Zainuddin Terpisah dari Ibu Kandung 32 Tahun, Kabur saat Usia 7 karena Sering Dimarahi

Kehilangan Selama 32 Tahun, Zainuddin Akhirnya Bertemu Keluarga

Zainuddin (39) akhirnya bertemu dengan ibu kandungnya setelah terpisah selama 32 tahun. Kejadian ini berawal dari keputusannya untuk kabur saat usia masih 7 tahun. Ia meninggalkan rumah orangtuanya yang berada di Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.

Pada masa itu, Zainuddin sering dimarahi oleh orangtuanya. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk pergi. Ia sempat kabur beberapa kali, tetapi selalu kembali. Pada suatu hari, ia melihat kereta api yang berhenti dan langsung naik tanpa membawa apa-apa. Dengan tangan kosong, ia menghabiskan malam di sebuah stasiun yang tidak dikenalnya.

Keesokan harinya, Zainuddin tiba di Stasiun Jakarta Kota. Di sana, hidupnya berubah drastis. Ia terlantar, tidur seadanya, dan bergantung pada belas kasih orang-orang di jalan. Pernah, ia hampir mati kelaparan. Berkat bantuan seseorang, ia mendapatkan ikan yang sudah agak basi, tetapi itu sangat membantunya.

Perjalanan Hidup yang Penuh Tantangan

Zainuddin akhirnya bertemu dengan relawan yayasan sosial yang menawarkannya tempat tinggal dan pendidikan. Ia tinggal di asrama selama sekitar empat tahun, mulai dari tahun 1993. Namun, pada 1997, karena pergantian kepemilikan yayasan dan kondisi yang tidak kondusif, ia kembali berpindah-pindah mengikuti pengasuhnya hingga akhirnya menetap di Jakarta dan menyelesaikan pendidikan sampai lulus SMA.

Keterbatasan kemampuan baca tulis di masa kecil membuatnya tidak tahu asal-usul dirinya secara pasti. Bahkan, ia pernah mengaku sebagai orang Semarang karena ada yang pernah menyebutkannya kepadanya.

Upaya pencarian keluarga terus dilakukan. Ia pernah menelusuri Semarang, memasang informasi orang hilang di koran, majalah, hingga radio RRI. Namun semuanya berujung nihil. Tahun 2018-2019, Zainuddin mencoba menggambar denah lingkungan rumah masa kecilnya berdasarkan ingatan. Ia mencocokkan peta itu dengan Google Maps dan mempostingnya di media sosial, tetapi belum menemukan titik terang.

Kehadiran Netizen Membantu Menemukan Jalan Pulang

Pada 19 Desember 2025, dorongan kuat muncul dalam hatinya. Sepulang kerja malam, ia menuliskan secara rinci kronologi kehilangan dirinya hingga subuh dan mengunggahnya ke media sosial. Unggahan itu viral, dan netizen ramai membantu mencocokkan gambar denah yang ia buat. Banyak yang mengarahkannya ke wilayah Maos, Cilacap.

Hingga pada hari ketiga, bertepatan dengan Hari Ibu, seorang netizen menemukan kecocokan paling mendekati di wilayah Majenang. Ada satu komentar yang titiknya sama persis dengan gambar Zainuddin, cuma beda sedikit di pertemuan sungai. Dari situ, ia mulai yakin.

Melalui bantuan warganet, Zainuddin akhirnya mendapatkan kontak keluarganya. Ia sempat melakukan panggilan video dengan sang ibu sebelum memutuskan pulang kampung pada 25 Desember 2025 bersama istri dan anaknya.

Lokasi rumah yang ia temukan berada di Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Dahulu dikenal sebagai Dusun Klepukerep, hanya berpindah dusun dalam satu desa. Ia jalan kaki dulu dari rumah ke rel kereta, ternyata jaraknya memang jauh. Rumah itu dekat sungai, persis seperti yang ia ingat.

Pertemuan yang Penuh Haru

Pertemuan itu penuh haru. Sang ayah telah meninggal dunia. Ibunya kini berusia 85 tahun. Dari tujuh bersaudara, empat kakaknya telah wafat, sementara adiknya merantau bekerja. “Rasanya campur aduk. Saya benar-benar terima kasih sama netizen, luar biasa, terutama dari TikTok. Dan tentu saja sama Allah Yang Maha Kuasa,” ucap Zainuddin.

Kini Zainuddin sudah berada di Bekasi, bekerja di JNE Bekasi dan membawa sang ibu ke Bekasi beberapa hari karena rindu. Bagi sang ibu, kepulangan Zainuddin menjadi jawaban dari penantian panjang selama lebih dari 32 tahun. Sementara bagi Zainuddin, pertemuan itu menutup pencarian jati diri yang melelahkan. “Saya bukan cuma pulang ke rumah, tapi menemukan kembali siapa diri saya sebenarnya,” pungkasnya.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *