Profil Florencia Lolita Wibisono, Korban Pertama Pesawat ATR 42-500

Penemuan Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500

Pada hari Senin, 19 Januari 2026, jenazah korban perempuan dari pesawat ATR 42-500 ditemukan dalam kondisi yang baik. Sidik jari korban masih terbaca, sehingga memudahkan proses identifikasi. Tim DVI gabungan berhasil memastikan bahwa jenazah tersebut adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono melalui sidik jari dan data gigi.

Jenazah dievakuasi melalui posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, dan dibawa menggunakan ambulans TNI ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk penanganan lebih lanjut. Pencarian jenazah berlangsung di area pegunungan Bulusaraung, antara Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, namun tetap dalam kondisi yang baik.

Profil Florencia Lolita Wibisono

Florencia Lolita Wibisono atau yang akrab disapa Olen adalah seorang pramugari berpengalaman. Saat kejadian, ia berusia 33 tahun dan sedang menjalani tugas perjalanan dinas dari Yogyakarta ke Makassar. Ia berasal dari keluarga berdarah Manado, dengan ibunya berasal dari Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara. Olen dikenal sangat dekat dengan keluarganya, terutama saat ibunya sakit. Ia rutin menelepon dan memastikan keluarga selalu mendapat kabar darinya.

Dalam pendidikannya, Olen menempuh studi Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta. Ia memulai kariernya di dunia penerbangan dengan PT Wings Abadi Airlines dan telah mengabdi selama lebih dari 14 tahun. Filosofi kerjanya adalah bahwa perjalanan sama pentingnya dengan tujuan, serta selalu memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Olen juga sempat mengikuti pelatihan manajer pramugari selama delapan bulan pada 2025, serta bertugas sebagai instruktur pemeriksa perusahaan pramugari sejak 2012 hingga 2025. Ia dikenal profesional dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya, selalu memastikan prosedur keselamatan dijalankan dengan baik. Olen aktif mengembangkan kemampuan komunikasi dan layanan pelanggan untuk menciptakan pengalaman penerbangan terbaik bagi penumpang.

Menurut kerabat, Olen adalah sosok yang hangat, penyayang, dan selalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Tante dan sahabatnya menceritakan bahwa Olen penuh perhatian dan selalu meminta doa sebelum menjalani perjalanan dinas. Kehilangan Olen membuat keluarga terpukul, apalagi diketahui bahwa ia akan segera menikah meski tanggal pastinya belum diungkapkan.

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pukul 08.08 WIB setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan. Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang, termasuk Olen.

Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya. Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat. Namun, komunikasi antara Air Traffic Controller (ATC) dan pesawat tiba-tiba terputus sekitar pukul 13.17 WITA. ATC menetapkan status darurat penerbangan setelah kehilangan kontak.

Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara. Kondisi cuaca saat kejadian berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan. Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan.

Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng. Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang.

Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung. Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500. Meski medan pencarian sangat berat, tim berhasil menemukan beberapa bagian besar pesawat seperti jendela, ekor, dan badan pesawat, serta banyak serpihan kecil tersebar di berbagai titik.

Serpihan-serpihan tersebut menjadi petunjuk penting dalam pencarian, dengan lokasi berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin. Operasi pencarian intensif membuahkan hasil ketika tim SAR gabungan menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki beserta sejumlah barang pribadi penumpang. Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat.

Satu korban berjenis kelamin perempuan juga ditemukan pada Senin (19/1/2026). Korban perempuan tersebut ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Belakangan diketahui jenazah perempuan itu adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono.

Daftar Kru dan Penumpang Pesawat

Daftar Kru Pesawat:
* Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
* Farhan Gunawan (Kopilot)
* Hariadi (Flight Operation Officer)
* Restu Adi P (Engineer)
* Dwi Murdiono (Engineer)
* Florencia Lolita (Awak Kabin)
* Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Daftar Penumpang:
* Deden Maulana
* Ferry Irawan
* Yoga Naufal

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *