Kegiatan Merawat Pertiwi di Pantai Bintaro
PDIP NTB menggelar kegiatan Merawat Pertiwi dengan menanam 1000 pohon cemara udang di pesisir Pantai Bintaro. Kegiatan ini dilakukan untuk menahan abrasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Lokasi dan Tujuan Kegiatan
Pantai Bintaro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki tingkat kerawanan abrasi dan penumpukan sampah yang cukup tinggi. Wilayah ini juga merupakan kawasan pesisir Kota Mataram yang sering menjadi tempat beraktivitas warga. Namun, selama ini minim sentuhan penataan lingkungan.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan NTB, Nyayu Ernawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sesuai arahan DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPD PDI-P NTB Rachmat Hidayat. Ia menyebut bahwa kegiatan Merawat Pertiwi dimulai dengan pembersihan pantai sejak Selasa (20/1/2026), lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon cemara udang pada Rabu (21/1/2026).
Pemilihan Tanaman Cemara Udang
Nyayu menegaskan bahwa tanaman cemara udang dipilih karena kemampuannya dalam menahan abrasi hingga tsunami. Menurutnya, akar dari tanaman ini sangat kuat dan tahan terhadap kondisi ekstrem. Daun cemara udang juga bisa digunakan sebagai mulsa yang memiliki potensi sebagai obat tradisional untuk mencegah kolesterol dan gula darah.
Ia menambahkan bahwa setelah penanaman, tugas utama adalah merawat tanaman agar tumbuh subur. Hal ini penting karena manfaat jangka panjang dari tanaman ini akan berdampak positif bagi kehidupan warga pesisir Kota Mataram.
Upaya Mitigasi Abrasi dan Penumpukan Sampah
Kegiatan ini fokus pada pembersihan sampah pesisir dan penanaman pohon cemara udang sebagai upaya mitigasi abrasi. Dalam aksi bersih-bersih sebelumnya, BAGUNA melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari kader partai, relawan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Salah satu kelompok yang terlibat adalah generasi muda yang tergabung dalam pemuda masjid atau “Kurma Baim”. Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 50 karung sampah, yang didominasi oleh sampah organik seperti daun-daunan dan sampah plastik rumah tangga.
Keterlibatan Warga dalam Gerakan Merawat Pertiwi
Nyayu menekankan bahwa keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam gerakan Merawat Pertiwi ini. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi atau pemerintah, tetapi harus tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
“Alhamdulillah, dari kemarin hingga hari ini, keterlibatan warga sekitar bersama kader partai terlihat kompak dan bahu-membahu merawat lingkungan. Insya Allah, jika lingkungan ini dirawat bersama, maka kecintaan terhadap tempat tinggalnya juga akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Usai melakukan penanaman pohon, kegiatan Merawat Pertiwi DPD PDI Perjuangan NTB dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama ratusan kader dan warga setempat.
Filosofi Tumpeng dalam Kegiatan
Nyayu menjelaskan bahwa pemilihan tumpeng sebagai hidangan dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Tumpeng merupakan hidangan tradisional yang mengandung filosofi ucapan rasa syukur, kebersamaan, dan harapan.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB, Hakam Ali Niazi, menyampaikan bahwa kegiatan Merawat Pertiwi merupakan arahan langsung Ketua Umum agar kader partai di semua tingkatan dapat menyentuh seluruh aspek kehidupan.
Menurutnya, saat ini perubahan iklim menjadi isu yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, berpolitik tidak hanya tentang kepentingan dan kekuasaan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan demi kelangsungan generasi dan alam sekitar.
Perayaan Ulang Tahun Ketua Umum
Kegiatan penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-79 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri yang akan dirayakan serentak oleh seluruh kader partai pada Kamis 23 Januari.











