Underpass Prupuk Utara Lumpuh Akibat Banjir Tinggi
Pada malam hari Kamis (1/1/2026), jalur nasional Tegal-Purwokerto di bawah Underpass Surupan, Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal mengalami lumpuh total akibat banjir yang mencapai ketinggian 1,7 meter. Kejadian ini disebabkan oleh curah hujan tinggi pada siang hari dan meluapnya air Sungai Pemali.
Video yang menunjukkan situasi banjir tersebut langsung menyebar luas di media sosial, terutama Instagram. Salah satu unggahan dari akun @tegalhariini berdurasi 32 detik menampilkan kondisi Underpass Prupuk Utara yang masih tergenang banjir. Dalam video tersebut, empat orang pria sedang berjibaku melewati jalan yang tergenang air sambil menggotong sepeda motor warna biru muda menggunakan bambu. Di belakangnya, satu orang lagi tampak kesulitan berjalan karena harus melintas di tengah-tengah banjir. Di belakangnya lagi terdapat empat pria yang juga sedang berusaha melewati jalan yang tergenang banjir sambil menggotong sepeda motor dengan alat bantu seadanya.
Caption dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa kondisi terkini Underpass Prupuk Utara pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk warga Purwokerto dan Banyumas yang ingin kembali ke Jakarta diminta untuk waspada.
Warga Mengungkapkan Kondisi Terkini
Warga Desa Margasari, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa air banjir yang sempat menggenangi Underpass Prupuk Utara pada malam hari itu sudah surut pada Jumat (2/1/2026). Arus lalu lintas kembali normal, dan kendaraan bisa melintas seperti biasa.
Menurut Cahyo, intensitas hujan tinggi terjadi sejak siang hari sekitar pukul 11.00 WIB di wilayah Kecamatan Margasari, dan puncaknya terjadi pada malam hari pukul 21.00 WIB ketika air meluap dan menyebabkan banjir. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang di dua jalur baik dari arah Margasari menuju Kabupaten Brebes maupun Banyumas, atau sebaliknya.
Arus lalu lintas sempat lumpuh total dan kemacetan panjang sekitar 5 kilometer karena Underpass Prupuk Utara tidak bisa dilintasi kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Ketinggian air mencapai 1,7 meter dan bahkan hampir membuat jembatan tenggelam. Proses penyedotan air dilakukan oleh Damkar hingga akhirnya kondisi kembali normal.
Solusi Jangka Panjang Diperlukan
Cahyo menilai bahwa peristiwa banjir di lokasi Underpass Prupuk Utara telah menjadi langganan setiap tahun, terutama saat musim hujan. Ia menyarankan agar dibuat akses jalan baru lewat jalur atas, seperti flyover atau jalan layang, untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Dalam postingan di akun Instagram pribadinya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membagikan video tim dari Pemadam Kebakaran sedang melakukan proses penyedotan air banjir. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa jalur nasional Tegal-Purwokerto tepatnya di Underpass Surupan, Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari sementara terputus dari pukul 21.00 WIB disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan air sungai Pemali.
Kondisi terkini air banjir sudah surut dan arus lalu lintas lancar bisa dilalui kendaraan. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (2/1/2026), Bupati Ischak menyampaikan bahwa kondisi terkini air banjir sudah surut dan arus lalu lintas lancar bisa dilalui kendaraan.
Ditanya tentang upaya penanganan mengingat kejadian ini terjadi setiap tahun, Bupati Ischak menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengusulkan penanganan ke Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Pemkab Tegal dan Pemkab Brebes akan mengusulkan pembangunan flyover atau jalan layang sebagai solusi jangka panjang.












