Daerah  

Cuaca Ekstrem Rusak Puluhan Rumah Warga Sumbawa Barat

Cuaca Ekstrem Melanda Sumbawa Barat, Banyak Rumah Rusak

Pada tanggal 20 Januari 2026, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda cuaca ekstrem yang berupa angin kencang disertai hujan lebat. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas usaha di beberapa kecamatan.

Berdasarkan Update II Laporan Kejadian Bencana Alam Kabupaten Sumbawa Barat yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, cuaca ekstrem terjadi mulai pukul 13.45 hingga 19.30 WITA dan memengaruhi tiga kecamatan, yaitu Brang Ene, Taliwang, dan Maluk.

Wilayah Terdampak

Di Kecamatan Brang Ene, empat unit rumah warga di Dusun Buin Selamu, Desa Manemeng mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, satu rumah warga atas nama Asniwati di Dusun Tegaran, Desa Mura juga dilaporkan rusak ringan.

Di Kecamatan Taliwang, kerusakan terbanyak terjadi. Di Desa Labuhan Lalar, masing-masing satu rumah warga rusak ringan di Dusun Bangsal, Bren Ari, Muhairin, dan Toroh. Selain rumah warga, empat unit warung atau lapak di Kelurahan Telaga Bertong juga terdampak. Dua rumah warga lainnya di kelurahan tersebut mengalami kerusakan ringan. Di Desa Banjar dan Desa Lamunga, masing-masing satu unit rumah warga turut terdampak.

Sementara itu, di Kecamatan Maluk, dua rumah warga di Dusun Otak Kris, Desa Maluk, serta empat rumah warga di Desa Mantun dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat angin kencang.

Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Taliwang–Seloto, Jalan Raya Balisung Kelurahan Menala, Desa Labuhan Lalar, TK Pariri Kompleks KTC, Tamekan, serta di Jalan Raya Tepas, Kecamatan Brang Rea. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas dan akses jalan warga.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat langsung melakukan langkah penanganan. BPBD juga berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa, serta menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, terpal, dan timar kepada warga terdampak. Personel gabungan dari TRC-PB BPBD, TNI/Polri, serta aparatur desa dan kelurahan turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.

BPBD Kabupaten Sumbawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Januari 2026. Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Langkah Pemprov NTB

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menetapkan status tanggap bencana setelah delapan kabupaten/kota menetapkan status yang sama dalam penanganan bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan bahwa status tanggap darurat ini dimulai tanggal 19 Januari 2026 lalu. Sementara untuk dua daerah yakni Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram menetapkan status siaga bencana.

Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026, pemerintah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar. Namun pemerintah belum mengetahui kebutuhan anggaran untuk pemulihan bencana ini.

“Masih dihitung, kalau Rp16 miliar itu yang tersedia. Kita irit-irit karena harus bisa sampai akhir tahun,” kata Sadimin, Rabu (21/1/2026).

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini mengatakan, dengan ditetapkan status tanggap darurat ini dana BTT sudah bisa digunakan untuk memulihkan daerah terdampak. Sadimin mengatakan dengan anggaran yang tersedia sekarang belum mampu mengcover kebutuhan pasca bencana, sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam menangani bencana ini.

Bencana yang terjadi pada awal Januari ini mengakibatkan sebanyak 9.349 jiwa terdampak, serta sejumlah infrastruktur seperti jalan, jembatan, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Kita tangani mana yang prioritas dulu, ini masih kita hitung kebutuhannya,” kata Sadimin.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) yang juga Juru bicara Gubernur, Ahsanul Khaliq, mengatakan bahwa untuk kebutuhan logistik penanganan bencana ditangani oleh Dinas Sosial dan BPBD. Aka sapaan akrabnya mengatakan, Gubernur juga sudah memohon bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak.

“Kita juga berharap untuk logistik ada bantuan dari BUMN, BUMD ini juga sedang dikumpulkan,” kata Aka.

Aka mengatakan, penanganan bencana bukan hanya untuk infrastruktur, tetapi juga membantu memperbaiki rumah warga terdampak dan termasuk kategori masyarakat miskin.

“Gubernur prioritaskan rumah masyarakat miskin,” kata Aka.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *