Kepolisian tangkap pelaku penikaman di Singkil Manado, Kevin tikam Mario dan Edwin

Kasus Penikaman di Manado yang Menewaskan Seorang Pelaut

Kasus penikaman yang terjadi di Kampung Pancurang, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (27/1/2026) telah memicu kekhawatiran masyarakat akan meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut. Kejadian ini menewaskan seorang pelaut bernama Jhero Mamonto dan melibatkan dua tersangka, yaitu Kevin dan Mario.

Penangkapan Tersangka dan Proses Hukum

Dalam kasus ini, satu dari dua pelaku, yakni Kevin, telah ditahan oleh Polresta Manado. Kevin merupakan pelaku yang menikam Mario dan Edwin. Sementara itu, Mario dinyatakan sebagai pelaku penikaman terhadap Jhero Mamonto. Saat ini, Mario masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tusukan yang dialaminya.

Menurut AKP Elwin Kristanto, Kasat Reskrim Polresta Manado, proses hukum terhadap para tersangka sedang berlangsung. “Kevin sudah ditangkap beberapa waktu lalu dan saat ini sedang ditahan untuk menjalani proses hukum,” ujar Elwin. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan menggali motif kejadian ini lebih dalam.

Latar Belakang Peristiwa

Peristiwa bermula ketika Mario bersama teman-temannya hadir dalam sebuah acara pesta pernikahan di Kelurahan Singkil Satu. Saat itu, Mario sedang duduk di sekitar lokasi acara sambil minum miras. Tak lama kemudian, Kevin datang dengan kondisi mabuk dan langsung bergabung dengan Mario.

Kevin tersinggung dengan tatapan mata dari seorang teman Mario, sehingga terjadi cek-cok antara Kevin dan teman Mario. Dalam perkelahian tersebut, Kevin menusukkan pisau ke dada Edwin. Mario mencoba melerai, tetapi ia juga diserang oleh Kevin dan mengalami luka tusukan di rusuk kiri.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Mario kembali ke rumah untuk mengambil pisau dapur dan kembali ke lokasi perkelahian. Namun, Kevin sudah tidak ada di tempat tersebut. Mario kemudian bertanya kepada orang-orang di lokasi tentang keberadaan Kevin. Tiba-tiba, korban Fikhy Jerro Mamonto datang dan memukul Mario hingga mengenai hidungnya. Mario langsung membalas dengan menikam korban beberapa kali hingga korban roboh.

Kondisi Korban dan Pelaku

Jhero Mamonto, korban penikaman, meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Pancaran Kasih. Sementara itu, Mario dan Edwin masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut Elwin, Mario baru saja selesai menjalani operasi dan masih dirawat di Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang.

“Anggota Resmob terus berjaga di rumah sakit dan menunggu sampai Mario dipindahkan ke RS Bhayangkara Manado,” jelas Elwin. Ia juga menyatakan bahwa Mario akan dipindahkan ke RS Bhayangkara setelah kondisinya membaik.

Reaksi Masyarakat dan Komentar dari Akademisi

Kejadian ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama melalui media sosial. Banyak warga memberikan ucapan duka atas kematian Jhero Mamonto. Beberapa komentar menyebutkan bahwa korban adalah sosok baik dan memiliki banyak kenangan dengan orang-orang di sekitarnya.

Di sisi lain, akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Eugenius Paransi, menyampaikan keprihatinan terhadap situasi keamanan di Manado. Menurutnya, Kota Manado saat ini sudah masuk dalam kondisi darurat senjata tajam. Ia menyarankan agar upaya peningkatan keamanan dilakukan secara serius, termasuk penguatan pengamanan berbasis masyarakat dan penegakan hukum yang tegas.

Langkah Pencegahan dan Penegakan Hukum

Eugenius menekankan pentingnya operasi pemberantasan senjata tajam yang lebih gencar. Ia menilai bahwa ancaman hukum harus ditegakkan agar memberi efek jera bagi pelaku. Dengan langkah-langkah pencegahan yang lebih masif dan penegakan hukum yang konsisten, angka kekerasan di Manado dapat ditekan dan rasa aman masyarakat bisa kembali terwujud.




Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *