Posisi Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid kini sedang dalam tekanan. Bukan hanya karena hasil yang tidak memuaskan, tetapi juga karena berbagai isu lain yang muncul.

Dalam beberapa bulan terakhir, Real Madrid mengalami kesulitan di bawah asuhan Alonso. Kehadirannya sebagai pelatih baru setelah Carlo Ancelotti meninggalkan klub belum memberikan dampak positif yang signifikan. Di LaLiga, Madrid tertinggal 4 poin dari Barcelona, yang memimpin klasemen. Sementara di Liga Champions, El Real masih dalam posisi aman untuk melaju ke babak 16 besar, meski telah dua kali kalah dari tim-tim besar seperti Liverpool dan Manchester City.
Pada pertandingan terbaru, Real Madrid kalah dari Barcelona dengan skor 2-3 dalam final Supercopa de Espana. Hal ini semakin memperkuat tanda tanya tentang kemampuan Alonso dalam memaksimalkan potensi skuad yang dimilikinya.
Beberapa pemain yang sebelumnya dipandang sebagai bagian penting dari Real Madrid justru tampil gemilang di luar klub. Dua nama yang sering disebut adalah Brahim Diaz dan Endrick.
Brahim Diaz, yang lahir pada 3 Agustus 1999, tidak benar-benar pergi dari Real Madrid. Ia hanya pergi ke Piala Afrika 2025 untuk membela Maroko. Namun, ia nyaris tidak menjadi pemain utama di Madrid. Dari total 27 pertandingan yang dijalaninya di berbagai kompetisi, Diaz hanya mendapatkan 484 menit bermain.
Namun, di Piala Afrika 2025, Diaz tampil luar biasa. Ia selalu mencetak gol dalam lima pertandingan yang telah dilewati oleh Maroko. Hingga saat ini, dia menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima gol. Ini membuatnya melebihi Mohamed Salah dan Victor Osimhen.
Selain Brahim Diaz, Endrick juga menjadi sorotan. Sebagai wonderkid Real Madrid, Endrick sempat diharapkan bisa tampil maksimal di bawah asuhan Ancelotti. Pemain kelahiran 21 Juli 2007 itu berhasil mencetak tujuh gol dalam 37 pertandingan.
Namun, di bawah kepemimpinan Alonso, Endrick nyaris tidak diberi kesempatan. Dari total 2.430 menit yang tersedia, ia hanya mendapatkan 99 menit. Akibatnya, Real Madrid memutuskan untuk melepasnya ke Lyon dengan kontrak peminjaman selama tujuh bulan.
Endrick langsung tampil memukau dalam debutnya bersama Lyon. Ia mencetak gol pertamanya dalam waktu 42 menit. Tendangan volinya yang diakhiri dengan assist Corentin Tolisso membawa Lyon unggul 2-1 atas Lille.
Pelatih Lyon, Paulo Fonseca, memberikan pujian terhadap penampilan Endrick. “Setelah seminggu bersama kami, itu tidak mudah tetapi saya pikir penampilannya sangat positif,” ujar Fonseca.
Endrick menunjukkan potensi yang luar biasa. Kecepatannya, kekuatannya dalam situasi satu lawan satu, serta eksplosivitasnya membuatnya menjadi pemain yang menjanjikan.
Kedua pemain ini menunjukkan bahwa Real Madrid mungkin kehilangan talenta yang bisa berkembang lebih jauh jika diberi kesempatan. Hal ini semakin memperkuat tekanan terhadap Xabi Alonso, yang kini harus membuktikan kemampuannya sebagai pelatih.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












