—
Persebaya Surabaya kembali memperkuat skuadnya dengan menambah dua pemain lokal baru di putaran kedua Super League era pelatih Bernardo Tavares. Pada hari Kamis (5/2/2026), klub yang dikenal sebagai kebanggaan Bonek ini mengumumkan kedatangan dua pemain lokal untuk memperkuat kedalaman tim dalam menghadapi kompetisi paruh kedua.
Dari data I.League, dua pemain yang resmi bergabung adalah Adre Arido sebagai penjaga gawang dan Riyan Ardiansyah yang berposisi sebagai winger. Keduanya telah terdaftar secara sah dan siap menjadi bagian dari skuad Persebaya Surabaya di putaran kedua Super League.
Langkah ini menunjukkan komitmen Persebaya Surabaya dalam menjaga performa konsisten di tengah persaingan yang ketat. Era Bernardo Tavares kembali ditandai dengan keputusan strategis yang mengedepankan kekuatan pemain lokal.
Adre Arido
Adre Arido menjadi rekrutan pertama yang diumumkan pada hari ini. Kiper muda bernama lengkap Adre Arido Geovani ini resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 5 Februari 2026 dan akan mengenakan nomor punggung 82.
Lahir di Yogyakarta pada 13 Agustus 2004, Adre kini berusia 21 tahun. Dengan tinggi badan 1,87 meter, ia memiliki postur ideal sebagai penjaga gawang modern. Secara posisi, Adre merupakan kiper murni dengan kaki dominan kanan. Status kewarganegaraannya sebagai pemain Indonesia membuatnya menjadi aset penting dalam komposisi skuad lokal Persebaya Surabaya.
Sebelum berlabuh ke Surabaya, Adre sempat memperkuat sejumlah klub nasional seperti Persibo Bojonegoro, Persija Jakarta U-20, Persikota Tangerang, hingga Persija Jakarta. Dalam karier profesionalnya, Adre telah mencatatkan 25 pertandingan senior, dengan total 32 gol yang kebobolan dan 6 clean sheet. Total menit bermainnya mencapai 2.096 menit, angka yang menunjukkan jam terbang cukup solid untuk pemain seusianya.
Selama kariernya, Adre juga mengoleksi 1 kartu kuning dan 1 kartu merah. Nilai pasar tertingginya tercatat sebesar Rp 434,54 juta. Angka ini mencerminkan potensi besar yang masih bisa berkembang di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares.
Kehadiran Adre memberi warna baru di sektor penjaga gawang Persebaya Surabaya. Persaingan internal di posisi kiper pun dipastikan semakin kompetitif pada putaran kedua Super League.
Riyan Ardiansyah
Selain Adre, Persebaya Surabaya juga resmi mendatangkan Riyan Ardiansyah. Pemain sayap berpengalaman ini akan mengenakan nomor punggung 14 bersama Green Force.
Lahir di Pati pada 14 Mei 1996, Riyan kini berusia 29 tahun. Dengan tinggi badan 1,74 meter, ia dikenal sebagai pemain sayap yang lincah dan pekerja keras. Posisi utamanya adalah sayap kanan, namun fleksibilitas menjadi salah satu keunggulannya. Ia juga mampu bermain sebagai sayap kiri hingga bek kanan sesuai kebutuhan tim.
Kaki dominan kanan membuat Riyan nyaman melakukan penetrasi dari sisi lapangan. Agen pemain yang menaunginya tercatat HRA, dengan status kontrak yang belum diumumkan masa berakhirnya. Nilai pasar Riyan saat ini mencapai Rp 1,74 miliar. Pengalaman dan konsistensinya di level kompetisi nasional menjadi faktor utama di balik nilai tersebut.
Sepanjang kariernya, Riyan sudah tampil dalam 124 pertandingan. Dari jumlah itu, ia mencetak 12 gol dan menyumbang 6 assist. Total menit bermainnya mencapai 6.205 menit, menunjukkan perannya yang cukup signifikan di klub-klub sebelumnya. Catatan disiplin Riyan mencakup 17 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, dan 1 kartu merah.
Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya, Riyan tercatat memperkuat Malut United dan PSIS Semarang. Pengalaman di dua klub tersebut membuatnya tidak asing dengan tekanan kompetisi papan atas.
Masuknya Riyan diharapkan menambah variasi serangan Persebaya Surabaya. Kecepatan, mobilitas, dan fleksibilitas posisinya bisa menjadi solusi di sektor sayap.
Kesimpulan
Dua rekrutan ini menandai keseriusan Persebaya Surabaya di putaran kedua Super League. Bernardo Tavares kembali menunjukkan kepercayaannya pada pemain lokal sebagai fondasi kekuatan tim. Dengan kombinasi pemain muda potensial dan pemain berpengalaman, Persebaya Surabaya berharap bisa menjaga momentum positif. Publik Surabaya pun menanti kontribusi nyata Adre Arido dan Riyan Ardiansyah bersama Green Force.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












