Kisah lucu korban sebelum tewas tenggelam di Sungai Amandit Loksado HSS Kalsel

Kronologi Kematian Korban Tenggelam di Area Wisata Loksado

Korban yang meninggal dunia akibat tenggelam di area wisata Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ternyata sempat membuat candaan sebelum kejadian tersebut terjadi. Informasi ini diungkap oleh pihak kepolisian setempat, yang menjelaskan hasil penyelidikan terkait kejadian tersebut.

Identitas korban diketahui adalah Agung Wanoto, seorang pria berusia 40 tahun yang beralamat di Dusun Jangur, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Korban bekerja di PT Pelsart Tambang Kencana di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dan sedang berwisata di Loksado pada hari Minggu (11/1/2026).

Korban dinyatakan hanyut dan tenggelam saat sedang mandi di sungai Amandit, sekitar pukul 10.50 Wita. Kejadian ini terjadi di wilayah Desa Loklahung. Menurut keterangan dari Kapolsek Loksado Ipda Roni Priyanto, korban bersama rekan kerjanya tiba di penginapan area wisata Loksado. Setelah tiba, korban dan satu temannya langsung pergi ke sungai untuk mandi.

Di lokasi juga sedang berlangsung kegiatan praktek dari PMI bersama siswa SMKN Loksado. Saat korban sedang mandi, ia sempat bercanda dengan siswa yang sedang melakukan praktek. Candaan itu berupa permintaan tolong-tolong, kemudian korban naik dari sungai sambil mengatakan bercanda.

Namun, setelah itu, korban kembali masuk ke air dan langsung tenggelam. Pihak saksi mengira bahwa candaan tersebut hanya lelucon biasa. Namun, ternyata korban semakin hanyut dan dibawa arus sejauh sekitar 1 kilometer dari lokasi awalnya.

Korban sempat diberi pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Loksado, namun dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, pihak teman-temannya membawa korban ke RSUD H Hasan Basry Kandangan untuk memastikan kondisi korban. Hasil pemeriksaan dari petugas kesehatan dan kepolisian menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kejadian ini sontak menggegerkan pengunjung lainnya. Informasinya, korban merupakan pengunjung wisata yang tengah berenang di area wisata Sungai Amandit bersama rekan-rekan kerjanya. Kepala Puskesmas Loksado, drg Wirawan, membenarkan bahwa korban sempat dibawa ke Puskesmas dan meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa saat tiba di puskesmas, korban sudah dalam kondisi henti nafas dan telah dilakukan pertolongan dengan RJP, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Tips Aman Berwisata Air Terjun Saat Musim Hujan

Melakukan kegiatan di luar ruangan bisa menjadi lebih menantang, khususnya saat memasuki musim penghujan. Apalagi jika berencana melakukan liburan ke tempat wisata alam, seperti air terjun atau curug. Jika kamu tetap ingin berwisata dengan aman ke air terjun saat musim hujan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Liburan saat cuaca cerah

    Salah satu tips penting liburan ke tempat wisata alam, termasuk wisata air terjun, adalah memastikan bahwa cuaca sedang cerah saat wisatawan akan berangkat. Jika hujan turun, tunda dulu perjalanan dan tunggu hingga cuaca membaik, kemudian barulah untuk berangkat ke lokasi wisata. Berangkat saat hujan turun dapat membahayakan perjalanan lantaran jalanan menjadi licin dan rawan terjadi longsor.

  • Berangkat pada pagi hari

    Demi bisa menikmati liburan ke tempat wisata alam, wisatawan dianjurkan berangkat pada pagi hari. Hal ini karena biasanya hujan akan turun saat siang atau sore hari. Selain itu, dengan datang lebih awal, wisatawan punya banyak waktu untuk menikmati keindahan air terjun, sekaligus bermain air.

  • Selalu bawa payung dan jas hujan

    Saat liburan ke air terjun saat musim hujan, pastikan selalu membawa payung ataupun jas hujan. Hal itu bertujuan agar wisatawan tak kehujanan, terutama ketika dalam sekejap hujan turun dengan derasnya di lokasi wisata. Membawa dua benda tersebut juga berguna meski tak hujan, misalnya untuk melindungi diri dari cipratan air terjun.

  • Jaga daya tahan tubuh

    Penting bagi wisatawan untuk menjaga kesehatan agar tak mudah jatuh sakit saat liburan. Wisatawan bisa berolahraga secara teratur, dan hal tersebut akan sangat berguna ketika mengunjungi tempat wisata air terjun. Jika berolahraga secara teratur, maka fisik tak akan mudah lelah saat harus melewati jalan curam dan terjal untuk menuju ke lokasi air terjun.

  • Segera pergi setelah hujan turun

    Ketika tengah asyik bersantai dan bermain di sekitar air terjun, dan tiba-tiba turun hujan, wisatawan disarankan untuk segera meninggalkan lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, yaitu aliran air terjun yang semakin deras dan sungai di sekitarnya yang meluap, sehingga dapat menyebabkan banjir. Selain itu, pergi setelah hujan juga bertujuan menjaga agar benda-benda elektronik tidak kebasahan.

  • Jangan terlalu dekat dengan sungai

    Saat musim penghujan, aliran air sungai di sekitar air terjun biasanya lebih deras dibanding saat musim kemarau. Demi keamanan dan keselamatan diri, jangan bermain terlalu dekat dengan sungai. Sehingga, bila banjir muncul, wisatawan bisa langsung lari menyelamatkan diri dan tak terseret arus.

  • Bawa wadah barang elektronik

    Wisatawan dianjurkan membawa plastik ataupun tas antiair guna menyimpan barang-barang berharga, seperti smartphone ataupun kamera. Seandainya hujan tiba-tiba turun, wisatawan dapat dengan segera menyimpan barang tersebut agar aman dari air.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *