Peresmian 35 Unit Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, secara resmi meresmikan dan menyerahkan kunci 35 unit rumah Hunian Sementara (Huntara) kepada warga terdampak banjir di Gampong Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (24/1). Acara ini dilakukan secara simbolis sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana banjir.
Huntara yang dibangun berjumlah 35 unit dan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hilang akibat banjir. Bupati menyampaikan bahwa Huntara tersebut sudah dapat ditempati oleh warga, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa semua fasilitas penunjang seperti mushola, dapur umum, WC, serta listrik dan internet gratis telah tersedia.
Fasilitas Lengkap untuk Kebutuhan Warga
Setiap unit Huntara dilengkapi dengan dua ranjang, kasur, bantal, kipas angin, lemari plastik, serta terpal di bagian lantai guna memberikan kenyamanan bagi warga yang menempati. Untuk keluarga dengan jumlah anggota lebih banyak, khususnya yang memiliki anak-anak, Bupati telah meminta pihak desa agar dapat menambah kasur dari posko kabupaten apabila dibutuhkan.
Selain di Gampong Arakundo, pembangunan Huntara juga sedang berlangsung di wilayah lain di Kecamatan Simpang Ulim, khususnya di Blang Nie yang berada di sekitar jembatan Arakundo. Progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai lebih dari 85 persen dan dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian serta penyerahan kunci kepada masyarakat.
Pemenuhan Kebutuhan di Wilayah Lain
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga terus mendorong pembangunan Huntara di kecamatan lain yang belum tersentuh, seperti Gampong Grong-grong serta beberapa desa di Kecamatan Pante Bidari, yakni Desa Sahra Raja dan Desa Sijudo.
Dalam data terbaru per Jumat, 24 Januari 2026, jumlah rumah rusak berat di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.834 unit, dengan rincian Dana Tunggu Hunian sebanyak 430 unit dan Huntara sebanyak 3.413 unit yang terdiri dari 2.592 unit insitu dan 821 unit komunal. Adapun progres fisik pembangunan Huntara saat ini telah mencapai 749 unit, terdiri dari 637 unit insitu dan 112 unit komunal.
Sedangkan Huntara yang belum memasuki tahap pembangunan sebanyak 2.664 unit, dengan rincian 1.955 unit insitu dan 709 unit komunal.
Proses Verifikasi dan Pengajuan Data Lanjutan
Bupati mengakui bahwa seluruh data kerusakan untuk pembangunan Huntara tahap pertama telah ditanganinya. Namun demikian, ia membuka ruang untuk pengajuan data lanjutan pada gelombang kedua, dengan catatan data yang disampaikan harus benar dan tidak bersifat manipulatif.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menurunkan tim verifikasi ke gampong-gampong yang terdiri dari berbagai unsur. Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan dan validasi data penerima bantuan sesuai kondisi di lapangan.
Harapan dan Apresiasi dari Bupati
Bupati berharap masyarakat dapat bersabar sembari pemerintah terus bekerja maksimal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari pemerintah desa, relawan, hingga pihak swasta, atas kerja sama dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak banjir.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat sampai seluruh proses pemulihan selesai. Kita ingin memastikan warga dapat kembali tinggal dengan aman, layak, dan nyaman,” tutupnya.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












