan Ardiansyah diharapkan hadir sebagai amunisi matang, bukan sekadar rekrutan baru hasil bajakan dari Malut United.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *