Eko Purdjianto: Target 5 Besar untuk PSMS Medan, Bisa Gagal Lolos Super League?

PSMS Medan Memilih Eko Purdjianto sebagai Pelatih Kepala

PSMS Medan, yang dikenal sebagai salah satu klub sepak bola besar di Indonesia, telah menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Pengangkatan ini dilakukan setelah keputusan manajemen untuk mencari pelatih yang mampu membawa tim kembali ke jalur prestasi.

Eko Purdjianto menggantikan Kas Hartadi, yang sebelumnya memimpin tim berjuluk Ayam Kinantan. Dalam wawancara dengan media lokal, Eko menyatakan bahwa target dari manajemen adalah finis di lima besar klasemen. Namun, ia optimistis bahwa tim mampu melangkah lebih jauh dan membuka peluang untuk meraih tiket promosi ke Super League.

“Target dari manajemen ke saya memang lima besar. Tapi kalau ada peluang lebih, tentu harus kita kejar. Saya melihat materi pemain cukup bagus dan mereka memiliki motivasi tinggi,” ujarnya.

Saat ini, hingga pekan ke-14, PSMS Medan masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 17 poin dari 14 pertandingan. Catatan tersebut diperoleh dari empat kemenangan, lima hasil imbang, dan lima kekalahan, sehingga PSMS dituntut segera berbenah agar tidak tertinggal dalam persaingan.

Dengan komposisi pemain yang dinilainya kompetitif, Eko optimistis PSMS Medan mampu bersaing di papan atas. Ia pun bertekad membawa tim Ayam Kinantan kembali menjadi kekuatan yang disegani seperti pada masa kejayaannya.

“Saya punya niat baik untuk membawa PSMS Medan besar lagi seperti dulu. Target lima besar kita kejar, dan mudah-mudahan bisa lolos promosi. Bismillah,” jelasnya.

Merasa Tertantang

Eko mengungkapkan bahwa keputusan menerima tawaran PSMS Medan diambil setelah dirinya dihubungi langsung oleh Presiden klub sekitar tiga hari lalu. Ia mengaku tertantang menangani PSMS yang dikenal sebagai salah satu tim besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia.

“Tiga hari lalu saya dihubungi Pak Presiden. Saya mengapresiasi kepercayaan ini karena PSMS adalah tim besar. Dulu saat saya masih bermain, PSMS sangat sulit dikalahkan dan selalu berada di papan atas,” ujar Eko kepada Tribun Medan.

Pelatih berusia 49 tahun itu memiliki rekam jejak kepelatihan yang cukup mentereng. Kariernya dimulai sebagai asisten pelatih PSIS Semarang, kemudian berlanjut sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-22. Eko juga pernah menjadi asisten pelatih hingga pelatih interim di Bali United, sebelum akhirnya dipercaya menjadi pelatih kepala Persis Solo.

Prestasi terbaik Eko tercatat saat berhasil membawa Persis Solo menjuarai Liga 2 musim 2021 sekaligus memastikan promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia. Meski memiliki catatan prestasi tersebut, Eko menegaskan dirinya tidak merasa terbebani, melainkan semakin termotivasi untuk membawa PSMS kembali ke jalur prestasi.

“Karena ini tim besar, saya tertantang untuk mengembalikan kejayaan PSMS. Saya mohon dukungan dari masyarakat Medan dan seluruh pecinta PSMS,” katanya.

Alasan PSMS Pilih Eko Purdjianto

Bos PSMS Medan, Fendi Jonathan, memberikan alasan pengangkatan Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala baru menggantikan Kas Hartadi. Menurutnya, keputusan menunjuk Eko Purdjianto telah melalui pertimbangan matang.

Menurut Fendi, Eko merupakan sosok pelatih muda yang memiliki jam terbang cukup baik dan rekam jejak yang menjanjikan. Eko Purdjianto diketahui memiliki pengalaman melatih di sejumlah klub dan tim nasional. Karier kepelatihannya diawali sebagai asisten pelatih PSIS Semarang.

Ia juga pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-22. Selain itu, Eko sempat berkiprah di Bali United sebagai asisten pelatih hingga pelatih interim, sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala Persis Solo.

“Karena satu, beliau masih muda tapi punya jam terbang yang cukup bagus. Pernah pegang klub, magang di Timnas. Walaupun waktu itu sebagai asisten pelatih, tapi dia pernah pegang Timnas,” ujar Fendi Jonathan kepada Tribun Medan.

Selain faktor pengalaman, Fendi menilai Eko Purdjianto memiliki kecocokan dengan filosofi dan strategi permainan yang ingin diterapkan PSMS Medan. Ia juga menekankan aspek integritas sebagai nilai penting dalam memilih sosok pelatih.

“Dia cocok dengan filosofi dan strateginya, bagus. Orangnya juga jujur, tidak neko-neko, bukan yang jual pertandingan atau beli pertandingan. Itu harus dari dia, dan dia dapat untung dari situ,” tegasnya.

Harapkan Perbaikan Posisi

Lebih lanjut, Fendi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan target yang jelas kepada Eko Purdjianto sejak awal. Pelatih anyar PSMS Medan itu diminta mampu memaksimalkan sisa pertandingan di putaran kedua dan ketiga Pegadaian Championship.

“Harapannya pasti, saya sudah bicara bahwa dia harus punya target dengan sisa pertandingan di putaran kedua dan ketiga. Dia harus bisa melihat posisi kita dengan komposisi pemain yang ada sekarang maupun pemain baru yang akan datang nanti,” jelas Fendi.

Manajemen, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan tim sesuai permintaan pelatih. Namun, ia menegaskan bahwa peran manajemen adalah memfasilitasi, sementara tanggung jawab teknis sepenuhnya berada di tangan pelatih.

“Kalau memang dia perlu apa-apa, kita akan berikan. Kita hanya memfasilitasi saja. Kita sangat support penuh, seperti kemarin ke Coach Kas juga kita support,” katanya.

Target Promosi yang Paling Utama

Fendi juga menegaskan bahwa target promosi ke Liga 1 sudah menjadi komitmen utama PSMS Medan dan telah disampaikan secara langsung kepada Eko Purdjianto sejak awal pertemuan.

“Saya selalu sampaikan bahwa pelatih kita punya tujuan untuk promosi Liga 1. Itu statement pertama saya kepada dia. Jadi dia sudah tahu harus seperti apa,” ucapnya.

Meski demikian, Fendi menyadari bahwa sepak bola tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ia mencontohkan banyaknya kasus di mana pelatih dan pemain berkualitas belum tentu langsung menghasilkan prestasi.

“Tidak ada yang pasti. Kita ambil pelatih bagus, ambil pemain bagus, belum tentu hasilnya bagus. Banyak di sepak bola, pemain asing mahal tapi mainnya jelek. Jadi kita berdoa dan support saja apa yang dia mau,” ujarnya.

Dengan rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki Eko Purdjianto, Fendi berharap PSMS Medan bisa tampil lebih baik di sisa kompetisi musim ini.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *