Siswi SMA Korban Pengeroyokan di Bengkulu Terbaring Lemah, Pemprov Bantu Percepat Penanganan

Aksi Pengeroyokan Siswi SMA di Bengkulu Mengundang Perhatian Publik

Aksi pengeroyokan yang menimpa seorang siswi SMA Negeri di Kota Bengkulu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah. Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesejahteraan siswa, serta menggarisbawahi pentingnya tindakan preventif dalam lingkungan sekolah.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta DPA3KB Provinsi dan Kota Bengkulu melakukan kunjungan ke rumah korban pada Jumat (6/2/2026). Saat tiba di lokasi, korban terlihat terbaring lemah di atas kasur dengan tatapan kosong, didampingi oleh ibunya dan kakaknya.

Kabid SMA Disdikbud Bengkulu, M Syukur, memberikan dukungan kepada korban sambil berusaha menenangkan ibu korban yang sedang menangis. Ia juga mendengarkan keluhan dari keluarga tentang kondisi anak mereka.

“Kunjungan ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap korban dan masyarakat,” ujar M Syukur saat berbicara di depan media. Ia menekankan bahwa kegiatan retret Merah Putih masih berlangsung untuk pelajar di Bengkulu, dengan beberapa sekolah sudah mengikuti kegiatan tersebut.

Selain itu, pihak DPA3KB Provinsi dan Kota Bengkulu juga turut serta dalam pendampingan korban. Mereka menyatakan bahwa kondisi psikologis korban menjadi prioritas utama. Korban mengalami trauma berat hingga tidak lagi ingin kembali bersekolah.

Trauma yang Mendalam

Siswi kelas X di salah satu SMA Negeri di Kota Bengkulu dugaan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa kelas XI. Insiden ini terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (5/2/2026), tepat saat jam pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik dan trauma psikologis. Keluarga korban, MY, mengungkapkan bahwa anaknya sempat pingsan dan harus dirawat di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.

“Saya kaget melihat kondisi anak saya. Dia masih sangat lemah dan terlihat ketakutan,” kata MY. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami bekas gigitan, cakaran, serta memar di tubuhnya. Selain itu, korban merasa sakit saat dipegang di bagian kaki dan tangannya.

Meskipun luka fisiknya semakin membaik, korban mengalami perubahan sikap yang signifikan. Ia menjadi tertutup dan takut berlebihan, bahkan menolak bertemu dengan teman-temannya atau kakak kelasnya.

“Anak saya sekarang benar-benar trauma. Dia tidak mau lagi bersekolah di sekolah itu karena takut. Saya khawatir anak saya mengalami stres berkepanjangan,” ujar MY. Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah dan pihak berwenang untuk pendampingan psikologis bagi anaknya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi dari keluarga, peristiwa ini berawal dari hubungan pertemanan korban dengan dua siswa lain, yaitu C dan S. Awalnya terjadi perselisihan antara korban dan S, yang kemudian diceritakan oleh korban kepada kakak kelasnya.

Namun, keesokan harinya, korban dan S telah berdamai dan kembali berinteraksi seperti biasa. Meski demikian, situasi ini diduga memicu rasa kesal dari kakak kelas yang sebelumnya mendengar cerita korban.

Permasalahan kemudian berlanjut ke media sosial, di mana korban mengunggah foto kebersamaan bersama teman-temannya di akun Instagram. Unggahan tersebut kemudian dikomentari oleh kakak kelas korban dengan kalimat bernada ejekan.

Korban membalas komentar tersebut dengan maksud bercanda, namun interaksi tersebut berujung pada adu argumen melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram. Adu argumen ini diduga menjadi pemicu utama dugaan pengeroyokan siswa SMA Bengkulu tersebut.

Setelah cekcok di media sosial, terduga pelaku sempat mengajak korban untuk bertemu di luar sekolah. Ajakan tersebut ditolak oleh korban, dan kemudian korban diminta bertemu di depan ruang kelasnya. Berdasarkan rekaman CCTV dan video yang beredar di kalangan keluarga, di lokasi tersebut terjadi adu mulut yang memanas hingga terjadi kontak fisik antara korban dan beberapa kakak kelasnya.

Penanganan Oleh Pihak Berwenang

Kejadian dugaan pengeroyokan yang dilakukan terhadap siswi di salah satu SMA di Kota Bengkulu sudah dilaporkan keluarga ke Polresta Bengkulu. Adanya laporan tersebut dibenarkan oleh PS Kasi Humas Polresta Bengkulu Iptu Endang Sudrajat, saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (5/2/2026).

“Iya benar kemarin orangtuanya yang melapor, sekarang anggota masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi,” singkat Endang.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *