Bisnis  

Andre Tanoto, Putra Sukanto Tanoto, Pemilik Ratusan Juta Dolar Properti Ritel Singapura

Ekspansi Investasi Andre Tanoto di Singapura

Andre Tanoto, putra konglomerat Indonesia Sukanto Tanoto, dikabarkan sedang memperluas portofolio investasinya di Singapura. Dengan bantuan Altallo Asset Management, ia telah membeli sejumlah aset ritel strategis bernilai ratusan juta dolar Singapura, yang menunjukkan komitmennya sebagai investor properti regional.

Aset Ritel yang Diakuisisi

Altallo Asset Management, sebuah entitas manajemen dana yang relatif baru, disebut telah menyelesaikan akuisisi empat unit ritel besar di lokasi strategis perumahan publik (HDB). Lokasi-lokasi tersebut mencakup Bukit Merah serta sekitar stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi. Nilai transaksi keempat aset tersebut diperkirakan melampaui S$160 juta. Properti-properti ini sebelumnya dimiliki oleh Lian Beng Group, yang membelinya pada 2016 dengan nilai sekitar S$151 juta.

Selain itu, Altallo juga dilaporkan menghabiskan sekitar S$90 juta untuk membeli sembilan properti komersial dan ritel dari JBE. Aset-aset tersebut diperoleh dari Mercatus, unit properti milik NTUC Enterprise, dalam transaksi yang berlangsung pada 2024.

Proses Due Diligence dan Portofolio Baru

Menurut sumber pasar, Altallo sedang menjalani proses due diligence eksklusif atas portofolio terbaru yang ditawarkan Mercatus, terdiri atas 11 aset ritel dengan harga indikatif sekitar S$307 juta. Portofolio ini mencakup ruang strata di sejumlah lokasi mapan seperti Coronation Shopping Plaza, Bukit Timah Plaza, serta sembilan toko komersial HDB.

Nama Altallo bahkan dikaitkan sebagai calon pembeli potensial i12 Katong, sebuah pusat perbelanjaan enam lantai dengan dua lantai basement parkir yang berlokasi di persimpangan East Coast Road dan Joo Chiat Road. Mal tersebut memiliki status sewa 99 tahun sejak Agustus 1979 dan luas sewa bersih sekitar 212.000 kaki persegi. Harga yang dibicarakan di pasar mencapai sekitar S$370 juta, atau setara S$1.750 per kaki persegi.

Peran Andre Tanoto di Balik Altallo

Altallo Asset Management didirikan pada 2025 dan secara struktur kepemilikan tercatat dimiliki oleh Roger Tan dan Seah Jun Hao. Meski demikian, pengamat industri meyakini sebagian besar sumber pendanaan Altallo berasal dari keluarga atau investor besar, dengan Andre Tanoto disebut-sebut sebagai figur kunci di balik aliran modal tersebut.

Andre Tanoto kini berusia pertengahan 40-an dan berstatus sebagai warga tetap Singapura, sekaligus warga negara Indonesia. Ia dikenal sebagai satu-satunya dari empat anak Sukanto Tanoto yang tidak terlibat langsung dalam jajaran manajemen eksekutif Royal Golden Eagle (RGE), grup usaha global yang bergerak di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi terintegrasi.

Meski tidak berada di garis depan bisnis keluarga, Andre memiliki peran aktif di bidang filantropi. Ia menjabat sebagai Ketua Antica Foundation, sebuah yayasan publik yang fokus pada kegiatan kemanusiaan dan sosial. Kantor yayasan tersebut berada di lantai yang sama dengan kantor Altallo di Shaw House, Orchard Road, Singapura.

Strategi Aset Ritel Jangka Panjang

Empat unit ritel yang diakuisisi dari Lian Beng memiliki luas strata antara 23.960 hingga 30.139 kaki persegi, dengan total luas mencapai sekitar 104.800 kaki persegi. Sementara sembilan properti lainnya tersebar di berbagai kawasan padat penduduk seperti Bukit Merah Central, Aljunied Avenue 2, Hougang Avenue 3 dan 4, Teck Whye Lane, Holland Drive, serta sejumlah shophouse di Tampines, Jurong West, dan Clementi, dengan total luas sekitar 60.000 kaki persegi.

Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk mengamankan aset ritel di lokasi-lokasi yang memiliki basis konsumen kuat dan relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Pasar ritel Singapura dinilai masih menawarkan prospek stabil seiring pemulihan ekonomi pascapandemi dan tingginya permintaan ruang komersial di kawasan perumahan.

Dengan ekspansi yang terus berlanjut, Andre Tanoto kian menegaskan posisinya sebagai investor properti yang bergerak relatif senyap namun agresif. Meski tidak tampil sebagai eksekutif utama di bisnis keluarga, langkah investasinya menunjukkan peran strategis generasi kedua Tanoto dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan keluarga di panggung regional.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *