Pembukaan Kantor Cabang BRI Finance di Kudus
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) resmi membuka kantor cabang di Kabupaten Kudus, tepatnya di Ruko Sudirman Square A6, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 101 Kota Kudus. Peresmian kantor cabang ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan pada Kamis (5/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Cabang BRI Finance serta dealer dan perusahaan asuransi.
Kantor Cabang BRI Finance di Kudus menjadi yang pertama di Jawa Tengah. Nantinya, perusahaan akan kembali membuka kantor cabang di Tegal. Untuk wilayah Jawa Tengah, BRI Finance memiliki empat cabang, yaitu Semarang, Kudus, Solo, dan Tegal.
Sebagai pemain baru di wilayah Jawa Tengah, BRI Finance menargetkan penyaluran dana sebesar Rp 44 miliar pada tahun 2026. Target ini tidak hanya berlaku untuk wilayah Kudus saja, tetapi juga mencakup Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.
“Target ini masih kecil karena kami baru. Harapannya beberapa tahun ke depan tumbuh lebih agresif lagi karena kami didukung oleh ekosistem BRI Group dengan customer base yang sangat besar dan potensi bisnis yang juga sangat besar,” ujar Wahyudi seusai meresmikan kantor cabang tersebut.
Dengan adanya kantor cabang baru, BRI Finance berharap dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
“80 persen dari bisnis kami adalah pembiayaan otomotif. Targetnya nanti nasabah BRI maupun di luar nasabah BRI,” kata dia.
Alasan Memilih Kudus sebagai Lokasi
Alasan pembukaan kantor cabang di Kudus adalah karena kabupaten ini merupakan penyokong pertumbuhan ekonomi nomor dua di Jawa Tengah setelah Kota Semarang. Hal ini terbukti dari nilai total semua barang dan jasa yang dihasilkan Kabupaten Kudus, yang kemudian disebut sebagai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2024. Kabupaten Kudus mampu mencapai Rp 145,6 juta per kapita.
Untuk urutan pertama, yaitu Kota Semarang dengan nilai PDRB per kapita sebesar Rp 156,67 juta. Urutan ketiga yaitu Kota Surakarta dengan nilai PDRB per kapita sebesar Rp 122,53 juta.
“Kami melihat Kudus secara ekonomi di Jawa Tengah sebagai kontributor kedua dari sisi PDRB. Makanya leasing lain di sini juga banyak. Dengan melihat kondisi itu makanya kami berani masuk ke Kudus,” ujar Wahyudi.
Selain itu, alasan lain memilih Kudus adalah karena daerah ini dikenal dengan tradisi kewirausahaan yang kuat dan semangat inovatif masyarakatnya. Filosofi lokal “Gusjigang” atau akronim dari baGUS akhlaknya, pandai ngaJI, dan pintar daGANG, menjadi simbol nilai-nilai etos kerja, pendidikan, dan perdagangan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kudus.
Tradisi kewirausahaan ini menjadikan Kudus sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Jawa Tengah. Daerah ini didukung oleh sektor industri pengolahan yang terus berkembang serta ribuan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung aktivitas perdagangan dan produksi lokal.
Potensi Ekonomi Kudus
Dari perspektif kinerja ekonomi, Kudus menempati posisi strategis dalam perekonomian Jawa Tengah. Sepanjang empat tahun terakhir (2017–2020), kabupaten ini secara konsisten berada di jajaran tiga besar wilayah penopang ekonomi provinsi. Laporan Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2021 mencatat Kudus berhasil naik ke posisi kedua, dengan kontribusi PDRB sebesar 8,10 persen, sementara Kota Semarang berada di urutan pertama dengan 14,05 persen, dan Cilacap 7,80 persen.
Ketiga wilayah ini dominan ditopang oleh sektor industri pengolahan, yang menunjukkan kekuatan Kudus sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan utama di Jawa Tengah. Melihat potensi tersebut, BRI Finance pun melebarkan sayap dengan secara resmi membuka kantor cabang di Kudus.
Tujuan dan Kontribusi
Kehadiran kantor cabang ini bertujuan untuk memperluas layanan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat sinergi dengan BRI Group, dealer, asuransi, dan mitra lainnya di area Kudus dan sekitarnya.
“Kehadiran BRI Finance di Kudus adalah bagian dari komitmen dan strategi perusahaan sebagai single gateway auto loan BRI untuk memberikan layanan pembiayaan yang tepat, dekat dengan pelaku usaha, baik perusahaan maupun UMKM sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi seluruh sektor usaha, memperkuat kontribusi ekonomi lokal, dan mendukung Kudus sebagai wilayah industri dan perdagangan yang terus berkembang dan berdaya saing serta tentunya mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat dan stakeholder,” kata Wahyudi.
Dan yang paling penting, kata Wahyudi, kehadiran BRI Finance di wilayah Kudus sebagai lembaga jasa keuangan non bank yang berizin dan diawasi OJK ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk akses permodalan formal agar terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal maupun rentenir.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












