Denada dan Ressa: Awal Komunikasi yang Penuh Ketakutan
Penyanyi ternama, Denada, dikabarkan telah mencoba membangun komunikasi kembali dengan anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano. Meskipun langkah awal ini menunjukkan keinginan untuk mendekatkan diri, Ressa masih merasa canggung dan takut saat menerima pesan dari ibunya.
Ressa mengaku bahwa ia masih belum berani menyebut Denada sebagai “Mama”. Ia lebih memilih menggunakan sapaan “Mbak” dalam setiap percakapan mereka. Hal ini disebabkan oleh trauma masa lalu yang membuatnya merasa tidak nyaman.
“Iya ada chat dari mba Denada. Aku jawab begitu (hanya waalaikumsalam), kenapa? Karena masih takut gitu, buat panggil mama,” ujar Ressa Rizky Rossano ketika diwawancara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Denada juga mengirimkan pesan-pesan singkat kepada Ressa, tetapi hingga kini belum mendapatkan balasan. Ronald Armada, kuasa hukum Ressa, menyatakan bahwa rasa takut dan canggung dari Ressa adalah hal wajar. Ia menjelaskan bahwa selama 24 tahun, Ressa dibiarkan tanpa hubungan dengan ibunya, sehingga perasaan tersebut bisa dimengerti.
“Karena selama 24 tahun kan dibiarkan begitu saja. Jadi saya rasa itu wajar lah, kalian kalau ada di posisi Ressa juga akan merasakan hal yang sama,” jelas Ronald Armada.
Permintaan Ressa untuk Pertemuan Langsung
Ressa berharap bahwa Denada dapat datang langsung untuk bertemu dengannya, bukan hanya melalui pesan. Ia menegaskan bahwa Denada tahu di mana ia berada dan hanya perlu datang.
“Kan mba Dena tahu saya dimana, tinggal datang saja bukan hanya sekadar lewat chat,” ujar Ressa.
Namun, upaya Denada untuk menjalin komunikasi terus diabaikan. Kuasa hukum Ressa, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa Denada terus mengirimkan pesan, tetapi tidak pernah mendapatkan respons.
“Mbak Denada itu menghubungi beberapa kali ke Ressa itu, namun nggak ada respons,” kata Iqbal.
Selain itu, Iqbal juga menyebut bahwa Denada merasa kecewa karena tidak hadir dalam sidang mediasi atas gugatan yang diajukan Ressa. Ia menegaskan bahwa alasan ketidakhadiran Denada bukanlah kesengajaan, tetapi karena kesibukan dan situasi lain yang memicu kekacauan.
Gugatan atas Dugaan Penelantaran Anak
Ressa Rizky Rossano tidak hanya menyatakan klaimnya secara publik, tetapi juga resmi mengajukan gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Gugatan ini diajukan atas dugaan penelantaran anak. Tak tanggung-tanggung, Ressa menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp7 miliar.
Permintaan maaf dan pengakuan Denada terhadap Ressa juga menjadi sorotan. Denada secara terbuka mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya dan memohon maaf atas perlakuan yang dialaminya sejak bayi.
“Untuk anakku Ressa Rossano,” tulis Denada dalam unggahan Instagram-nya. Ia membuka salam dengan nada sayu dan mengucapkan permohonan maaf pada sang buah hati.
“Assalamualaikum. Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya,” buka Denada.
Denada juga menjelaskan alasan penelantaran Ressa sejak bayi. Ia mengungkapkan bahwa kondisi psikisnya yang tidak stabil menjadi penyebabnya. Ia menitipkan Ressa ke saudara almarhum ibundanya.
“Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya, dari mulai dia masih bayi.”
Ia juga mengakui bahwa ia baru saja menyadari kesalahan yang telah dilakukannya dan memohon maaf kepada Ressa.
“Karena baru saat ini setelah sekian lama. Baru saat ini memberitahu Ressa bahwa Ressa adalah anak kandung saya.”
Permintaan Maaf dan Harapan untuk Memaafkan
Denada meminta maaf kepada almarhumah ibundanya, Emilia Contessa, serta adik-adiknya atas kegaduhan yang dibuat. Ia berharap agar Ressa dapat memaafkannya dan menerima dirinya sebagai ibu kandung.
“Saya juga minta maaf pada almarhum mamah, dan saya juga minta maaf kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan khilaf saya, Amin ya Rabbal alamin.”












