Penjaga Embung Persemaian Bocorkan Kronologi Theresia Dihuni Buaya, Korban Sering Diingatkan

Peristiwa Ibu Digigit Buaya di Embung Persemaian, Tarakan

Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Embung Persemaian, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Kalimantan Utara. Seorang ibu digigit buaya saat sedang mencari rumput di sekitar waduk. Peristiwa ini mendapat perhatian khusus dari Luki, penjaga embung yang selama ini menjaga lokasi tersebut.

Luki, yang ditemui pada Selasa (20/1/2026), mengenakan kaos oblong berwarna biru dan celana pendek. Ia duduk bersama beberapa rekan di depan kantor pengelola embung. Saat itu, ia siap memberikan informasi tentang kronologi kejadian yang terjadi pada Senin (19/1/2026) sore kemarin.

Menurut Luki, kejadian terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Ia mendengar suara keributan dan melihat keramaian di salah satu sisi embung dekat pendopo. Ia langsung bergegas ke lokasi dan menemukan Theresia Padang, seorang ibu yang akhirnya diketahui merupakan warga RT 7 Kelurahan Karang Harapan.

Theresia Padang sedang ditolong oleh seorang pemancing. Namun, karena tidak mampu sendirian, pemancing tersebut meminta bantuan personel polisi yang sedang melatih calon polisi (casis) di dekat embung. Setelah ditolong, korban langsung dibawa ke rumah sakit.

Luki mengungkapkan bahwa Theresia Padang mencari rumput untuk kebutuhan perkebunannya, bukan untuk pakan ternak. Ia juga menyebutkan bahwa korban sering kali datang ke embung untuk mencari rumput. Bahkan, ia sudah beberapa kali memperingatkan korban agar tidak masuk ke dalam air karena ada buaya.

“Saya sudah beberapa kali mengingatkan, tapi dia selalu mengatakan tidak apa-apa karena sudah biasa,” ujar Luki.

Embung Persemaian adalah tempat wisata yang dikelola oleh Disbudporapar. Luki sebagai penjaga aset juga tinggal di kantor jaga dan bertugas membersihkan lokasi, merawat tanaman, serta membersihkan jalur pengunjung.

Ia menjelaskan bahwa kawasan embung memiliki pagar pembatas yang melarang masyarakat masuk ke dalam area waduk. Plang larangan telah dipasang oleh PDAM dan dinas setempat. Meskipun begitu, ia mengakui sulit untuk mengawasi semua pengunjung secara satu per satu.

“Saya hanya satu orang, jadi sulit untuk mengawasi semua pengunjung. Tapi kalau sudah dipagar, mestinya pengunjung tahu bahwa mereka tidak boleh masuk,” ujarnya.

Aktivitas jogging masih diperbolehkan di luar pagar embung. Namun, masuk ke dalam air embung dilarang bagi siapa pun, termasuk pemancing. Meski demikian, beberapa pemancing tetap masuk ke dalam pagar, meski mereka memahami situasi di sana.

Luki telah menjadi petugas jaga selama 13 tahun. Dulu, jumlah petugas mencapai 10 orang, namun kini hanya tersisa tiga orang. Ia mengelola kebersihan dan merawat taman di area darat.

Luki juga menjelaskan bahwa luas embung sekitar 4 hektare, terdiri dari dua kolam yang dihubungkan oleh jembatan. Keseluruhan kawasan mencapai 10 hektare yang menjadi aset Pemkot Tarakan.

Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan air embung dilakukan oleh PDAM. Sementara itu, kebersihan di sekitar pagar diurus oleh dirinya dan tim. Jika kondisi dalam pagar tidak enak dilihat, ia akan mencari bantuan teman untuk membersihkannya.

Luki menegaskan bahwa warga yang membersihkan area embung bisa membantu, tetapi harus memahami risiko yang ada. Risiko utama adalah terpeleset ke air, terutama jika posisi tidak ada orang yang bisa menolong.

Setelah peristiwa Theresia Padang digigit buaya, malam harinya waduk disenter. Menurut laporan pemancing, terdapat tiga ekor buaya di dalam waduk.

Dulu, embung pernah digunakan sebagai arena lomba perahu remote control. Namun, setelah aktivitas tersebut dihentikan, buaya mulai kembali muncul. Awalnya hanya satu ekor, lalu muncul dua ekor. Keberadaan buaya ini sempat viral, dan dilaporkan ke Damkar Tarakan. Sayangnya, buaya tidak berhasil ditangkap.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *