Bisnis  

Ratusan Nasabah BPR Cirebon Kepung Bank Usai Izin Dicabut OJK

Ratusan Nasabah Memadati Kantor BPR Bank Cirebon Setelah Izin Usaha Dicabut

Ratusan nasabah memadati Kantor Perumda BPR Bank Cirebon setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha bank tersebut. Kehadiran para nasabah terlihat sangat antusias, namun mereka juga tampak kebingungan dan khawatir terhadap keamanan tabungan mereka. Aparat kepolisian berjaga untuk mengatur kerumunan yang terjadi di sekitar kantor bank.

Pencabutan izin usaha BPR Bank Cirebon membuat banyak nasabah, terutama pedagang kecil dan pemilik deposito, kesulitan mengakses dana simpanan mereka. Hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada layanan perbankan tersebut.

Nasabah Mengeluh dan Khawatir

Salah satu nasabah, Mimi (62), seorang pedagang pasar, mengaku datang setelah mendengar kabar dari warga sekitar bahwa kondisi bank sedang bermasalah. Ia mengatakan bahwa sehari sebelumnya, bank masih beroperasi seperti biasa. Namun, saat ia tiba di lokasi, suasana sudah berubah drastis dengan banyak orang berkumpul.

Mimi menjelaskan bahwa dirinya adalah nasabah tabungan harian yang rutin menabung melalui petugas bank yang mendatangi pasar. Ia mengaku terkejut saat mendengar informasi bahwa izin usaha bank telah dicabut. Meskipun jumlah tabungannya tidak besar, uang tersebut sangat berarti baginya sebagai pedagang kecil.

“Sedikit, paling cuma satu juta lebih. Tapi itu tabungan, lumayan. Cari uang kan susah,” ujar Mimi.

Masalah Deposito dan Proses Pengembalian Dana

Iyus Hanurawan (58), warga Kecamatan Kedawung, juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia selama ini mengandalkan deposito di BPR Bank Cirebon sebagai sumber dana bulanan. Ia mengatakan bahwa dulu, jika butuh uang, ia bisa langsung mengambil dana dari deposito. Namun, setelah izin usaha bank dicabut, ia mengaku tak bisa lagi menarik dananya seperti biasa.

Menurut Iyus, proses pengembalian dana harus melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan memakan waktu hingga 90 hari. Ia merasa hal ini cukup merepotkan karena dana tersebut biasa digunakan untuk kebutuhan rutin.

Pemantauan di Lokasi dan Informasi dari Petugas

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah warga menyampaikan aspirasi secara terbuka. Seorang perempuan menggunakan pengeras suara di hadapan kerumunan, sementara warga lainnya merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel. Hingga pukul 10.30 WIB, warga masih terus berdatangan ke kantor BPR Bank Cirebon untuk meminta penjelasan.

Petugas di lokasi memberikan informasi terkait mekanisme pengembalian tabungan masyarakat sesuai prosedur yang ditetapkan. LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi setelah izin usaha bank dicabut.

Penjelasan dari OJK dan LPS

Seperti diketahui, pencabutan izin usaha oleh OJK menjadi alasan utama ratusan nasabah memadati kantor bank. Upaya penyehatan yang dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya berujung pada keputusan tegas.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyatakan bahwa pencabutan izin dilakukan karena bank dinilai tidak mampu keluar dari permasalahan tata kelola dan permodalan. Menurutnya, OJK telah memberikan waktu dan berbagai langkah pembinaan, tetapi kondisi bank tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Dengan dicabutnya izin usaha, LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi. LPS mengimbau nasabah agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Dana masyarakat di perbankan, termasuk BPR, dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Harapan Nasabah

Banyak nasabah berharap seluruh tabungan bisa dikembalikan, terutama bagi masyarakat kecil yang sangat membutuhkan. Meski nominal tabungannya tidak besar, uang tersebut memiliki makna penting dalam kehidupan sehari-hari.

Para nasabah juga berharap informasi yang diberikan oleh pihak bank dan LPS lebih jelas dan transparan. Mereka ingin memastikan bahwa hak mereka sebagai nasabah dapat terpenuhi secara adil dan cepat.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *