Daerah  

Kami Tak Diajak Konsultasi, Dinas ESDM Sebut Mall Terbesar di Lokasi Tanah Gerak Semarang

Perencanaan Pakuwon Mall Semarang di Kawasan Gombel Lama

Pakuwon Mall Semarang yang digadang-gadang akan menjadi mall terbesar di Indonesia, direncanakan dibangun di kawasan Gombel Lama. Proyek ini menempatkan mal dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah di wilayah yang dikenal sebagai tanah gerak. Target operasional proyek ini ditetapkan pada tahun 2029.

Namun, ada risiko yang perlu diperhatikan karena kawasan Gombel Lama merupakan daerah geologi sesar aktif. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah menyatakan bahwa daerah tersebut harus dihindari dari aktivitas infrastruktur berat. Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan bahwa kawasan itu merupakan zona struktur geologi yang aktif. Ia juga mengungkap bahwa gerakan patahan sesar sudah terlihat di kontur Jalan Gombel Lama yang mudah rusak.

Selain itu, kawasan ini pernah mengalami kerusakan sebanyak 40 unit rumah berupa dinding retak-retak di Perumahan Gombel Indah. Struktur geologi aktif di Gombel mirip dengan kondisi di tanah gerak di Jangli Semarang. Struktur ini terdiri dari formasi halang dan formasi rambatan. Formasi halang berupa struktur batuan pasir, sedangkan di bawahnya adalah formasi rambatan yang didominasi oleh batuan lempung. Pergerakan struktur ini berjalan lambat, namun sewaktu-waktu bisa mempengaruhi bangunan konstruksi yang ada di atasnya.

Agus menegaskan bahwa pelaku usaha di kawasan tersebut sudah mengetahui potensi ancaman tersebut. Dalam perencanaan kegiatan pembangunan berskala besar, semua aspek akan dihitung termasuk potensi ancaman bencana. Ia percaya bahwa mereka pastinya sudah mendapatkan informasi dan memiliki teknologi untuk mengelola hal tersebut. Dari sisi kewenangan, proses pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB) diatur oleh Pemkot Semarang.

Terkait jangka waktu ancaman tanah gerak, Agus mengaku tidak bisa memperkirakan bencana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tanah gerak secara alamiah akan menstabilkan diri apabila kestabilannya terganggu. Faktor-faktor eksternal seperti curah hujan tinggi atau sistem drainase juga menjadi indikator penting dalam menentukan stabilitas tanah.

Agus menyarankan masyarakat yang mengetahui potensi tanah gerak di Kota Semarang agar menghindari proses pembangunan di atas tanah tersebut. “Perlu ada antisipasi atas potensi yang mengancam saat kita ketahui di daerah situ memiliki potensi ancaman terhadap rencana kegiatan kita. Kalau bisa dihindari,” tambahnya.

Solusi untuk Tanah Gerak di Lokasi Pembangunan

Sebelumnya, saat ground breaking Pakuwon Mall Semarang pada Senin (18/8/2025), pergerakan tanah di kawasan Gombel Lama juga disinggung. Dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, disebutkan bahwa sudah ada solusi tentang tanah gerak di lokasi tersebut. “Nanti, pergeseran tanah di Gombel Lama akan selesai dengan soulder pile,” ucap Agustin.

Ia yakin bahwa pembangunan Pakuwon di Gombel Lama akan memberikan dampak positif tidak hanya perekonomian saja. Lebih lanjut, Agustin menambahkan, hadirnya mal terbesar di Indonesia ini akan menyerap ribuan tenaga kerja. Tentu, ini akan menimbulkan multiplier effect bagi ibu kota Jateng. Dia optimistis, pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang bisa tumbuh hingga delapan persen dengan tingginya investasi yang masuk.

Detail Pembangunan Pakuwon Mall Semarang

Mal terbesar di Indonesia bakal hadir di Kota Semarang dengan ditandai groundbreaking Pakuwon Mall Semarang, di kawasan Gombel Lama, Senin (18/8/2025). Pakuwon Mall Semarang yang digadang menjadi mall terbesar di Indonesia mencakup area seluas 12,7 hektar pada pembangunan tahap pertama. Area tersebut terdiri atas pusat perbelanjaan dengan Net Leasable Area (NLA) 134.000 meter persegi, piazza berkapasitas 5.000 orang, serta Exhibition dan Convention Hall.

Area parkir berkapasitas 5.000 mobil dan 3.000 motor. Serta, hotel bintang 4 dan 5 dengan total 538 kamar. Direktur Marketing Pakuwon, Sutandi Purnomosidi, mengungkapkan bahwa pembangunan tahap pertama ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2029, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 10.000 orang. Rekrutmen tenaga kerja diperkirakan mendekati 2029 saat mal ini akan mulai beroperasi.

“Setelah beroperasi nanti, Pakuwon Mall akan minimal menyerap 10.000 tenaga kerja. Satpam, cleaning servis, petugas parkir, seluruh SPG toko di Pakuwon. Kami berkomitmen bahwa akan mengutamakan yang ber-KTP Semarang,” tuturnya.

Sutandi memaparkan, proyek ini merupakan superblok perdana Pakuwon di Kota Semarang dengan investasi tahap pertama senilai Rp5,6 triliun. Diperkirakan, investasi bisa mencapai lebih dari Rp12 triliun jika digabungkan dengan tahap kedua. Sementara, tahap kedua akan dibangun setelah pusat perbelanjaan ini sudah beroperasi. Luas pembangunan di tahap kedua mencapai 80.000 meter persegi NLA.

“Nah, ketika tahap dua jadi itu luas Pakuwon Mall Semarang ini akan menjadi 214.000 meter persegi. Ini bukan mall terbesar nomor dua tapi terbesar nomor se-Indonesia, karena Pakuwon Mall Surabaya yang saat ini yang terbesar dengan luas 200.000 NLA itu terdiri dari Pakuwon Mall dan Pakuwon Trade Center,” jelasnya.

Dia meyakini hadirnya Pakuwon Mall akan menjadi penggerak roda ekonomi bagi Kota Semarang. Target pasar Pakuwon Mall pun tidak hanya ibu kota Jateng melainkan daerah sekitar seperti Batang, Demak, Kudus, dan lainnya. Hanya saja, diakuinya, proses pembangunan memang membutuhkan waktu cukup panjang. Pada satu tahun pertama, pembangunan struktur tanah agar tidak bergerak. Pasalnya, diketahui, wilayah Gombel Lama ini dikenal daerah patahan yang cukup rawan terjadi pergerakan tanah.

“Dalam satu tahun ke depan, mungkin tidak akan melihat ada pergerakan apapun karena pembangunannya ke dalam tanah,” ujarnya.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *