Kekalahan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Arema FC Menang 2-1

Arema FC Menang Dramatis 2-1 atas Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan

Pertandingan antara Arema FC dan Persik Kediri dalam kompetisi BRI Super League 2025-2026 berlangsung sangat dramatis. Dengan skor akhir 2-1, Arema FC berhasil mengalahkan lawannya di Stadion Kanjuruhan. Gol-gol kemenangan Arema FC tercipta pada masa injury time, yang membuat pertandingan ini menjadi salah satu momen paling menarik dalam sejarah liga.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan dimulai dengan permainan yang cukup hati-hati dari kedua tim. Arema FC, sebagai tuan rumah, tampil agresif di awal pertandingan. Pada menit ke-3, Valdeci menciptakan peluang pertama melalui sepakan dari luar kotak penalti. Namun, tendangan tersebut masih bisa diselamatkan oleh penjaga gawang Persik Kediri, Leonardo Navacchio.

Ketatnya pertandingan membuat bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Serangan-serangan yang dilakukan oleh Arema FC selalu mampu dihentikan oleh para gelandang jangkar Persik Kediri. Sementara itu, Persik Kediri tampak lebih nyaman dalam mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Beberapa kali mereka mampu mengancam lini pertahanan Arema FC, namun belum mampu memecah kebuntuan.

Pada menit ke-31, Persik Kediri mendapatkan peluang melalui sepakan Ezra Walian dari luar kotak penalti. Sayangnya, sepakannya masih bisa ditepis oleh Lucas Frigeri, penjaga gawang Arema FC. Di menit ke-35, Arema FC kembali mendapatkan kesempatan melalui Dalberto, tetapi lagi-lagi penjaga gawang Persik Kediri mampu menggagalkan upaya tersebut.

Skor imbang 0-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua dan Perubahan Strategi

Memasuki babak kedua, kedua tim tetap menjaga tempo permainan yang seimbang. Kontrol permainan cukup berimbang, di mana kedua tim saling melakukan jual beli serangan. Rapatnya pertahanan kedua tim membuat peluang demi peluang gagal dimanfaatkan.

Pada menit ke-68, Dalberto mendapatkan peluang melalui sepakan jarak jauh. Sepakannya kembali ditangkis oleh Leonardo Navacchio. Dalam beberapa menit berikutnya, kedua pelatih melakukan rotasi pemain. Persik Kediri memasukkan Pedro Matos dan Moch Supriadi, sementara Arema FC memasukkan Ian Puleio, Dedik Setiawan, dan Dwiki Mardiyanto untuk menambah daya gedor serangan.

Gol pertama pertandingan tercipta pada menit ke-80. Moch Supriadi sukses membobol gawang Arema FC setelah melakukan solo run dari sektor sayap. Julian Guevara gagal membendung kecepatan berlari Moch Supriadi, sehingga gol ini tercipta tanpa kesulitan.

Gol di Injury Time dan Kemenangan Arema FC

Setelah gol ini, Arema FC semakin percaya diri dan mulai menekan lini pertahanan Persik Kediri. Pada menit ke-90, terjadi kemelut di depan gawang Persik Kediri. Sepakan Dedik Setiawan mampu ditepis oleh penjaga gawang, namun Dwiki Mardiyanto langsung menendang bola muntah tersebut ke arah gawang. Leonardo Navacchio kembali menggagalkan upaya Arema FC.

Baru pada masa tambahan waktu, hujan deras mengguyur Stadion Kanjuruhan Malang. Arema FC yang terus menekan pertahanan Persik Kediri mampu menyamakan angka menjadi 1-1 melalui gol bunuh diri Moch Supriadi pada menit 90+5. Usai menyamakan skor, Singo Edan terus menekan lini pertahanan Persik Kediri.

Terbukti dengan gol kedua Arema FC yang dicetak oleh Ian Puleio pada menit 90+8. Gol ini tidak hanya mengubah skor, tetapi juga membuat 2.350 penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan Malang ikut bersorak.

Wasit pun meniup peluit akhir dan skor 2-1 pun berakhir untuk kemenangan Arema FC.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *